Sabtu, 19 September 2009

67-71

#
kadzim berkata
9 September 2009 pada 11:18

Mas Joni Esmod, di bawah ini tulisan saya yang bagi umat kristen seperti Tsunami, selamat membaca.

Tulisan ini sangat penting untuk dibaca oleh mereka yang andil dalam perdebatan.

Di bawah ini saya tulis tentang hakekat umat kristen yang tidak menghargai dirinya sebagai manusia sejati.

Sebelumnya perlu saya ingatkan beberapa pertanyaan saya yang tidak pernah terjawab, diantaranya:

1) Tentang kaliamat (((Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga))) LUKAS 24:46.

Yang katanya tertulis di Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.
Ternyata tidak ada satupun yang bisa jawab, artinya Yesus DUSTA atau Alkitab PALSU.

2) Tentang Uang hasil kejahatan Yudas, kapan Yudas beli tanah dan kapan Yudas bunuh diri ?
sebab itu tertulis di MATIUS 27:3-5 dan KISAH PARA RASUL 1:18-19

3) Menyangkut Definisi Tuhan,
Tuhan umat Kristen yang Maha Kuasa, tidak dapat mendefinisikan diri-nya ?

4) Tentang Bunda Maria yang nikah dengan Yusuf tanpa cerai dengan Tuhan Bapa.

Semua itu satupun tidak terjawab.

Sekarang saya ingin mengajak umat Kristen agar lebih pandai dan bisa menjadi manusia sejati.

MARKUS, Injil ini dikenal sebagai Injil tertua dan tersingkat bila dibandingkan dengan ketiga Injil lainnya. Secara umum Injil Markus diakui sebagai referensi utama bagi penulisan Injil Matius maupun Lukas.

Terus terang dulu saya terkejut saat membaca MARKUS 8:33, karena tertulis;

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” MARKUS 8:33.

Yang perlu umat kristen ketahui adalah, di dunia ini ada ilmu logika, ilmu logika bukan ilmu yang berdiri sendiri akan tetapi sebagai pembantu ilmu-ilmu yang lain, fungsi ilmu logika seperti grammer dalam bahasa, atau alat bagi pemburu dan air bagi penyelam.

Agar umat kristen bisa memahaminya, maka saya beri contoh yang sederhana. (saya tahu ilmu ini tidak diajarkan di gereja, sebab pastor/pendeta tidak ingin ada orang kristen berfikir).

Contoh yang sederhana:
Saya tahu Monas adanya di kota Jakarta dan saya tahu di atas Monas terdapat Emas.

Yang saya tidak tahu, Tanggal berapa Emas itu diletakkan di atas Monas.

Ada Sayembara berhadiah 1 miliar.
Pertanyaannya: Tanggal berapakah Emas diletakkan di atas Monas ?

Saya pun lantas Berfikir…

Mengapa saya Berfikir ?
Karena terjadi benturan antara yang saya ketahui dan yang tidak saya ketahui (seperti yang sudah tertulis di atas).

Kesimpulan dari contoh di atas, “Fikiran timbul atas dasar benturannya dua hal; Yang diketahui dan yang tidak diketahui”.

Sebagai tambahan:
Mengapa fikiran juga dikiaskan sebagai cahaya ? Karena cahaya “Lampu” yang kita nikmati terjadi disebabkan adanya benturan antara
Min (-)dan Plus (+).

Coba kita kembali baca ayat MARKUS.

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” MARKUS 8:33.

Adanya Tuhan Bapa berfikir (dipikirkan Allah) bukti bahwa Tuhan Bapa tidak mengetahui segala sesuatu, jika Tuhan Bapa kristen Tuhan yang Maha Mengetahui, untuk apa berfikir?

Masihkah kalian akan mempertahankan Ajaran Saulus / Paulus yang tidak jelas ?

Terima Kasih.
***************************************

Diantara komentar Pemakai nama “Jelasnggak” tulisan tentang MARKUS 8:33 sebagai berikut:

(baru baca 1 buku dari ahmad deedat.. udah berlagak tau masalah seluruh dunia)

Menanggapi tulisan “Jelasnggak” saya minta kepada dia untuk membuktikan bahwa apa yang saya tulis tentang MARKUS 8:33 itu, ada di kitab (alm) ahmad deedat atau di kitab penulis yang lain.

Seandainya “Jelasnggak” jujur, pasti dia akan jawab, guna membuktikan kejujurannya.

Ternyata tidak ada perbedaan antara; Jelasnggak, Jhony_Walker, Alexa dan yang sejenisnya, mereka hanyalah pembohong.

Mungkin anda bertanya, mengapa mereka berbohong? yang perlu anda ketahui adalah, mereka mengikuti agama “kristen” karya Saulus / Paulus.

Agama kristen sendiri tidak ada dizaman Yesus, jadi tidak ada hubungan antara Yesus dan kristen.

Saulus / Paulus memang pembohong besar, tapi dia berani mengakuinya sebagaimana tertulis di ROMA 3:7, bukan seperti “Jelasnggak” dan sejenisnya.

Coba anda baca kalimat Saulus / Paulus di bawah ini;

Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi
kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
ROMA 3:7

Mas Joni Esmod, Sekarang pemakai nama “Jelasnggak” ingin keluar dari Blog ini sebagai pahlawan dan itu tidak akan terjadi, karena nasib dia akan seperti Jhony_Walker yang keluar sebagai pengecut.

Mas Joni Esmod,
Diantara pembaca dari kristen ada dua orang yang berkepribadian baik, nama mereka; Pak Romo & Pak Bakti kuncoro.

Saya sangat menghormati keduanya, semoga mereka dapat memberi komentar sebab akan bermanfaat bagi pembaca yang ber-agama kristen.

Terima Kasih.
Balas
#
Dikaw Damha. berkata
9 September 2009 pada 20:14

Salam sejatra selalu semua.

Kadzim ini membuat saya mengeluarkan ALKITAB saya yg sdh berdebu karena tidak pernah saya buka.
saya jadi lebih ingung lagi kemarin saya dapatkan kejanggalan kejanggalan di Pasal dan ayat2 lain dalam alkitab.

saya melihatnya memang ada perbedaan yang menyolok dari segi cara belajar agama antara umat kristiani dan umat islam.

yang jelas kebanyakan umat islam belajar jauh lebih detil tentang agamanya dibanding umat kristiani. hal ini harus kita akui secara jujur.

Bayak ilmu2 cara belajar (pengetahuan) islam yang ajarkan untuk murid2 atau para santri tapi ilmu belajar semacam itu tidak diajarkan pada kaum kristiani. kebanyakan dari kaum kristiani hanya mengikuti saja dari orang tua, bergitu juga orang tua mengikuti dari kakek dan neneknya begitulah seterusnya. Bukan bererti umat islam tidak ada yang demikian.

1.contohnya didalam ajaran umat islam ada pelajaran mengahafal kitab suci (AlQur’an) sehingga mungkin jutaan umat islam yang hafal kitab sucinya dan sangat detail. sementara hal ini tidak ada dalam umat kristiani. berapa banyak umat kristiani yang menghafal ( seperti umat islam) kitabnya.

2. Saya terus terang kagum bagi ulama2 islam pendahulu dan sampai saat itu, yang tidak mengijinkan terjemahan AlQur’an tanpa menyantumkan bahasa aslinya. sehingga apabila ada salah terjemahan langsung bisa dikoreksi. ini yang membuat keutuhan AlQur’an lebih terjaga dibanding Alkitab.
sementara AlKitab diterjemahkan dari bahasa ke bahasa tanpa menyantumkan bahasa aslinya, apa yang terjadi ? banyak kesalahan seperti yng dimuat Kadzim dalam perdebatanya yang pertama kata ” Sir” dalam bahasa inggris setelah diterjemahkan dalam bahasa indonesia berubah menjadi “Tuhan”. Entahlah kalau diterjemahkan ke bahasa lain lagi mungkin artinya juga akan berubah lagi.

3. Masik banyak lagi contoh2 yang lain

Salam sejatra bagi mereka yang mengikuti petunjuk.
Balas
#
kadzim berkata
9 September 2009 pada 23:19

Mungkin diantara pembaca ada yang ingin tahu bagaimana Yesus ber-ibadat?
di bawah ini saya sertakan ayat dari Alkitab.

(1) Nyanyian syukur atas pertolongan TUHAN Dari Daud.

Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. 2 Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus. MAZMUR 138:1-2.

(2) Yesus di taman Getsemani

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini s lalu 1 dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
MATIUS 26:39

Ayat pertama tentang Daud yang Sujud sedangkan Ayat kedua Yesus yang sujud, itu yang menurut istilah “Jelasnggak” {nungging, jedutin kepala ke ubin}

Begitulah cara ibadah Daud, Yesus dan umat ISLAM. Apakah umat kristen juga sujud dalam ber-ibadat?

Setahu saya tidak, sebab di tempat ibadat umat kristen (gereja) tersedia banyak kursi, fungsi kursi sebagai tempat duduk bukan tempat sujud.

Dan seandainya umat kristen juga sujud dalam ber-ibadah, mana mungkin “Jelasnggak” menyebutnya dengan {nungging, jedutin kepala ke ubin}.

Maka sekarang semuanya sudah jelas bahwa umat kristen hanyalah mengikuti agama karya si pendusta besar
Mr: Saulus / Paulus yang tidak ada hubungannya dengan Ajaran Yesus.

***************************************

Selamat membaca copy paste dari Tulisan “Jelasnggak”

Jelasnggak menjawab:

Eng.. ing… eng…

Tentu semua agama mewajibkan pemeluknya untuk menyembah Tuh@n.

Di dalam Kristen juga wajib menyembah Tuh@n. Malahan diharuskan menyembah dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa. Ngga cuman nunduk, nungging, jedutin kepala ke ubin, bediri, tengok kiri kanan.
Lebih dari itu Umat kristen wajib menyembah Tuh@n dengan hatinya.
Balas

*
jelasnggak berkata
10 September 2009 pada 01:28

Sekali lagi saya tulis nih..

Baca pelan-pelan…

Malahan diharuskan menyembah dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa. Ngga cuman nunduk, nungging, jedutin kepala ke ubin, bediri, tengok kiri kanan.
Lebih dari itu Umat kristen wajib menyembah Tuh@n dengan hatinya.

.
.
.
Kalau hati sudah panas, kemampuan berfikir biasanya menurun….

Hati yang damai dan tenang, membebaskan fikiran kita dari pembodohan…
.
.
.
.
..
.
.

Salam damai dalam ke-JENTELMAN-AN, ketenangan dan kecerdasan intelektual yang SANGATTTT bisa diandalkan.
Balas

#
kadzim berkata
10 September 2009 pada 02:32

Kalau hati sudah panas, kemampuan berfikir biasanya menurun, benar.

Hingga pertanyaan tentang agama kristen yang seharusnya dijawab anda abaikan, karena hati sudah panas, argument yang biasa anda andalkan tidak berfungsi atau seperti kata salah satu pengunjung, anda sedang “kalangkabut” sehingga Jelasnggak menjadi nggakJelas dan berpura-pura melawak.

Coba jawab pertanyaan yang sudah sekian kali saya ulang-ulang untuk membuktikan kebenaran ajaran kristen.

Jika “Jelasnggak” merasa iba dengan nasib kristen yang sedang terkapar, mengapa tidak berusaha menolongnya?

Anda juga perlu menghargai pembaca yang lain, karena mereka sedang menanti-nanti jawaban anda.

Soal bagaiman Yesus beribadat, akan saya tulis lebih lengkap sehingga para pembaca akan benar-benar tahu bahwa tidak ada hubungan antara umat kristen dengan Yesus.

Terima Kasih.
Balas

*
jelasnggak berkata
10 September 2009 pada 03:28

Bagaimana kalau kamu jawab dulu masalah Tuduhan kamu yang mengatakan bahwa Kristiani telah melanggar peraturan mengenai satu RT ada 7 gereja itu.

Apakah kamu berani mengakui bahwa kamu dan temanmu si sety telah melakukan tuduhan palsu kepada kristiani di forum ini..?

Kalau kamu sudah Jawab, nanti pasti saya akan jawab juga semua pertanyaan kamu itu (sebisa kemampuan saya)

Gimana..?

Berani ..?

.
.
.

Salam damai dalam ke-JENTELMAN-AN, ketenangan dan kecerdasan intelektual yang SANGATTTT bisa diandalkan.
Balas
o
Farasydaq berkata
10 September 2009 pada 15:39

“Jelasnggak” skrg si kazim lagi membongkar kepalsuan Injil,kok anda masih sibuk ngurusin RT 7.. selamatkan kitabmu! lalu mana tuduhan yang palsu? semuanya benar, dan itu sudah pasti 100% gerakan kristenisasi.. udah jgn pakai lari ke RT 7.. , cepat cari tim sar, tolongin tuh kristen yg sedang sakarat. mana tuh domba bapak.. domba ibu.. domba yesus.. kita sembelih aja di hari raya korban. Allahu Akbar.. ngek engek embeeeeek.
Balas
+
jelasnggak berkata
11 September 2009 pada 04:38

Saya kan sudah katakan.

Saya akan menjawab semua pertanyaan si Kadzim (sesuai dengan kemampuan saya), asalkan si Kadzim bersedia menjawab apakah tuduhannya mengenai kristen curang (1 RT tujuh gereja – TOPIK UTAMA ARTIKEL INI) sudah selesai atau belum.
Sudah berhari-hari tantangan saya tidak dijawab.

Si kadzim malahan dengan sibuknya mengarahkan opini pembaca dengan mengatakan saya tidak menjawab pertanyaannya.

Tampaknya si kadzim tidak cukup JENTELMEN untuk mengakui kesalahannya itu… :lol:

Sekarang kalian tahu bukan .. orang macam apa teman seukhuwah kalian ini…. ?
Orang yang sukanya menebar tuduhan palsu, orang yang sukanya menghasut orang lain (yang taraf pendidikannya agak kurang – sehingga bisa dengan mudah dibohongi dan dihasut).

Nah.
Agar kalian bebas dari orang seperti ini (cuman saran aja nih.. mau denger terserah, ngga juga terserah..), maka yang kalian harus lakukan adalah MENGGUNAKAN OTAK kalian. Saya yakin kalian masih bisa berfikir dengan baik…

Baca – bertanya – berfikir – simpulkan
Baca – bertanya – berfikir – simpulkan

Itu yang harus kalian lakukan.

Bukannya,

Baca – ngga mikir – ikut apa kata si kadzim
Baca – ngga mikir – ikut apa kata si kadzim

Nanti kalian ngga akan maju, kalau ikut si kadzim melulu..

Di dalam suatu debat yang baik, satu topik diselesaikan dulu. Baru kemudian beralih ke topik lainnya. Itupun harus di buat thread baru/di halaman tersendiri..
Tapi coba lihat gaya si kadzim… Tuduhan yang pertama (1 RT 7 gereja) belum selesai, eh, sudah dimunculkan topik yang baru… lalu disambung dengan topik-topik baru lainnya.

Padahal semua pembaca yang pintar sudah tahu, si kadzim sedang dalam posisi tersudut karena ngga bisa counter balik sanggahan saya mengenai 1 RT tujuh gereja itu. Karena dia ngga bisa jawab maka cara yang tepat adalah membombardir lawan bicaranya dengan pertanyaan. Dan kemudian membangga-banggakan dirinya sendiri sudah menang debat dengan si A, si B, si C. (padahal saya berfikir mantan lawan2 si kadzim sedang cekikikan ngeliatin tingkah polahnya si kadzim .. hi hi hi.. saya sendiri kadang suka cekikak-cekikik sendiri membaca tulisan si kadzim…. karena saya teringat dengan anak tetangga saya baru masuk sekolah dasar)

Salahnya si kadzim,…. dia berfikir, para pembaca disini adalah orang lulusan pesantren ibtidayah almukaromah (yang bisanya cuman baca “alib ba ta za” saja – sehingga gampang sekali di-eksploitasi olehnya).
Dia tidak sadar, banyak pembaca yang intelek juga ikut membaca tulisan ini.

Usaha membelokkan topik tampaknya ngga akan berhasil di sini. Karena pembaca banyak yang pinter. (Kecuali kalau pembaca itu tidak menggunakan otaknya, sehingga bisa dikibulin oleh si kadzim ini)

(Nih perhatikan, saya tebak nih… nanti pasti si kadzim berkata seperti ini lagi : “Teman-teman.. si jelasnggak ini tetap tidak menjawab pertanyaan saya..dia itu ini itu.. bla bla..”…………. Tapi dia sendirilah yang ngga berani menjawab pertanyaan saya.)

.
.
.
Salam damai dalam ketenangan berfikir yang bisa diandalkan
Balas
#
Farasydaq berkata
11 September 2009 pada 04:56

“Jelasnggak” skrg si kazim lagi membongkar kepalsuan Injil,kok anda masih sibuk ngurusin RT 7.. selamatkan kitabmu! lalu mana tuduhan yang palsu? semuanya benar, dan itu sudah pasti 100% gerakan kristenisasi.. udah jgn pakai lari ke RT 7.. , cepat cari tim sar, tolongin tuh kristen yg sedang sakarat. mana tuh domba bapak.. domba ibu.. domba yesus.. kita sembelih aja di hari raya korban. Allahu Akbar.. ngek engek embeeeeek..
Balas

#
jelasnggak berkata
10 September 2009 pada 04:28

Kadzim Menulis:

Soal bagaimana Yesus beribadat, akan saya tulis lebih lengkap sehingga para pembaca akan benar-benar tahu bahwa tidak ada hubungan antara umat kristen dengan Yesus.

Kadzim : “Kristiani diwajibkan sembayang ngga ya..?”

Jelasnggak : “Iya dong..! Sembayangnya ngga cuman nungging, jedutin kepala ke ubin, tetapi juga harus dengan hati…”

Kadzim (tersinggung) : “Jangan menghina cara umat Islam berdoa ya !. Yesus dan Daud pun berdoa dengan cara bersujud. Kami muslim mengikuti mereka. Sedangkan kalian setahu saya tidak mengikuti mereka…”

Jelasnggak : “Lho..? kan saya bilang “NGGA CUMAN”… …itu artinya, TIDAK HANYA kepala menyentuh ubin saja, tetapi juga harus dengan hati…”

Kadzim (bingung) : “Ngga ngerti..”

Jelasnggak : “Kalau saya berkata “Penjahat itu TIDAK HANYA merampok, tetapi juga memenggal kepala korbannya”……..Apakah Penjahat itu hanya memenggal kepala korbannya saja…? Tidak kan…? …. Perampok itu memenggal DAN JUGA merampok..! Ngerti….?”

Kadzim : “Soal bagaimana Yesus beribadat, akan saya tulis lebih lengkap sehingga para pembaca akan benar-benar tahu bahwa tidak ada hubungan antara umat kristen dengan Yesus.”

Jelasnggak : “Wah…? Lagi-lagi memperkenalkan topik yang baru yang ngga ada hubungannya….”

.
.
.
.
Zimmmm…….Zimmm……..?

lagi-lagi saya membuktikan level berfikir kamu yang begitu tertinggal…(yang lain udah ngantor… situ masih di dapur sibuk bikin kopi)

Nah… bagaimana kita akan berdebat mengenai isi alkitab (yang isinya itu susah dimengerti karena banyak memakai bahasa alegori..)

.
.
.
.
.
Salam damai dalam ke-JENTELMAN-AN, ketenangan dan kecerdasan intelektual yang SANGATTTT bisa diandalkan.
ps. 1 RT tujuh gereja jangan dilupakan tuh…
Balas

*
M. Sejuki berkata
10 September 2009 pada 05:02

@Kadzim

Mohon maaf, saya ikut nimbrung sedikit.

@Jelasnggak

Anda mengatakan (tepatnya ’setuju’) bahwa Kristen juga sembahyang setelah diuraikan oleh @Kadzim ayatnya dalam Alkitab bahwa Yesus juga sembahyang sebagaimana Nabi Muhammad dan Nabi lainnya sembahyang. Sebagaimana yang anda tulis berdasar anekdot yang anda karang sendiri di atas :

Kadzim : “Kristiani diwajibkan sembayang ngga ya..?”

Jelasnggak : “Iya dong..! Sembayangnya ngga cuman nungging, jedutin kepala ke ubin, tetapi juga harus dengan hati…”

Jawaban anda di atas semakin memperjelas ketidak-jujuran anda dengan 2 (dua) alasan :

1. Dapat dipastikan bahwa jawaban anda akan lain jika @Kadzim tidak menampilkan ayat dalam
Alkitab bahwa Yesuspun juga shalat.

2. Jawaban anda bertentangan dengan realitas lapangan. Tepatnya realitas lapangan
peribadatan kaum Kristiani yang berdiri atau duduk di kursi sambil nyanyi-nyanyi
bertentangan atau tidak berkesesuaian dengan yang diajarkan dan dicontohkan Yesus.
– Yesus sujud, sementara kalian berdiri atau duduk di kursi
– Yesus dalam sujudnya berdo’a minta ampun kepada Allah, sementara kalian berdiri atau
duduk sambil nyanyi-nyanyi berdo’a dan minta ampun kepada Yesus.

Lho? Bagaimana ini? Kok ajaran dan contoh dari Yesus yang begitu gamblang dalam Alkitab tidak diikuti? Bagaimana mungkin kalian tetap ngotot mengklaim sebagai pengikut Yesus? Dan bagaimana mungkin kalian dapat diselamatkan oleh Yesus sementara ajaran-ajaran beliau tidak kalian ikuti dan patuhi?

Aya-aya wae…..
Balas
o
jelasnggak berkata
10 September 2009 pada 06:31

@M. Sejuki

Tampaknya Susah banget menjelaskan apa yang ada di benak saya ini kepada kalian..

Bacalah! IQRA!

“Sembayangnya ngga cuman nungging, jedutin kepala ke ubin, tetapi juga harus dengan hati…”

bersujud dengan hati yang terhubung denganNya
berlutut dengan hati…
bertepuk tangan dengan hati…
menunduk kepala dengan hati…
mengangkat tangan dengan hati…
Duduk tenang dengan hati…
berdiri dengan hati…
Menyanyi dengan hati
menyanyi sambil tepuk tangan dengan hati…
.
.
dll
,
,
dst.
.
.
dsb
.
.
Semua yang dilakukan dengan hati tertuju kepadaNYA… adalah SEMBAHYANG…

Itu cara kristiani yang wajib dilakukan.

Begitu Pak Sujuki..

(Emang agak susah memahami hal-hal kecil seperti ini, jika kita belum terbiasa.. :lol: )

Supaya terbiasa, caranya gampang. Lepaskan saja pikiran kamu dari semua kebencian..
Itu resepnya.

Kalau kamu ikuti anjuran saya ini, maka INSYAYESUS kamu akan sedikit-demi sedikit melihat maksud saya..

Dan seperti yang saya pernah katakan, “hati yang damai akan membebaskan kita dari pembodohan”

Kalau hati ngga damai, cepat tersinggung, kualitas pikiran pun jadi menurun..

Iya nggak ?
.
.

Oiya.. hampir lupa.

Kamu berkata bahwa Jawaban saya bertentangan dengan realitas lapangan.

Saya mau tanya.

Apakah kamu ini ada, pada saat kristiani sedang sembahyang baik di gereja, di rumah, di kamar tertutup dsb ….?

Kalau ngga..,… darimana kamu bisa tahu kristiani tidak pernah melakukan sujud…?

Untuk sekedar pengetahuan saja.

Para Imam katolik itu kalau kamis putih atau jumat agung mereka tengkurap di lantai mencium tanah sambil kepalanya ditutupin kerudung…

Itu bukan sujud..?

———-

By The Way…

Saya mahu tanya nih…

Begini.

Kalian kan sewot menuntut bahwa kristiani harus mengikuti apa yang Yesus dan Daud lakukan.

Nah sekarang gantian. Saya bukan mau sewot atau apa. Cuman pengin tahu.

Apakah kalian juga mengikuti setiap apa yang dilakukan Muhamad ..? ..khususnya hal-hal berikut ini :

Abu-Dawud Book 1, Number 14:
Diriwayahkan Abdullah ibn Umar: Ketika nabi (saw) ingin buang hajat, ia tidak akan mengangkat busananya, sebelum ia membungkukkan diri didekat tanah.

Abu-Dawud Book 1, Number 22:
Diriwayahkan Amr ibn al-’As: AbdurRahman ibn Hasanah melaporkan: Saya dan Amr ibn al-’As pergi ke nabi (saw). Ia keluar dgn tameng kulit (ditangannya). Ia menutupi tubuhnya dgnnya dan buang air kecil. Lalu kami mengatakan: Lihatlah! Ia (nabi) buang air spt seorang wanita ………

Abu-Dawud Book 1, Number 40:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Rasulullah (saw) mengatakan: Barang siapa pergi buang hajat, ia harus membawa TIGA BATU utk mencuci diri. Itu cukup baginya. (Diulangi dlm No. 41)

Abu-Dawud Book 1, Number 15:
Diriwayahkan AbuSa’id al-Khudri: Saya mendengar rasulullah (saw) mengatakan: Jika dua orang bersama-sama buang hajat dan membuka bagian aurat mereka sambil berbicara, Allah yg Maha Kuasa dan Maha Mulia akan membenci kelakuan ini.

Abu-Dawud Book 1, Number 6:
Diriwayahkan Zayd ibn Arqam: Rasulullah (saw) mengatakan, tempat-tempat ini sering didatangi jin dan setan. Jadi barang siapa diantara kalian pergi kesana, ia harus mengatakan: “Saya mencari perlindungan Allah dari setan lelaki maupun perempuan.”

Silahkan jawab..

(ngga usah marah-marah, kejang-kejang, mata tinggi… damaikan hati, gunakan pikiran… dan jawablah..)

.
..
.
.
Salam damai dalam ke-JENTELMAN-AN, ketenangan dan kecerdasan intelektual yang SANGATTTT bisa diandalkan.
Balas
+
Farasydaq berkata
10 September 2009 pada 06:52

Apanya yang dijawab? wah, emang si “Jelasnggak” sudah bener2 kalut. masak bikin pertanyaan nggak nyambung.. jadinya “Nggakjelas”. sy sebagai hadirin jadi kecewa..
Balas
#
jelasnggak berkata
10 September 2009 pada 07:05

Bacalah! IQra !

Ini adalah pertanyaan saya. (seperti TERTULIS di komen saya di atas)

Apakah kalian juga mengikuti setiap apa yang dilakukan Muhamad ..? ..khususnya hal-hal berikut ini :

Abu-Dawud Book 1, Number 14:
Diriwayahkan Abdullah ibn Umar: Ketika nabi (saw) ingin buang hajat, ia tidak akan mengangkat busananya, sebelum ia membungkukkan diri didekat tanah.

Abu-Dawud Book 1, Number 22:
Diriwayahkan Amr ibn al-’As: AbdurRahman ibn Hasanah melaporkan: Saya dan Amr ibn al-’As pergi ke nabi (saw). Ia keluar dgn tameng kulit (ditangannya). Ia menutupi tubuhnya dgnnya dan buang air kecil. Lalu kami mengatakan: Lihatlah! Ia (nabi) buang air spt seorang wanita ………

Abu-Dawud Book 1, Number 40:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Rasulullah (saw) mengatakan: Barang siapa pergi buang hajat, ia harus membawa TIGA BATU utk mencuci diri. Itu cukup baginya. (Diulangi dlm No. 41)

Abu-Dawud Book 1, Number 15:
Diriwayahkan AbuSa’id al-Khudri: Saya mendengar rasulullah (saw) mengatakan: Jika dua orang bersama-sama buang hajat dan membuka bagian aurat mereka sambil berbicara, Allah yg Maha Kuasa dan Maha Mulia akan membenci kelakuan ini.

Abu-Dawud Book 1, Number 6:
Diriwayahkan Zayd ibn Arqam: Rasulullah (saw) mengatakan, tempat-tempat ini sering didatangi jin dan setan. Jadi barang siapa diantara kalian pergi kesana, ia harus mengatakan: “Saya mencari perlindungan Allah dari setan lelaki maupun perempuan.”

.
.
.
.
Silahkan jawab..

(Kuncinya cuman satu… jangan kejang-kejang… gunakan rasio… lalu jawablah.)

.
..
.
.
Salam damai dalam ke-JENTELMAN-AN, ketenangan dan kecerdasan intelektual yang SANGATTTT bisa diandalkan.
Balas
#
Farasydaq berkata
10 September 2009 pada 07:36

itu namanya bukan pertanyaan wan.. itu anda minta dijelaskan maksud hadis tersebut, iya kan? sbb anda tidak faham. saran saya, anda belajar dulu ilmu hadis, nanti anda akan faham sendiri maksud hadis yg anda tulis tanpa sy jelasin… boro2 mempelajari hadis, kitab indukmu/ beble aja anda gak faham sama sekali, justru yang memahami adlh si kadzim..

Maksud hadis tersebut, anda sendiri tdk faham. jika anda memahami, gak mungkin hadis tersebut anda jadikan pertanyaan. lucu ya..
Balas
*
jelasnggak berkata
10 September 2009 pada 11:00

Saya bertanya..

Apakah kamu juga mengikuti cara Muhammad atau tidak…

Jawabnya

1. Ya Saya juga mengikuti, or
2. Tidak saya tidak mengikuti.

Itu saja.

Saya ngga minta alasannya koq..

Cuman pengin tahu aja jawabannya…

Kalau kamu mengikuti… ya sudah..
kalau tidak mengikuti.. ya sudah juga…

Susah amat. :lol: :lol:

(intinya kan bukan jawaban kalian, tapi, pola berfikir kalian akan terbuka ketika membaca pertanyaan saya itu… semoga.. :lol: )

Salam damai dalam ke-JENTELMAN-AN, ketenangan dan kecerdasan intelektual yang SANGATTTT bisa diandalkan.
Balas

#
Farasydaq berkata
10 September 2009 pada 06:56

Ibarat manusia, Kristen dalam keadaan kritis di kamar ICU, apa tidak ada dokter2 kristen yang merasa iba guna menyelamatkan nyawa kristen? kini, Si Kadzim ditetapkan sebagai tersangka, karena telah membongkar penyelewengan alkitab. konon, Si Kadzim akan diekstradisi ke vatikan.
Balas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar