Rabu, 02 September 2009

TANGGAPAN ATAS KRITIK TERHADAP PENYALIBAN YESUS (3)

Apa Kristus Tidak Mati Untuk Dosa Manusia



"Siapa yang percaya kepada perkataan Kami? Kepada siapa telah dinyatakan kuasa Tuhan? Tuhan menghendaki hamba-Nya itu seperti tunas yang tumbuh di tanah yang gersang. Tidak ada yang indah padanya untuk kita pandang; tak ada yang menarik untuk kita inginkan.

Kita menghina dan menjauhi dia, orang yang penuh sengsara dan biasa menanggung kesakitan. Tak seorangpun mau memandang dia, dan kita pun tidak mengindahkan dia. Sebenarnya, penyakit kitalah yang dideritanya, padahal kita menyangka penderitaan itu
hukuman Allah baginya. Tetapi ia dilukai karena dosa-dosa kita, dan didera karena kejahatan kita. Ia dihukum supaya kita diselamatkan, karena bilur-bilurnya kita diselamatkan. Kita semua tersesat seperti domba, masing-masing mencari jalannya sendiri.

Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita semua. Ia diperlakukan dengan kejam, tapi menangguhnya dengan sabar. Ia tidak membuka mulutnya seperti domba yang dibawa ke pembantaian atau induk domba yang dicukur bulunya. Ia ditahan dan diadili, lalu digiring dan dihukum mati. Tak ada yang peduli akan nasibnya; ia mati karena dosa bangsa kita. Ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya, walaupun ia tak pernah melakukan kejahatan, dan tak pernah menipu. Tuhan menghendaki ia menderita, dan menyerahkan diri sebagai kurban penebus dosa. Maka ia akan berumur panjang dan melihat keturunannya melalui ia kehendak Tuhan akan terlaksana. Karena itu Tuhan berkata, " Sesudah menderita sengsara, ia akan bahagia
dan puas. Hamba-Ku itu, yang menyenangkan hati-Ku, telah menanggung hukuman orang banyak; demi dia Aku akan mengampuni mereka. Dengan rela ia menyerahkan
hidupnya dan masuk bilangan orang-orang jahat. Ia memikul dosa orang banyak dan berdoa suapaya mereka diampuni. Maka Kuberi dia orang banyak sebagai hadiah,
dan ia mendapat bagian bersama orang-orang benar." (Yesaya 53: 1-12)

Dua belas dari Kitab Yehezkiel di atas diklaim oleh umat Kristen sebagai dalil bahwa Kristus benar-benar disalib. Ia seolah-olah seperti seekor domba yang dibawa ke 'penjagalan': tidak berkutik dan tidak bereaksi sama sekali. Ia pasrah untuk disembelih oleh sang tukang jagal.

Pada tulisan pertama, penulis telah memberikan bukti-bukti dari Bibel, yang menyatakan bahwa Kristus tidak disalib. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memberikan interpretasi kritis atas ayat-ayat dari Kitab Yehezkiel di atas.

Pembacaan kritis terhadap ayat-ayat yang ada dalam Kitab Yehezkiel di atas, akan melahirkan beberapa pertanyaan yang harus terjawab. Benakah teks Kitab Yehezkiel tersebut berbicara tentang Kristus? Dan apakah teks di atas berbicara tentang penyaliban? Juga apakah ayat-ayat di atas merupakan nubuwat (ramalan) tentang masa datang, atau (malah) masa yang telah lalu?

Tiga pertanyaan pokok itu akan kita jawab dalam tulisan ini. Hanya saja, penulis hanya akan menjawab dua pertanyaan pertama dan kedua saja. Pertanyaan ketiga, insya Allah akan diulas dalam tulisan tersendiri.

Pertama, bahasa metafora. Adalah kebiasan Kristus berbicara lewat majaz. Itu pula sebenarnya yang harus lebih dahulu dipahami oleh umat Kristen. Bahwa Bibel banyak menggunakan bahasa kiasan.

Maka, pembacaan secara letterlijk terhadap teks-teks Bibel hanya akan melahirkan konklusi dangkal dan tidak tepat. Sebagai contoh adalah dalam Injil Matius, "Mengapa sampai kalian tidak mengerti bahwa Aku bukannya berbicara dengan kalian mengenai roti? Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki. Ketika itu para murid mengerti bahwa Yesus menyuruh mereka berhati-hati, bukan terhadap ragi yang dipakai untuk membuat roti, tetapi terhadap pengajaran orang-orang Farisi dan Saduki" (Matius 16: 11-12).

Ayat sebelumnya berbunyi demikian, "Waktu pengikut-pengikut Yesus sampai di seberang danau, baru ketahuan oleh mereka bahwa mereka lupa membawa roti. Yesus berkata kepada mereka, "Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki." Mendengar kata-kata Yesus itu, pengikut-pengikutnya mulai berkata satu sama lain, "Ia berkata begitu karena kita tidak membawa roti." Yesus tahu apa yang mereka bicarakan. Lalau ia berkata, "Mengapa kalian persoalkan tentang tidak punya roti? Kalian kurang percaya! Masih belum mengertikah kalian? Apakah kalian tidak ingat akan lima roti yang aku belah-belah untuk lima ribu orang? Berapa bakul kelebihan roti yang kalian kumpulkan? Dan bagaimana pula dengan tujuh roti untuk empat ribu orang itu? (Matius 16: 5-10).

Sekarang bagaimana dengan ayat-ayat dalam Kitab Yehezkiel di atas? Sebuah analis kritis dari Yasir Anwar dalam bukunya Âlâm al-Masîh (2004) sangat menarik untuk disebutkan di sini.

Kedua, seputar penyaliban. Sebelum berbicara seputar penyaliban, ada bebera poin yang harus diungkap. Ayat tersebut berbicara tentang sifat fisik seseorang: tidak ada yang indah untuk dipandang, tak ada yang menarik untuk diinginkan, karena orangnya hina dan sengsara.

Sekarang mari kita terapkan sifat itu kepada Kristus! Ternyata, sifat-sifat tersebut tidak sesuai satupun untuk Kristus. Karena menurut umat Kristen, Yesus itu ganteng (tampan).

Tapi kebanyakan gambaran Yesus, kutip Yasir Anwar, bisa Anda lihat di film-film, batu lukis, dinding-dinding gereja dan kubah-kubahnya. Yesus juga bukan orang yang hina dan sengsara. Ia adalah orang mulia. Bukankah ia disebut sebagai "guru", bahkan tuan
dan tuhan? Lalu, jika disebutkan sifat hina dan sengsaraitu sifat siapa? Sifat nabi Yeremiakah? Bisa jadi. Atau kaisar Faris, Koruskan? Mungkin saja.

Coba terapkan kepada nabi Yeremia! "Aku diolok setiap orang, dihina dari pagi sampai petang" (Yeremia 20: 7). "Tuhan, aku dihina dan diejek setiap waktu, karena menyampaikan pesan-Mu" (Yeremia 20: 8).

Juga soal karakteristik kejiawaan. Sebenarnya, penyakit kitalah yang dideritanya, padahal kita menyangka penderitaan itu hukuman Allah baginya.
"Tetapi ia dilukai karena dosa-dosa kita... Sifat-sifat inipun sesuai untuk nabi Yeremia. Ia berkata;...hatiku hancur dan aku gemetar Tuhan, dan tulang-tulang terasa gemetaran" (Yeremia 23: 9)

"Mengapa aku harus dilahirkan? Kalau hanya untuk menderita kesukaran. Dan supaya hidupku berlalu semata-mata dalam malu"(Yeremia 20: 18). Ini adalah ayat yang menyatakan karakteristik kejiwaan sosok yang ada dalam Kitab Yehezkiel di atas. Sesuaikah bagi Yesus? Kehidupan Yesus berlalu bukan untuk menanggung
malu.

Yang terakhis reaksinya. Apa reaksinya? Ia diperlakukan dengan kejam, tapi menanggungnya dengan sabar. Ia tidak membuka mulutnya seperti domba yang
dibawa ke pembantaian.

Apakah teks di atas berbicara dan menunjukkan tentang peristiwa penyaliban? Ternyata tidak, bahkan jauh. Karena teks tersebut berbicara tentang "kelemahan" dan ketidakberdayaan diri dalam menghadapi kejahatan.

Jadi tidak ada kaitannya dengan Yesus. Lalu bagaimana dengan nabi Yeremia? Ternyata lebih tepat teks tersebut untuk disandang olehnya. " "Namun aku seperti domba yang tanpa curiga dibawa ke tempat pembantaian (penjagalan)..." (Yeremia 11: 19).

Sekali lagi kita bertanya lagi kepada umat Kristen: Apakah nabi Yeremia dibunuh, disembelih? Apakah dia disalib? sebagaimana ayat di Mazmur ini, "...kami terus terancam maut, dan diperlakukan seperti domba sembelihan" (Mazmur 44: 23); " Orang-orang dungu dan bodoh sama-sama binasa..." (Mazmur 49: 11); " Seperti domba mereka ditentukan untuk mati" (Mazmur 49: 15).

Penulis berasumsi dan sangat yakin, bahwa tidak ada seorangpun dari umat Kristen yang berani menyatakan bahwa Yesus "bodoh" dan "dunggu". Lagi-lagi, ayat-ayat alam Perjanjian Lama tersebut tidak bisa dipahami secara harfiyyah, karena hasilnya akan salah.

Sejatinya, ayat-ayat tersbut tentang "minim" siasat dan "lemah diri" dalam menghadapi kejahatan, seperti yang sudah dijelaskan pada bagian terdahulu.

Kemudian kata "dibawa", merupakan sifat dari "domba". Domba tersebut "dibawa ke pembantaian (penjagalan)". Padahal, umat Kristen meyakini bahwa Yesus tidak pernah dibawa "ke penjagalan", berati itu sungguh-sungguh sebuah "paralogisme".

Lalu sifat orang itu adalah, "Seperti domba yang diam di depan hukumannya, ia tidak membuka mulutnya". Sifat ini juga tidak sesuai dengan Yesus. Ia lebih tepat
dialamatkan kepada nabi Yeremia. "Mengenai diriku, memang ada dalam kuasa kalian. Lakukan apa saja menurut kemauan kalian" (Yeremia 26: 14).

Karena dalam Injil, sifat Yesus adalah mengeluh, marah, menangis, menyesal dan murka. "...apakah Aku ini penjahat, sampai kalian datang membawa pedang dan pentungan untuk menangkap Aku"? (Matius 26: 55).

Bahkan, menurut keyakinan Kristen -ayat ini telah kita batalkan pada tulisan pertama-ketika di tiang salib berseru, ""Eloi, Eloi lama sabakhtani?" yang berarti, "Ya Tuhan -Ku, ya Tuhan-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Markus 15: 34).

Mari kita kembali kepada teks! " Dalam kesesakan ia ditangkap. Dalam bangsanganya, siapa yang mengira bahwa ia ditebang dari tanah kehidupan dan dimusnahkan demi masyarakatku". Teks ini tidak sesuai bagi Yesus. Ia lebih tepat untuk nabi Yeremia. ""Segera setelah Yeremia selesai mengumumkan pesan Tuhan seperti yang diperintahkan-Nya, mereka (pemimpin kepala, para nabi dan seluruh rakyat) menangkapnya sambil berkata: "Kau harus mati!" (Yeremia 26: 8).

"Segera setelah Yeremia selesai mengumumkan pesan Tuhan seperti yang diperintahkan-Nya, mereka (pemimpin kepala, para nabi dan seluruh rakyat) menangkapnya sambil berkata: "Kau harus mati!"(Yeremia 26: 8)

"Aku tidak tahu bahwa akulah yang menjadi sasaran rencana jahat mereka. Mereka berkata, "Mari kita tebang pohon ini sementara masih dapat menghasilkan buah; kita musnahkan dia supaya namanya dilupakan orang" (Yeremia 11: 19)

Ketika Yeremia sampai di Pintu Gerbang Benyamin, komandan tentara yang bertugas di situ menahannya dan mengangkapnya seraya berata, "Engkau mau lari ke pihak orang Kaldea! (Perwiran itu bernama Yeria anak Selemya cucu Hananya). Yeremia menjawab, "Tidak benar! Aku tidak bermaksud lari ke pihak musuh." Namun Yeria tidak mau mendengarkan perkataan Yeremia, malah ia menangkapnya dan membawa Yeremia ke hadapan pemerintah. Pemerintah itu marah kepadanya, mereka memukulinya dan mengurungnya di rumah Yonatan, sekretaris negara yang sudah dijadikan penjara oleh mereka" (Yeremia 37: 13-15).

Dalam teks, ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya, walaupun ia tak pernah melakukan kejahatan, dan tak pernah menipu. Sesuaikah ayat ini bagi Yesus? Sekali lagi, tidak!

Teks ini pada hakikatnya tidak sesuai bagi Yeremia juga bagi Kristus, karena Kristus -menurut pengakuan mereka-diletakkan dalam kuburnya sendiri. Maka, di hadapan mereka tidak ada cara lain kecuali melakukan takwil (interpretasi) atas kata "kuburan" kepada "salib".

Bersamaan dengan itu, Kristus tidak disalib bersama-sama dengan orang jahat, tidak pula dengan orang kaya, tetapi bersama dua orang pencuri; satu
orang diantara mereka mengejeknya dan seorang lagi percaya kepadanya (menurut riwayat Injil Lukas).

Lalu ia (penjahat yang percaya pada Yesus) berkata, "Yesus, ingatlah saya, kalau Engkau datang sebagai Raja!" Lalu Yesus berkata: "Percayalah, hari ini engkau akan bersama Aku di Firdaus (Lukas 23: 42-43)

Tidak ada orang kaya pada saat kematian Yesus. Jika mereka tidak memiliki jalan keluar dari penakwilan, maka kitapun akan menakwilkan teks tersebut kepada Yeremia.

Kata kubur dan mati digunakan dalam bentuk yang sebenarnya (denotasi) juga dalam bentuk metaforis. Jika digunakan dalam bentuk denotasi, maka teks tersebut dari awal hingga akhirnya tidak sesuai pada seorang manusiapun. Karena di akhir teks akan tampak
jelas bahwa pemilik teks tersebut telah menikah, melahirkan dan memerangi.

Artinya, ia belum mati secara benar-benar, namun hanya dalam bentuk metaforis (majaz). Begitu juga kata kubur dipakai dalam bentuk majaz untuk menjelaskan ras "putus asa", "frustasi" dan ketidakberuntungan (sial).

Bisa jadi artinya adalah penjara atau sumur yang dalam (Arab; al-jubb) yang diletakkan di dalamnya Yeremia (sekali ia dimasukkan ke dalam penjara, kemudian ia juga dimasukkan ke dalam sumur sekali). Dan sudah dapat dimaklumi bahwa isi penjara adalah orang-orang jahat, pendosa, kriminal, orang kaya dan orang miskin.

Mereka lalu mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam sumur milik Malkia putra raja dengan menggunakan tali. Di dalam sumur itu tidak ada air, yang ada hanya lumpur, dan Yeremia dimasukkan ke dalam lumpur itu (Yeremia 38: 6)

Lalu raja memerintahkan Ebed-Melekh (seorang Ethiopia/Sudan), "Bawalah tiga orang dan keluarkanlah Yeremia dari sumur itu sebelum ia mati (Yeremia 38: 10).

Penulis kira, itulah interpretasi yang benar. Kalau Kitab Yehezkiel ini dipaksakan agar sesuai untuk Yesus Kristes, namanya "pemerkosaan" teks. Karena pasti hasilnya akan "melenceng". Dari analisa-analisa yang dipaparkan di atas, jelas sudah bahwa Kristus benar-benar tidak disalib. Ia tidak mati untuk 'menanggung dosa seluruh bangsa', apalagi seluruh umat manusia.


Top
Profile

BP
Post subject:
PostPosted: Thu Aug 24, 2006 10:03 am
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 5497
TANGGAPAN :



Tuduhan Muslim :
Quote:
Apa Kristus Tidak Mati Untuk Dosa Manusia

"Siapa yang percaya kepada perkataan Kami? Kepada siapa telah dinyatakan kuasa Tuhan? Tuhan menghendaki hamba-Nya itu seperti tunas yang tumbuh di tanah yang gersang. Tidak ada yang indah padanya untuk kita pandang; tak ada yang menarik untuk kita inginkan.

Kita menghina dan menjauhi dia, orang yang penuh sengsara dan biasa menanggung kesakitan. Tak seorangpun mau memandang dia, dan kita pun tidak mengindahkan dia. Sebenarnya, penyakit kitalah yang dideritanya, padahal kita menyangka penderitaan itu
hukuman Allah baginya. Tetapi ia dilukai karena dosa-dosa kita, dan didera karena kejahatan kita. Ia dihukum supaya kita diselamatkan, karena bilur-bilurnya kita diselamatkan. Kita semua tersesat seperti domba, masing-masing mencari jalannya sendiri.

Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita semua. Ia diperlakukan dengan kejam, tapi menangguhnya dengan sabar. Ia tidak membuka mulutnya seperti domba yang
dibawa ke pembantaian atau induk domba yang dicukur bulunya. Ia ditahan dan diadili, lalu digiring dan dihukum mati. Tak ada yang peduli akan nasibnya; ia mati karena dosa bangsa kita. Ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya, walaupun ia tak pernah melakukan kejahatan, dan tak pernah menipu. Tuhan menghendaki ia menderita, dan menyerahkan diri sebagai kurban penebus dosa. Maka ia akan berumur panjang dan melihat keturunannya melalui ia kehendak Tuhan akan terlaksana. Karena itu Tuhan berkata, " Sesudah menderita sengsara, ia akan bahagia dan puas. Hamba-Ku itu, yang menyenangkan hati-Ku, telah menanggung hukuman orang banyak; demi dia Aku akan mengampuni mereka. Dengan rela ia menyerahkan hidupnya dan masuk bilangan orang-orang jahat. Ia memikul dosa orang banyak dan berdoa suapaya mereka diampuni. Maka Kuberi dia orang banyak sebagai hadiah, dan ia mendapat bagian bersama orang-orang benar." (Yesaya 53: 1-12)

Dua belas dari Kitab Yehezkiel di atas diklaim oleh umat Kristen sebagai dalil bahwa Kristus benar-benar disalib. Ia seolah-olah seperti seekor domba yang dibawa ke 'penjagalan': tidak berkutik dan tidak bereaksi sama sekali. Ia pasrah untuk disembelih oleh sang tukang jagal.

Pada tulisan pertama, penulis telah memberikan bukti-bukti dari Bibel, yang menyatakan bahwa Kristus tidak disalib. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memberikan interpretasi kritis atas ayat-ayat dari Kitab Yehezkiel di atas.

Pembacaan kritis terhadap ayat-ayat yang ada dalam Kitab Yehezkiel di atas, akan melahirkan beberapa pertanyaan yang harus terjawab. Benakah teks Kitab Yehezkiel tersebut berbicara tentang Kristus? Dan apakah teks di atas berbicara tentang penyaliban? Juga apakah ayat-ayat di atas merupakan nubuwat (ramalan) tentang masa datang, atau (malah) masa yang telah lalu?

Tiga pertanyaan pokok itu akan kita jawab dalam tulisan ini. Hanya saja, penulis hanya akan menjawab dua pertanyaan pertama dan kedua saja. Pertanyaan ketiga, insya Allah akan diulas dalam tulisan tersendiri.

Pertama, bahasa metafora. Adalah kebiasan Kristus berbicara lewat majaz. Itu pula sebenarnya yang harus lebih dahulu dipahami oleh umat Kristen. Bahwa Bibel banyak menggunakan bahasa kiasan.



JAWAB :


Sepertinya penulis tuduhan ini sulit mengidentifikasikan siapakah Yesaya, dan siapakah Yehezkiel. Penulis itu jelas mengutip Kitab Yesaya namun ia mempermasalahkan tulisan Yehezkiel. Apakah dengan pengetahuan kaliber demikian, penulis tersebut cukup kapabel mengkritisi Alkitab kita? :)

-----

Yesaya pasal 53, yang secara paradoxal mencatat berbagai janji dan nubuat Tuhan tentang seorang Hamba yang menderita sampai mati, namun menjadi pendamai dan penyelamat bagi umat manusia yang jahat. Hamba ini bahkan tercatat akan bangkit kembali dengan segala “hadiah” kemenanganNya!.

Kedengarannya seperti tidak masuk akal, itulah sebabnya pewahyuannya dimulai dengan bahasa skeptis : “siapakah yang percaya berita (wahyu) yang kami dengar..?” (Yesaya 53:1) :


* Yesaya 53:1-4

53:1 LAI TB, Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
KJV, Who hath believed our report? and to whom is the arm of the LORD revealed?
Hebrew,
מִי הֶאֱמִין לִשְׁמֻעָתֵנוּ וּזְרֹועַ יְהוָה עַל־מִי נִגְלָתָה׃
Translit, MI HE'EMIN LISYMUATENU UZERO'A YEHOVAH 'AL-MI NIGLATAH

53:2 LAI TB, Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya.
KJV, For he shall grow up before him as a tender plant, and as a root out of a dry ground: he hath no form nor comeliness; and when we shall see him, there is no beauty that we should desire him.
Hebrew,
וַיַּעַל כַּיֹּונֵק לְפָנָיו וְכַשֹּׁרֶשׁ מֵאֶרֶץ צִיָּה לֹא־תֹאַר לֹו וְלֹא הָדָר וְנִרְאֵהוּ וְלֹא־מַרְאֶה וְנֶחְמְדֵהוּ׃
Translit, VAYA'AL KAYONEQ LEFANAV VEKHASHORESY ME'ERETS TSIYAH LO-TO'AR LO VELO HADAR VENIREHU VELO-MARE VENEKHMEDEHU

53:3 LAI TB, Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.
KJV, He is despised and rejected of men; a man of sorrows, and acquainted with grief: and we hid as it were our faces from him; he was despised, and we esteemed him not.
Hebrew,
נִבְזֶה וַחֲדַל אִישִׁים אִישׁ מַכְאֹבֹות וִידוּעַ חֹלִי וּכְמַסְתֵּר פָּנִים מִמֶּנּוּ נִבְזֶה וְלֹא חֲשַׁבְנֻהוּ׃
Translit, NIVZEH VAKHADAL 'ISYIM 'ISY MAKHOVOT VIDUA KHOLI UKHEMASTER PANIM MIMENU NIVZEH VELO KHASYAVNUHU

53:4 LAI TB, Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
KJV, Surely he hath borne our griefs, and carried our sorrows: yet we did esteem him stricken, smitten of God, and afflicted.
Hebrew,
אָכֵן חֳלָיֵנוּ הוּא נָשָׂא וּמַכְאֹבֵינוּ סְבָלָם וַאֲנַחְנוּ חֲשַׁבְנֻהוּ נָגוּעַ מֻכֵּה אֱלֹהִים וּמְעֻנֶּה׃
Translit, 'AKHEN KHOLAYENU HU NASA UMAKHOVEINU SEVALAM VA'ANAKHNU KHASYAVNUHU NAGUA MUKEH 'ELOHIM UME'UNEH



Ayat 1 : Jurang yang besar antara wahyu dengan pandangan manusia adalah jelas, dalam pertentangan dari apa yang didengar dengan penerimaan orang tentang wahyu yang dinyatakan itu. Bandingkan dengan ayat ini :


* Roma 10:16
Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"


Yesaya 53:1 dan Roma 10:16 jelas menyebutkan tanggapan orang-orang tidak percaya dan tidak menerima akan berita ilahi yang bersifat nubuat. Seperti jelas terlihat pada sikap penulis tuduhan ini pula.

Ayat 2 : Hamba yang dimaksudkan tidak mempunyai ciri-ciri fisik yang menarik atau mengesankan (ayat 3)

Ayat 3 : Kesengsaraan dan kesakitan, Hamba ini secara sukarela memberikan diriNya kepada penyakit-penyakit ini dan kepada penyembuhan. Inilah makna yang dirumuskan dalam Matius 8:17 yang juga mengutip Yesaya 53:4

Ayat 4 : Diungkapkan makna kehinaan dari Hamba itu, menekankan pertukaran dari peranan-peranan, dan kata ganti yang tegas dia dan kita untuk membuka kesalah pahaman manusia 'penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya', padahal orang mengira dia kena tulah....

Ayat 4-5: Maknanya makin terang dalam ayat-ayat ini : kesengsaraan yang dipikulNya adalah kesengsaraan kita (ayat 4); hal itu adalah hukuman dari dosa (ayat 5a), itu adalah harga dari keselamatan (ayat 5b). Tapi hal ini tinggal tetap selaku rahasia, salah satu dari jalan-jalan Allah yang adalah jauh lebih tinggi dari jalan-jalan kita (lihat Yesaya 55:9). Seperti kita diingatkan oleh usaha menghubungkan bilur-bilurnya (bandingkan dengan Yesaya 1:6) dengan penyembuhan kita selaku sebab-akibat.


* Yesaya 53:5,9-10
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan (tumitnya*) dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya


bandingkan dengan Kejadian 3:15 :
LAI TB, Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.
KJV, And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel.
Hebrew,
וְאֵיבָה ׀ אָשִׁית בֵּינְךָ וּבֵין הָאִשָּׁה וּבֵין זַרְעֲךָ וּבֵין זַרְעָהּ הוּא יְשׁוּפְךָ רֹאשׁ וְאַתָּה תְּשׁוּפֶנּוּ עָקֵב׃ ס
Translit, VE'EIVAH 'ASYIT BENKHA UVEIN HAISYAH UVEIN ZARAKHA UVE'IN ZARAH HU YESYUFKHA ROSY VE'ATAH TESYUFENU 'AQEV


Pengenapan Yesaya 53 sepenuhnya, kita akan mengerti jelas dalam cacatan kesengsaraan Yesus dalam jalan salib, siksa, hinaan, olok-olok dan pembunuhan.

Semua “kemustahilan” teks nabi Yesaya yang rumit yang digaris-bawahi ini terbukti benar pada kehidupan dan kematian Yesus 700-an tahun kemudian!.

Bisa kita baca tanggapan Yesus yang dihina, misalnya di :


* Matius 27:39-44;
27:39 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,
27:40 mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!"
27:41 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:
27:42 "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.
27:43 Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah."
27:44 Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.


* Yohanes 19:5-7,
19:5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah Manusia itu!"
19:6 Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."
19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.


dan pada pengkotbahan salib di


* 1 Korintus 1:23
tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan


Top
Profile

BP
Post subject:
PostPosted: Thu Aug 24, 2006 10:05 am
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 5497
Tuduhan Muslim :
Quote:


Maka, pembacaan secara letterlijk terhadap teks-teks Bibel hanya akan melahirkan konklusi dangkal dan tidak tepat. Sebagai contoh adalah dalam Injil Matius, "Mengapa sampai kalian tidak mengerti bahwa Aku bukannya berbicara dengan kalian mengenai roti? Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki. Ketika itu para murid mengerti bahwa Yesus menyuruh mereka berhati-hati, bukan terhadap ragi yang dipakai untuk membuat roti, tetapi terhadap pengajaran orang-orang Farisi dan Saduki" (Matius 16: 11-12).

Ayat sebelumnya berbunyi demikian, "Waktu pengikut-pengikut Yesus sampai di seberang danau, baru ketahuan oleh mereka bahwa mereka lupa membawa roti. Yesus berkata kepada mereka, "Berhati-hatilah terhadap ragi orang-orang Farisi dan Saduki." Mendengar kata-kata Yesus itu, pengikut-pengikutnya mulai berkata satu sama lain, "Ia berkata begitu karena kita tidak membawa roti." Yesus tahu apa yang mereka bicarakan. Lalau ia berkata, "Mengapa kalian persoalkan tentang tidak punya roti? Kalian kurang percaya! Masih belum mengertikah kalian? Apakah kalian tidak ingat akan lima roti yang aku belah-belah untuk lima ribu orang? Berapa bakul kelebihan roti yang kalian kumpulkan? Dan bagaimana pula dengan tujuh roti untuk empat ribu orang itu? (Matius 16: 5-10).

Sekarang bagaimana dengan ayat-ayat dalam Kitab Yehezkiel di atas? Sebuah analis kritis dari Yasir Anwar dalam bukunya Âlâm al-Masîh (2004) sangat menarik untuk disebutkan di sini.



JAWAB :


Kadang memang Yesus menggunakan perumpamaan-perumpamaan, atau simbol-simbol atau menyampaikan sesuatu dengan bahasa alegoris (kiasan). Namun konteks Yesaya pasal 53 dengan Matius 16:5-12 adalah berbeda.

Yesaya pasal 53 adalah jelas sebuah pernyataan nubuat, sedangkan Matius 16:5-12 Yesus menyampaikan ajarannya dengan bahasa kias dengan mengalegorikan kata ‘ragi’ sebagai ajaran dari orang-orang Farisi.

Matius 16:6 terdapat kata ‘ragi’, ζυμη - zumê, Yunani, dalam Perjanjian Baru (PB) ragi biasanya mempunyai arti buruk, bandingkan dengan ayat ini :


1 Korintus 5:8
LAI TB, Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran
KJV, Therefore let us keep the feast, not with old leaven, neither with the leaven of malice and wickedness; but with the unleavened bread of sincerity and truth.
TR, ωστε εορταζωμεν μη εν ζυμη παλαια μηδε εν ζυμη κακιας και πονηριας αλλ εν αζυμοις ειλικρινειας και αληθειας
Translit, hôste eortazômen mê en zumê palaia mêde en zumê kakias kai ponêrias all en azumois eilikrineias kai alêtheias


Dan memang kata ‘ragi’ dalam pengertian 2 ayat diatas adalah suatu metaphora mengenai ‘moral corruption’ yang bisa mempengaruhi orang-orang sekitarnya. Dan seperti yang dijelaskan dalam Matius 16:12 kata ‘ragi’ yang dimaksudkan adalah ajaran-ajaran dari orang Farisi dan Saduki.

Namun kalau Matius 16:1-12 berbicara mengenai makna kias, bukan berarti seluruh ayat dalam Alkitab adalah seluruhnya kias. Konteks Yesaya 53 dan Matius 16 ini jelas berbeda.


Top
Profile

BP
Post subject:
PostPosted: Thu Aug 24, 2006 10:07 am
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 5497
Tuduhan Muslim :
Quote:
Kedua, seputar penyaliban. Sebelum berbicara seputar penyaliban, ada bebera poin yang harus diungkap. Ayat tersebut berbicara tentang sifat fisik seseorang: tidak ada yang indah untuk dipandang, tak ada yang menarik untuk diinginkan, karena orangnya hina dan sengsara.

Sekarang mari kita terapkan sifat itu kepada Kristus! Ternyata, sifat-sifat tersebut tidak sesuai satupun untuk Kristus. Karena menurut umat Kristen, Yesus itu ganteng (tampan).



JAWAB :


Penulis tuduhan ini rupanya terpengaruh atas karya-karya seniman ternama yang bersifat religius kristiani yang terkenal yang lazim kita lihat, seperti karya Michelangelo dan Leonardo Da Vinci, misalnya. Namun karya-karya mereka hanyalah sebatas imajinasi seorang seniman saja.

Perlu diingat bahwa kitab Injil tidak pernah mencatat ciri-ciri fisik Yesus Kristus, misalnya : bagaimana warna kulitNya, gemuk-kurus-pendek-Nya dll.
Walaupun banyak sekali pengungkapan Injil tentang kepribadian Yesus, namun Allah tampaknya sengaja tidak mengilhamkan tanda-tanda fisikNya untuk ditulis dan diwariskan secara salah ke dunia. Tuhan tahu bahwa pengagungan (idol) unsur-unsur fisik oleh manusia akan berpotensi memicu SARA dan berhala.

Memang ada banyak lukisan karya para maestro dunia seperti Leonardo Da Vinci, Michelangelo dll. Dalam lukisan-lukisan mereka yang bertema religius, menggambarkan kira-kira wajah Yesus sesuai dengan insting seni mereka. Namun semua itu hanya rekaan seniman semata, bukan dengan dasar Alkitabiah yang menggambarkan bahwa Yesus memang berwajah seperti itu dan berpostur tubuh seperti itu.


Top
Profile

BP
Post subject:
PostPosted: Thu Aug 24, 2006 10:10 am
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 5497
Tuduhan :
Quote:
Tapi kebanyakan gambaran Yesus, kutip Yasir Anwar, bisa Anda lihat di film-film, batu lukis, dinding-dinding gereja dan kubah-kubahnya. Yesus juga bukan orang yang hina dan sengsara. Ia adalah orang mulia. Bukankah ia disebut sebagai "guru", bahkan tuan
dan tuhan? Lalu, jika disebutkan sifat hina dan sengsaraitu sifat siapa? Sifat nabi Yeremiakah? Bisa jadi. Atau kaisar Faris, Koruskan? Mungkin saja.



JAWAB :


Yesus dalam inkarnasiNya ke bumi, memang mengemban banyak gelar :

Ia bergelar Kurios (Tuan dan Tuhan)
Ia adalah Guru yang dihormati
Ia adalah pemimpin
Ia memegang jabatan sebagai Nabi
Ia dielu-elukan sebagai Raja dan seterusnya.

Lihat artikel : GELAR YESUS KRISTUS, di gelar-yesus-kristus-vt85.html#p170


Namun Dia dalam inkarnasiNya ke bumi juga mengemban tugas sebagai Hamba (Matius 12:18 ). Tugas kehambaanNya ini Ia buktikan dengan kesengsaraanNya di perjalanan salib (lihat Matius pasal 27 di seluruh ayat).


lihat Artikel : II. NUBUAT TENTANG MESIAS dan HAMBA TUHAN, di hamba-vt86.html#p191


Top
Profile

BP
Post subject:
PostPosted: Thu Aug 24, 2006 10:12 am
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 5497
Tuduhan :
Quote:
Coba terapkan kepada nabi Yeremia! "Aku diolok setiap orang, dihina dari pagi sampai petang" (Yeremia 20: 7). "Tuhan, aku dihina dan diejek setiap waktu, karena menyampaikan pesan-Mu" (Yeremia 20: 8).

Juga soal karakteristik kejiawaan. Sebenarnya, penyakit kitalah yang dideritanya, padahal kita menyangka penderitaan itu hukuman Allah baginya.
"Tetapi ia dilukai karena dosa-dosa kita... Sifat-sifat inipun sesuai untuk nabi Yeremia. Ia berkata;...hatiku hancur dan aku gemetar Tuhan, dan tulang-tulang terasa gemetaran" (Yeremia 23: 9)

"Mengapa aku harus dilahirkan? Kalau hanya untuk menderita kesukaran. Dan supaya hidupku berlalu semata-mata dalam malu"(Yeremia 20: 18). Ini adalah ayat yang menyatakan karakteristik kejiwaan sosok yang ada dalam Kitab Yehezkiel di atas. Sesuaikah bagi Yesus? Kehidupan Yesus berlalu bukan untuk menanggung
malu.

Yang terakhis reaksinya. Apa reaksinya? Ia diperlakukan dengan kejam, tapi menanggungnya dengan sabar. Ia tidak membuka mulutnya seperti domba yang dibawa ke pembantaian.

Apakah teks di atas berbicara dan menunjukkan tentang peristiwa penyaliban? Ternyata tidak, bahkan jauh. Karena teks tersebut berbicara tentang "kelemahan" dan ketidakberdayaan diri dalam menghadapi kejahatan.

Jadi tidak ada kaitannya dengan Yesus. Lalu bagaimana dengan nabi Yeremia? Ternyata lebih tepat teks tersebut untuk disandang olehnya. " "Namun aku seperti domba yang tanpa curiga dibawa ke tempat pembantaian (penjagalan)..." (Yeremia 11: 19).

Sekali lagi kita bertanya lagi kepada umat Kristen: Apakah nabi Yeremia dibunuh, disembelih? Apakah dia disalib? sebagaimana ayat di Mazmur ini, "...kami terus terancam maut, dan diperlakukan seperti domba sembelihan" (Mazmur 44: 23); " Orang-orang dungu dan bodoh sama-sama binasa..." (Mazmur 49: 11); " Seperti domba mereka ditentukan untuk mati" (Mazmur 49: 15).

Penulis berasumsi dan sangat yakin, bahwa tidak ada seorangpun dari umat Kristen yang berani menyatakan bahwa Yesus "bodoh" dan "dunggu". Lagi-lagi, ayat-ayat alam Perjanjian Lama tersebut tidak bisa dipahami secara harfiyyah, karena hasilnya akan salah.

Sejatinya, ayat-ayat tersbut tentang "minim" siasat dan "lemah diri" dalam menghadapi kejahatan, seperti yang sudah dijelaskan pada bagian terdahulu.

Kemudian kata "dibawa", merupakan sifat dari "domba". Domba tersebut "dibawa ke pembantaian (penjagalan)". Padahal, umat Kristen meyakini bahwa Yesus tidak pernah dibawa "ke penjagalan", berati itu sungguh-sungguh sebuah "paralogisme".



JAWAB :


Memang tidak ada kaitannya antara pergumulan yang dialami Yeremia dengan nubuat kepada penderitaan Mesias nanti. Yeremia 20:7-18 khusus mencatat keluh-kesah Yeremia akibat tekanan jabatannya ditengah-tengah umat Allah yang kala itu meninggalkan TUHAN. Ketidak-populeran pelayanannya dan olok-olok terhadap pelayanannya ini, Yeremia merasa tertekan.

Tetapi nubuat yang tertulis dalam Kitab Yesaya tidak menubuatkan Nabi Yeremia. Yeremia adalah seorang nabi, namun ia bukan serorang Mesias yang dijanjikan dalam Kitab Yesaya. Ciri-ciri Mesias adalah jelas dalam nubuat Yesaya, diantaranya adalah :

1. Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan
Nubuat: Yesaya 7:14. Penggenapan: Matius 1:18-25.

2. Mesias akan diurapi oleh Roh Kudus
Nubuat: Yesaya 11:1-2. Penggenapan: Matius 3:16,17.

3. Ada yang mempersiapkan jalan bagi mesias
Nubuat: Yesaya 40:3; Maleakhi 3:1. Penggenapan: Matius 3:1-3.

3. Mesias akan mengadakan mujizat-mujizat
Nubuat: Yesaya 35:5,6. Penggenapan: Matius 9:35

4. Mesias akan mati dengan kematian yang mengenaskan
Nubuat: Mazmur 22; Yesaya 53. Penggenapan: Matius 27.

5. Diam dihadapan penuduh-Nya
Nubuat: Yesaya 53:7. Penggenapan: Matius 27:12-14

6 Dihukum di antara penjahat-penjahat
Nubuat: Yesaya 53:12. Penggenapan: Matius 27:38

7 Mesias menderita karena dosa kita.
Nubuat: Yesaya 53:5-6. Penggenapan: 1 Petrus 2:24


Selengkapnya, baca di Artikel : Nubuat Perjanjian Lama Tentang Mesias Terpenuhi Dalam Diri Yesus Kristus, di nubuat-pl-tentang-mesias-terpenuhi-dalam-diri-yesus-kristus-vt2217.html


Top
Profile

BP
Post subject:
PostPosted: Thu Aug 24, 2006 10:14 am
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 5497
Tuduhan :
Quote:
Lalu sifat orang itu adalah, "Seperti domba yang diam di depan hukumannya, ia tidak membuka mulutnya". Sifat ini juga tidak sesuai dengan Yesus. Ia lebih tepat dialamatkan kepada nabi Yeremia. "Mengenai diriku, memang ada dalam kuasa kalian. Lakukan apa saja menurut kemauan kalian" (Yeremia 26: 14).

Karena dalam Injil, sifat Yesus adalah mengeluh, marah, menangis, menyesal dan murka. "...apakah Aku ini penjahat, sampai kalian datang membawa pedang dan pentungan untuk menangkap Aku"? (Matius 26: 55).



JAWAB :


Memang dalam beberapa kasus Yesus dengan tegas menegakkan ajaranNya, misalnya dalam hal penerapan yang benar terhadap pelaksanaan Hukum Taurat Yesus seringkali mengecam ajaran-ajaran orang-orang Farisi. Dalam satu waktu Yesus juga ‘marah’ atas perlakuan orang Yahudi yang mengotori Bait Allah bagai sarang penyamun (Matius 21:12-17)

Namun dalam peristiwa proses penyaliban, Yesus tertulis jelas dalam Alkitab bahwa Ia melakukan apa yang sesuai dalam nubuat Yesaya, yaitu diam dihadapan penuduh-Nya


* Yesaya 53:7
LAI TB, Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
KJV, He was oppressed, and he was afflicted, yet he opened not his mouth: he is brought as a lamb to the slaughter, and as a sheep before her shearers is dumb, so he openeth not his mouth.
Hebrew,
נִגַּשׂ וְהוּא נַעֲנֶה וְלֹא יִפְתַּח־פִּיו כַּשֶּׂה לַטֶּבַח יוּבָל וּכְרָחֵל לִפְנֵי גֹזְזֶיהָ נֶאֱלָמָה וְלֹא יִפְתַּח פִּיו׃
Translit, NIGAS VEHU NA'ANEH VELO YIFTAKH-PIV KASEH LATEVAKH YUVAL UKHERAKHEL LIFNEI GOZZEIHA NE'ELAMAH VELO YIFTAKH PIV


Penggenapan :


* Matius 27:12-14
27:12 Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun.
27:13 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
27:14 Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.


Top
Profile

BP
Post subject:
PostPosted: Thu Aug 24, 2006 10:16 am
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 5497
Tuduhan :
Quote:
Bahkan, menurut keyakinan Kristen -ayat ini telah kita batalkan pada tulisan pertama-ketika di tiang salib berseru, ""Eloi, Eloi lama sabakhtani?" yang berarti, "Ya Tuhan -Ku, ya Tuhan-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Markus 15: 34).



JAWAB :


Inilah hal yang pasti sulit dipenuhi oleh Yeremia, suatu keheranan yang besar, bahwa nabi Daud-pun menulis nubuat tentang Mesias : Kitab Mazmur telah berumur sangat tua, diteruskan hingga ke zaman Yesus dan murid-muridNya, yang Yesus sendiri sering mengutipnya.

Tanpa kesadaran akan apa yang terucap dari mulut Daud, namun Roh Tuhan telah menuntunnya bernubuat rinci segala pernik kejadian yang akan dijalani oleh seorang mesias yang akan disalibkan demi membebaskan umatNya. Mesias ini akan megalami penghinaan, penganiayaan, “penusukan di tangan dan kaki” (istilah nubuat Daud untuk penyaliban), dan mengalami kematian dan ditinggal oleh Roh Tuhan, namun juga mengalami kebangkitannya dari kematian!

Semuanya itu secara ajaib tergenapi oleh Yesus Sang Mesias 1000tahun sesudahnya (lihat Mazmur pasal 2, kemudian pasal 8, 16, 40, 41, 45, 68, 69,89, 102, 110, 118 )

khususnya di :


* Mazmur 22:2,7,8,17,19
22:2 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
22:7 Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.
22:8 Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
22:17 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.
22:19 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.


Bahkan teriakan ungkapan-kematian Yesus diatas kayu salibpun, terjadi persis seperti yang telah dinubuatkan oleh Daud “ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI?” :


* Matius 27:46,
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"


Mazmur 22:19 : Jubahnya yang diundi orang-orang pada saat peristiwa kematiaanNya pun terjadi PERSIS seperti yang dinubuatkan Nabi Daud 1000 tahun sebelumnya :


* Yohanes 19:23-24
19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
19:24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.


Masihkah penulis 'memaksakan' bahwa Yeremia-lah yang dinubuatkan dalam Kitab Yesaya? Argumen penulis tuduhan ini sungguh tidak berdasar!.


Top
Profile

BP
Post subject:
PostPosted: Thu Aug 24, 2006 10:20 am
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 5497
Tuduhan :
Quote:
Mari kita kembali kepada teks! " Dalam kesesakan ia ditangkap. Dalam bangsanganya, siapa yang mengira bahwa ia ditebang dari tanah kehidupan dan dimusnahkan demi masyarakatku". Teks ini tidak sesuai bagi Yesus. Ia lebih tepat untuk nabi Yeremia. ""Segera setelah Yeremia selesai mengumumkan pesan Tuhan seperti yang diperintahkan-Nya, mereka (pemimpin kepala, para nabi dan seluruh rakyat) menangkapnya sambil berkata: "Kau harus mati!" (Yeremia 26: 8).

"Segera setelah Yeremia selesai mengumumkan pesan Tuhan seperti yang diperintahkan-Nya, mereka (pemimpin kepala, para nabi dan seluruh rakyat) menangkapnya sambil berkata: "Kau harus mati!"(Yeremia 26: 8)

"Aku tidak tahu bahwa akulah yang menjadi sasaran rencana jahat mereka. Mereka berkata, "Mari kita tebang pohon ini sementara masih dapat menghasilkan buah; kita musnahkan dia supaya namanya dilupakan orang" (Yeremia 11: 19)

Ketika Yeremia sampai di Pintu Gerbang Benyamin, komandan tentara yang bertugas di situ menahannya dan mengangkapnya seraya berata, "Engkau mau lari ke pihak orang Kaldea! (Perwiran itu bernama Yeria anak Selemya cucu Hananya). Yeremia menjawab, "Tidak benar! Aku tidak bermaksud lari ke pihak musuh." Namun Yeria tidak mau mendengarkan perkataan Yeremia, malah ia menangkapnya dan membawa Yeremia ke hadapan pemerintah. Pemerintah itu marah kepadanya, mereka memukulinya dan mengurungnya di rumah Yonatan, sekretaris negara yang sudah dijadikan penjara oleh mereka" (Yeremia 37: 13-15).

Dalam teks, ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya, walaupun ia tak pernah melakukan kejahatan, dan tak pernah menipu. Sesuaikah ayat ini bagi Yesus? Sekali lagi, tidak!

Teks ini pada hakikatnya tidak sesuai bagi Yeremia juga bagi Kristus, karena Kristus -menurut pengakuan mereka-diletakkan dalam kuburnya sendiri. Maka, di hadapan mereka tidak ada cara lain kecuali melakukan takwil (interpretasi) atas kata "kuburan" kepada "salib".

Bersamaan dengan itu, Kristus tidak disalib bersama-sama dengan orang jahat, tidak pula dengan orang kaya, tetapi bersama dua orang pencuri; satu
orang diantara mereka mengejeknya dan seorang lagi percaya kepadanya (menurut riwayat Injil Lukas).

Lalu ia (penjahat yang percaya pada Yesus) berkata, "Yesus, ingatlah saya, kalau Engkau datang sebagai Raja!" Lalu Yesus berkata: "Percayalah, hari ini engkau akan bersama Aku di Firdaus (Lukas 23: 42-43)

Tidak ada orang kaya pada saat kematian Yesus. Jika mereka tidak memiliki jalan keluar dari penakwilan, maka kitapun akan menakwilkan teks tersebut kepada Yeremia.



JAWAB :


Mesias dinubuatkan mati bersama penjahat dan dikuburkan dalam kuburan seorang kaya
Nubuat: Yesaya 53:9; Penggenapan: Matius 27:38, 57-60


* Yesaya 53:9
LAI TB, Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya
LAI TL, Bahwa ditentukan oranglah kuburnya di antara segala orang fasik, tetapi dalam hal matinya adalah ia di antara orang kaya-kaya, karena iapun tiada berbuat dosa, dan tipupun tiada terdapat dari pada mulutnya
KJV, And he made his grave with the wicked, and with the rich in his death; because he had done no violence, neither was any deceit in his mouth.
Hebrew Bible Terj., And they made his grave with the wicked, and with the rich his tomb; although he had done no violence, neither was any deceit in his mouth.
Hebrew,
וַיִּתֵּן אֶת־רְשָׁעִים קִבְרֹו וְאֶת־עָשִׁיר בְּמֹתָיו עַל לֹא־חָמָס עָשָׂה וְלֹא מִרְמָה בְּפִיו׃
Translit, VAYITEN 'ET-RESYAIM {orang-orang fasik} QIVRO {kuburnya} VE'ET-'ASYIR {orang kaya} BEMOTAV 'AL LO-KHAMAS 'ASAH VELO MIRMAH BEFIV


Apakah nubuat diatas dipenuhi oleh Yeremia? Atas dasar apa?

Sekarang silahkan teliti fakta dibawah ini, bahwa Yesus disalib dengan 2 penjahat dan dikuburkan dalam kuburan milik Yusuf Arimatea, seorang kaya :


* Matius 27:38, 57-60
27:38 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya
27:57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.
27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.
27:59 Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,
27:60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia


Tuduhan :
Quote:
Kata kubur dan mati digunakan dalam bentuk yang sebenarnya (denotasi) juga dalam bentuk metaforis. Jika digunakan dalam bentuk denotasi, maka teks tersebut dari awal hingga akhirnya tidak sesuai pada seorang manusiapun. Karena di akhir teks akan tampak jelas bahwa pemilik teks tersebut telah menikah, melahirkan dan memerangi.

Artinya, ia belum mati secara benar-benar, namun hanya dalam bentuk metaforis (majaz). Begitu juga kata kubur dipakai dalam bentuk majaz untuk menjelaskan ras "putus asa", "frustasi" dan ketidakberuntungan (sial).

Bisa jadi artinya adalah penjara atau sumur yang dalam (Arab; al-jubb) yang diletakkan di dalamnya Yeremia (sekali ia dimasukkan ke dalam penjara, kemudian ia juga dimasukkan ke dalam sumur sekali). Dan sudah dapat dimaklumi bahwa isi penjara adalah orang-orang jahat, pendosa, kriminal, orang kaya dan orang miskin.

Mereka lalu mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam sumur milik Malkia putra raja dengan menggunakan tali. Di dalam sumur itu tidak ada air, yang ada hanya
lumpur, dan Yeremia dimasukkan ke dalam lumpur itu (Yeremia 38: 6)

Lalu raja memerintahkan Ebed-Melekh (seorang Ethiopia/Sudan), "Bawalah tiga orang dan keluarkanlah Yeremia dari sumur itu sebelum ia mati (Yeremia 38: 10).

Penulis kira, itulah interpretasi yang benar. Kalau Kitab Yehezkiel ini dipaksakan agar sesuai untuk Yesus Kristes, namanya "pemerkosaan" teks. Karena pasti hasilnya akan "melenceng". Dari analisa-analisa yang dipaparkan di atas, jelas sudah bahwa Kristus
benar-benar tidak disalib. Ia tidak mati untuk 'menanggung dosa seluruh bangsa', apalagi seluruh umat manusia.



JAWAB :


Penulis tuduhan ini masih juga ‘bingung’ antara siapa Yesaya dan siapa Yehezkiel. Dan dari tulisannya telah membuktikan bahwa penulis sendirilah yang sedang ‘memperkosa teks’.
Kalau saja peristiwa penyaliban yang diimani umat Kristiani itu dianggap cerita fiksi belaka, bagaimana tanggapan penulis tuduhan ini terhadap catatan sejarah ‘sekuler’ yang juga merekam kejadian itu, sebagai berikut :


PENYALIBAN YESUS MENURUT SUMBER SEKULER


1. CORNELIUS TACITUS


Seorang sejarawan Romawi yang lahir sekitar 52 – 54 masehi dan meninggal sekitar 120 M. Ditahun 112 M menjadi Gubernur Asia. Mengarang buku Annals yang berisi sejarah kekaisaran Romawi periode 14 M – 68 M. Dalam bukunya Annals, volume XV, tentang Nero, Tacitus menuliskan :
Sumber :

Apologetika
Josh McDowell
Gandum Mas, 2002, jilid 1, halaman 44 :

…… Nero dari keaiban oleh karena dituduh telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi untuk menghentikan desas desus itu dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci karena kejahatannya. KRISTUS YANG MENJADI PENDIRI KEPERCAYAAN ITU, TELAH DIHUKUM MATI OLEH PONTIUS PILATUS, wali negeri Yudea dibawah pemerintahan Tiberius ……….


2. LUCIANUS DARI SAMOSATA


Seorang filsuf dan sejarawan Yunani yang lahir di Samosata tahun 120 M dan meninggal sekitar 180 M di Athena. Dalam salah satu bukunya The Passing Perregrinus, Lucianus menuliskan sebagai berikut :

Sumber :
Ibid, halaman 139 :

…… ORANG YANG DISALIBKAN DI PALESTINA karena memperkenalkan aliran kepercayaan baru ini kepada dunia …. Selanjutnya pemimpin mereka yang pertama-tama meyakinkan bahwa mereka semua adalah saling bersaudara …. Dengan menyangkal dewa-dewa Yunani dan menyembah pecundang yang DISALIBKAN itu sendiri serta mentaati hukum-hukumnya …


3. FLAVIUS JOSEPHUS


Nama aslinya adalah Joseph bin Matthias, seorang sejarawan Yahudi yang lahir tahun 37 M di Yerusalem dan meninggal tahun 100 M di Roma. Di tahun 93 M menuliskan buku Antiquitates Judaicae, yang terdiri dari 20 buku yang menuliskan sejarah Yahudi dari penciptaan hingga pecahnya pemberontakan tahun 66 – 70 M. Dalam buku ke 18 menuliskan sebagai berikut :


Sumber :
Ibid, halaman 139 :

Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia ….. Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus atas desakan orang-orang penting diantara kita, telah MENGHUKUMNYA DIKAYU SALIB, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan dia karena dia telah MENAMPAKKAN DIRI lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari ketiga ……

Beberapa kritikus menganggap bahwa tulisan ini tidak asli dari Josephus karena berisi indikasi akan sifat ketuhanan Yesus, namun tetap saja penolakan itu masih merupakan hipotesa yang belum dapat dibuktikan.


4. TALMUD YAHUDI


Talmud Babilonnia memberikan informasi sebagai berikut :

Sumber :
Ibid, halaman 144

Pada hari sebelum paskah merka MENGGANTUNG YESHU (DARI NAZARETH) dan selama 40 hari sebelumnya telah beredar pengumuman yang mengatakan bahwa (Yeshu dari Nazaret) akan dilontari batu ……. Tetapi karena tidak ayang datang untuk membela dia, mereka menyalibkannya pada hari menjelang Paskah”



Jadi sumber sejarawan sekuler Romawi, Yunani dan Yahudi yang saat itu memusuhi agama Kristenpun menuliskan tentang penyaliban Yesus dan penampakannya kepada murid-muridnya.



Blessings,
BP






Selanjutnya, silahkan baca ARTIKEL terkait, di :

1. TANGGAPAN ATAS KRITIK TERHADAP PENYALIBAN YESUS (1), di :
tanggapan-atas-kritik-terhadap-penyaliban-yesus-1-vt615.html#p1398

2. TANGGAPAN ATAS KRITIK TERHADAP PENYALIBAN YESUS (2) PENJELASAN KEMATIAN YESUS :
KEMATIAN KURBAN DAN DARAH PERJANJIAN UNTUK PENGAMPUNAN DOSA, di tanggapan-atas-kritik-terhadap-penyaliban-yesus-2-vt618.html#1408

3. Tuduhan : DISTORSI NUBUAT LUKAS 4: KEBANGKITAN YESUS, di 61-distorsi-nubuat-lukas-4-kebangkitan-yesus-vt728.html#p1693

4. Menanggapi Tuduhan dan Salah Paham : Penyaliban Isa as: Dogma Kristen dan Ahmadiyah, di penyaliban-isa-as-dogma-kristen-dan-ahmadiyah-vt2244.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar