Sabtu, 19 September 2009

71-73

#
Farasydaq berkata
10 September 2009 pada 06:56

Ibarat manusia, Kristen dalam keadaan kritis di kamar ICU, apa tidak ada dokter2 kristen yang merasa iba guna menyelamatkan nyawa kristen? kini, Si Kadzim ditetapkan sebagai tersangka, karena telah membongkar penyelewengan alkitab. konon, Si Kadzim akan diekstradisi ke vatikan.
Balas
#
M. Sejuki berkata
10 September 2009 pada 09:01

@Jelasnggak

Sebetulnya tidak susah, jika anda selalu mau bersikap jujur bahwa anda dan teman-teman anda berani mengakui bahwa kalian memang benar bukanlah pengikut Yesus yang setia. Oke saya coba bahas poin anda.

Supaya mudah saya coba kasih simbol : #…….# adalah komentar anda dan *……..* adalah jawaban atau penjelasan saya. Oke?

#Tampaknya Susah banget menjelaskan apa yang ada di benak saya ini kepada kalian..#

*Tidak susah, jika anda mau bersikap jujur*

#Bacalah! IQRA!#

*Sudah saya baca, bahkan sebelum anda suruhpun saya sudah baca*

#“Sembayangnya ngga cuman nungging, jedutin kepala ke ubin, tetapi juga harus dengan hati…”#

*Setuju, yaitu dilakukan secara fisik bersama bathin sebagaimana yang dicontohkan para Nabi dan tidak kalah penting, wajib juga dengan hati yang tulus ikhlas*

#bersujud dengan hati yang terhubung denganNya
berlutut dengan hati…
bertepuk tangan dengan hati…
menunduk kepala dengan hati…
mengangkat tangan dengan hati…
Duduk tenang dengan hati…
berdiri dengan hati…
Menyanyi dengan hati
menyanyi sambil tepuk tangan dengan hati…
.
.
dll
,
,
dst.
.
.
dsb
.
.
Semua yang dilakukan dengan hati tertuju kepadaNYA… adalah SEMBAHYANG…

Itu cara kristiani yang wajib dilakukan.#

*Jelas sembahyang yang seperti itu tidaklah benar. Anak kecilpun tahu uraian anda itu ‘bencong’ alias ambigu. Sebagaimana yang dicontohkan para Nabi/Rasul Allah, termasuk Yesus (’Isa), Muhammad dan seluruh kaum muslimin, yang namanya sembahyang (shalat) adalah dilakukan secara fisik dilengkapi dengan bathin yang tulus ikhlas semata menyembah hanya kepada Allah bukan kepada Allah yang lainnya. Kalau hanya dengan hati saja tanpa diikuti gerak fisik sebagaimana yang dicontohkan, itu bukan sembahyang namanya, tetapi tafakur atau istilah jawanya eling. Bagaimana itu anda katakan sebagai sembahyang (shalat)? Jawaban anda saya lihat terlalu dipaksakan untuk diakui sebagai jawaban yang benar. Ke anak TK pun, jawaban anda itu akan dimentahkan, apalagi ke kami-kami di sini. Cara anda beragumentasi masih kekanak-kanakkan*

Tentang hadits-hadits yang anda tampilkan, apanya yang aneh? Itu adalah adab kalau kita mau buang hajat ditempat terbuka. Bukan ditempat tertutup sebagaimana di zaman kita sekarang seperti di WC atau toilet atau di kamar mandi.

Sebagai contoh :

#Abu-Dawud Book 1, Number 40:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Rasulullah (saw) mengatakan: Barang siapa pergi buang hajat, ia harus membawa TIGA BATU utk mencuci diri. Itu cukup baginya. (Diulangi dlm No. 41)#

Itu hadits menggambarkan jika buang hajat yang kebetulan tidak ada air untuk mencucinya, maka gunakanlah minimmal 3 buah batu untuk mencucinya (baik hadats besar ataupun hadats kecil).
Balas

*
jelasnggak berkata
10 September 2009 pada 11:04

Yailah…

.
.
.

Kirain jawabannya berbobot…

Buang waktu 1 menit buat membaca tulisan kamu..

Males mode:on

.
.
mungkin ada lagi temannya M Sejuki yang bisa memberikan jawaban yang lebih intelek dikit…

**Menunggu**
Balas
o
M. Sejuki berkata
10 September 2009 pada 11:44

Sembahyang (shalat) karena hukumnya WAJIB, maka harus dilakukan sesuai dengan contoh para Nabi yaitu selain dengan hati juga dengan fisik. Ini anda katakan tidak berbobot?

Letak tidak berbobotnya di mana? Jekaskan dong, jangan asal cuap-cuap saja. Kan begitu?

Kemudian saya katakan bahwa hadits-hadits Nabi yang anda tampilkan tsb tidak ada yang aneh karena wajar-wajar saja. Begitulah adab kalau kita mau buang hajat di tempat terbuka. Dan itulah perlambang begitu indah dan sempurnanya ajaran Allah (Islam) yang terakhir. Ini juga anda katakan tidak berbobot?

Lalu jawaban yang berbobot itu yang seperti apa? Apakah jawaban yang berbobot itu adalah sebagaimana ulasan anda di atas, yaitu kalau Sembahyang cukup dengan hati saja, tidak dengan fisik seperti yang dicontohkan Nabi? Begitukah?

Aneh…

@Kadzim

Barangkali kita saya sedang berhadapan dengan orang yang ‘RADA-RADA’ begitu. Oh ya, saya baru ingat, kemarin RSJ dekat tempat tinggal teman saya kehilangan seorang pasien dengan cara berontak dan langsung melarikan diri. Sampai sekarang belum ketemu. Jangan-jangan yang ini kira-kira orangnya. Kalo bener ini orangnya, yuk kita tangkep sekalian kita iket rame-reme dan langsung kita gotong kembalikan ke RSJ yang kehilangan seorang pasien tsb.

He… he… he…
Balas
+
jelasnggak berkata
11 September 2009 pada 04:58

Saya sudah mengira bahwa kamu akan kebakaran jenggot.

Baiklah saya akan jelaskan sedikit. Hitung-hitung mencerdaskan kehidupan bangsa. Agar orang seperti kamu tidak mudah di eksploitasi oleh orang-orang seperti si kadzim ini.

Begini.

Begitu membaca respon kamu terhadap komen saya… 5 detik saya sudah bisa menangkap bahwa tulisan anda selain tidak nyambung,… juga mengandung filosofi “kecap saya lebih enak dari kecap orang lain”

Saya katakan, MENURUT KRISTIANI, sembahyang itu adalah bla-bla-bla yada-yada-yada.. dst…

Tapi jawaban kamu lucu :

“*Jelas sembahyang yang seperti itu tidaklah benar…”

Perhatikan,
Saya katakan MENURUT KRISTIANI… dst.

itu artinya saya MENJELASKAN ….bukan menyalahkan (seperti yang kamu telah lakukan itu)

Kalau kita menyalahkan cara sembayang orang lain dan kemudian mengatakan cara sembayang kitalah yang benar,…… itu namanya filosofi tukang kecap …
Kalau sudah begini.. akhir-akhirnya debat kusir…

Kemudian.

Saya katakan jawaban kamu juga tidak nyambung dengan komen saya.

Kenapa.

Karena saya bertanya kepada kalian, apakah kalian MENGIKUTI atau tidak KELAKUAN Muhamad seperti yang tertulis di hadist-hadist itu..

Tapi apa jawaban kamu :

“Tentang hadits-hadits yang anda tampilkan, apanya yang aneh?…..”

Saya ngga tanya aneh atau tidak.. saya tanya…mengikuti atau tidak mengikuti.

.
.
.
Ilmu gratis tuh.

Baca baik-baik, renungkan dan fikirkan.
Semakin kalian terbiasa berfikir, semakin kalian ngga gampang di eksploitasi oleh orang-orang seperti si kadzim ini.

Orang yang gampang di eksploitasi itu bagaikan seorang kerbau yang dicocok hidungnya.. dan hidupnya ngga bakalan sukses..

.
.
.

Baca.. berpikir.. baca … berfikir…

Begitu bagusnya
.
.
..
Akhir kata saya ucapkan,

Salam damai dalam kecerdasan intelektual yang nyata.
Balas
o
Farasydaq berkata
10 September 2009 pada 14:27

Sy mau nanya pd “Jelasnggak”, kenapa anda kalau makan kok gak dgn HATI ?.. jwbannya yg berbobot ya..
Balas
+
jelasnggak berkata
11 September 2009 pada 05:22

Nah, inilah yang saya sering katakan bahwa saya kasihan melihat teman-teman muslim di sini.

Tulisan yang seperti inilah yang dapat membuktikan tingkat intelektual seseorang.
Orang-orang seperti ini akan dengan mudahnya dieksploitasi oleh orang-orang semacam si kadzim.
Orang-orang “lemah berfikir” seperti ini selalu jadi target oleh orang-orang macam si kadzim.
Mereka ini gampang banget terlena oleh omongan si kadzim. sehingga tanpa berfikir lagi, mereka langsung mangguk-mangguk tanda setuju (kalau perlu sambil mengelus-elus jenggot mereka yang jarang rambutnya itu :lol: )
Mereka akan selalu menganggap si kadzim ini adalah “hero”.

Bagaikan mata rantai makanan. Orang-orang seperti Farasydaq ini akan selalu berada dalam gengaman orang-orang seperti kadzim. Rantai yang paling akhir, yang selalu menjadi makanan.

Mereka akan selalu dengan mudahnya dikontrol, dipengaruhi, diperdayai. Karena mereka ngga bisa mikir dengan baik. Bahkan mengatakan apa yang patut dikatakan saja mereka sudah ngga bisa.

Lihatlah debat antara Dr. Campbell dengan Zakir Naik.
Lihat cara Zakir naik mempengaruhi hadirin dengan berbicara cepat dan keras.
Orang-orang yang tak terbiasa dengan gaya ini pasti akan mudah sekali tertipu. tapi bagi mereka yang terbiasa berfikir kritis, pasti akan berkata bahwa Dr. Zakir ini tak lebih adalah seorang tukang sulap.

Anda tahu tukang sulap ?

Tugas utama tukang sulap itu adalah membuat pemirsa yang hadir percaya bahwa dia bisa membelah manusia menjadi dua, membuat benda-benda hilang dan muncul kembali, membuat kelinci keluar dari topinya dlsb.
Tapi dalam kenyataan, semua hal itu ngga akan pernah bisa terjadi.

Tukang sulap yang baik gerakannya halus sehingga tipuannya tidak akan terlihat.
Tapi, jika kita melihat gerakannya berulang-ulang dan pelan-pelan… kita akan bisa mengetahui tipuannya.

Sama seperti si Kadzim.

Orang yang terbiasa berfikir kritis, akan segera mengetahui gaya tipuan si kadzim ini.
sedangkan orang yang tidak terbiasa…akan mangguk-mangguk sambil ngelus jenggotnya..dan setuju saja.

.
.
.
semoga hati kita semua damai selalu sehingga tidak mudah terkena tipu muslihat dari orang-orang seperti kadzim.

amin
Balas
o
M. Sejuki berkata
11 September 2009 pada 08:01

@Jelasnggak

#Saya sudah mengira bahwa kamu akan kebakaran jenggot.#

*Apa bukan anda yang kebakaran jenggot? Wong saya tidak berjenggot kok. Bagaimana mungkin jenggot saya bisa terbakar? Hehehe…*

#Baiklah saya akan jelaskan sedikit. Hitung-hitung mencerdaskan kehidupan bangsa. Agar orang seperti kamu tidak mudah di eksploitasi oleh orang-orang seperti si kadzim ini.#

*Siapa yang dieksploitasi oleh si Kadzim? Ini murni debat saya dengan anda. Mencerdaskan kehidupan di blog ini saja lu kagak bakalan mungkin, wong otak masih didengkul gitu kok. Apalagi mau mencerdaskan kehidupan bangsa. Jauh panggang dari api. Ngimpi kale ye?*

#Begitu membaca respon kamu terhadap komen saya… 5 detik saya sudah bisa menangkap bahwa tulisan anda selain tidak nyambung,… juga mengandung filosofi “kecap saya lebih enak dari kecap orang lain”#

*Itulah gaya anda, yang sebenarnya menohok ke jidat anda sendiri*

#Saya katakan, MENURUT KRISTIANI, sembahyang itu adalah bla-bla-bla yada-yada-yada.. dst…#

*Benar, saya tidak menyalahkan. Itu menurut Kristiani (tepatnya menurut Paulus si Pengkhianat Ajaran Yesus), tapi tidak menurut Alkitab. Dalam Alkitab sembahyangnya Yesus sama dengan dengan sembahyangnya para Nabi termasuk Nabi Muhammad dan kaum muslimin seluruhnya hingga akhir zaman. Bagaimana mungkin anda akan diselamatkan Yesus sementara ajaran-ajaran beliau tidak dipatuhi? Fakta lapangannya, kaum musliminlah yang akan diselamatkan karena mengikuti ajaran-ajaran Yesus dan ajaran para Nabi yang terakhir di bawa oleh Nabi Muhammad SAW*

#Tapi jawaban kamu lucu : “*Jelas sembahyang yang seperti itu tidaklah benar…”#

*Lucu itu kan menurut kamu. Menurut saya dan Insya Allah yang lainnya juga jawaban andalah yang lucu. Tata cara sembahyang anda tidak berpegang menurut Alkitab (tidak mencontoh Yesus). Itukah yang anda bilang tidak lucu? Hehehe… Payah*

#Perhatikan. Saya katakan MENURUT KRISTIANI… dst.#

*Sudah saya perhatikan kok dari tadi, bahwa itu memang benar menurut Kristiani, tapi tidak menurut Alkitab (tidak mencontoh Yesus). Ngeyel amat sih? Hehehe…*

#itu artinya saya MENJELASKAN ….bukan menyalahkan (seperti yang kamu telah lakukan itu)#

*Benar sekali, tetapi penjelasan anda tidak berlandaskan Alkitabiyah*

#Kalau kita menyalahkan cara sembayang orang lain dan kemudian mengatakan cara sembayang kitalah yang benar,…… itu namanya filosofi tukang kecap …
Kalau sudah begini.. akhir-akhirnya debat kusir…#

*Saya tidak menyalahkan cara sembahyang anda yang hanya dengan hati tanpa mencontoh gerak fisiknya, tetapi Alkitab anda sendirilah yang menyalahkannya. Dan, yang debat kusir itu kan anda sendiri yang sebenarnya jual kecap sendirian di sini, tapi tidak laku-laku meski sudah diobral murah. Tul gak? Hehehe…*

#Kemudian. Saya katakan jawaban kamu juga tidak nyambung dengan komen saya. Kenapa? Karena saya bertanya kepada kalian, apakah kalian MENGIKUTI atau tidak KELAKUAN Muhamad seperti yang tertulis di hadist-hadist itu..#

*Bukan tidak nyambung, tapi belum lengkap. Nih saya lengkapi. Saya sudah uraikan bahwa hadits-hadits tsb tidak ada yang aneh. Bahkan itulah naluri manusia secara umum jika buang hajat di tempat terbuka. Anda pernah tidak lihat orang buang hajat di pesisir pantai, apa yang dia tutupi selain auratnya? Bagian muka kan? Padahal mereka saya yakin tidak pernah tahu tentang hadits-hadits tsb. Kenapa bagian aurat dan muka yang harus ditutupi? Karena pada 2 bagian inilah letak harga diri, martabat dan kehormatan seorang manusia beriman (kecuali tidak beriman seperti anda). Mestinya anda itu harus cerdas dalam memahami suatu permasalahan. Tapi ya, susah memang kalo otak selalu di tempatkan di dengkul. Sekali-kali dong otak anda itu ditempatkan di tempat yang sepantasnya yaitu di jidat, bukan di dengkul melulu. Hehehe… Kesimpulannya, tanpa hadits tsb pun kami akan melakukannya apalagi memang sudah ada haditsnya. Jelas kami mematuhinya, kenapa tidak? Karena memang itu adalah naluri manusia yang masih mempunyai moral*

#Ilmu gratis tuh. Baca baik-baik, renungkan dan fikirkan. Semakin kalian terbiasa berfikir, semakin kalian ngga gampang di eksploitasi oleh orang-orang seperti si kadzim ini#

*Sudah saya katakan, saya tidak merasa dieksploitasi oleh si Kadzim. Ini dialog murni antar kita berdua. Ilmu tidak selalu gratis, seringkali harus ada ongkos yang harus dikeluarkan dalam menuntut ilmu. Tentang merenung dan berfikir, sebelum ketemu anda jauh-jauh hari saya sudah melakukannya*

#Orang yang gampang di eksploitasi itu bagaikan seorang kerbau yang dicocok hidungnya.. dan hidupnya ngga bakalan sukses..#

*Setuju. Persis seperti kamu yang bagaikan seekor (bukan seorang. Nulis saja salah) kerbau dicocok hidungnya oleh Paulus. Gimana bisa sukses, wong Alkitab sendiri yang berisi ajaran Yesus saja tidak dipatuhi. Apa kagak malu tuh, ngaku-ngaku sebagai pengikut Yesus?*

#Baca.. berpikir.. baca … berfikir…#

*Benar sekali, setuju. Itu sudah lama saya lakukan, jauh sebelum ketemu dengan anda yang doyan naroh otak di dengkul melulu. Saya lihat faktanya andalah yang sebenarnya tidak melakukan cara-cara itu (baca-berfikir-baca-berfikir). Hehehe… santai saja bro. Salam damai juga untuk anda*
Balas
+
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 04:41

Hi hi hi.

Disini semakin terlihat bahwa muslim-muslim di sini sedang “kebakaran”…

Panas ya..?

Wakakak…

.
.
.
ehem…
.
Begini Sejuki.

Satu kalimat untuk anda nih ya…
(sesudah ini saya harapkan anda mau berusaha untuk mempertebal cel-cel otak anda dengan melatihnya berfikir kristis setiap hari…. karena.. terusterang… saya agak-agak capek juga kalau disuruh “menyuapi” kalian terus…. Jangan marah.. anggap saja ini kritik membangun untuk anda… :lol: )

Sembahyang itu asal kata dari “SEMBAH” , menurut kristiani, apapun yang dilakukan dengan hati, itu juga sembahyang.

Maaf.
Komen anda yang lain tidak akan saya bahas ( Faktor efektifitas :lol: )
Terserah mau ngomong apa.

Tetapi saran saya jangan dilupakan.
Harap berusaha dengan benar-benar untuk selalu mengasah otak anda, agar tidak bisa diperdayai oleh orang-orang seperti kadzim.

Lihat Noordin M Top.
Coba kamu pelajari Siapa Noordin itu.
Lalu kamu pelajari juga siapa orang yang mati bunuh diri di hotel marriot.
Apakah yang mati itu orang pinter, sarjana, insinyur dll…?

Kalau si Noordin itu benar-benar ingin membela agamanya, kenapa harus nyuruh orang lain mati..?
Kenapa ngga dia saja sendiri yang mati..

Makanya saya katakan. Mulai sekarang… harap berubahlah…
Jangan mau jadi mata rantai paling akhir. Yang bisanya cuman di perdayai, dieksploitasi, dan dimakani…

Belajar berfikir kritis… Maka kamu akan segera melihat orang seperti apa si kadzim ini.

Kalau mau silahkan belajar di blog saya. Disitu ada sedikit tuntunan ilmu gratis buat kalian.

Dan terkahir,
Jangan lupa untuk ingatkan si kadzim mengenai 1 RT tujuh gereja itu.. Apakah dia berani menjawab tantangan saya..?
(Pasti jawabannya paling paling mengalihkan lagi.. :lol: )

.
.
.
Salam damai dalam kecerdasan yang terukur.
ps. Kadzim jangan GR. Saya tidak sedang menyamakan anda dengan Noordin. Karena otak anda sangat jauh bila dibandingkan dengan noordin.
Balas
#
M. Sejuki berkata
12 September 2009 pada 07:53

@Jelasnggak

##Hi hi hi. Disini semakin terlihat bahwa muslim-muslim di sini sedang “kebakaran”… Panas ya..? Wakakak…##

**Apanya yang panas? Adem-adem saja kok. Eh, itu otak lu yang di dengkul udah dipindahin belum ke jidat, tempat asalnya? Hehehe…**

##ehem… Begini Sejuki.##

** Silahkan, mau begitu juga boleh**

##Satu kalimat untuk anda nih ya…##

**Banyak kalimat juga tidak apa-apa**

##(sesudah ini saya harapkan anda mau berusaha untuk mempertebal cel-cel otak anda dengan melatihnya berfikir kristis setiap hari….##

**Tenang saja, otak saya sudah jauh lebih dari cukup ketebalannya dibanding otak anda. Tentang berfikir kritis. Anda bisa lihat sendiri yang mana yang lebih kritis, saya apakah anda. Dengan kejujuran tentunya**

##karena.. terusterang… saya agak-agak capek juga kalau disuruh “menyuapi” kalian terus…. Jangan marah.. anggap saja ini kritik membangun untuk anda… :lol: )##

**Kalau merasa capek, istirahatlah dulu. Tidur dulu ya. Kalau perlu ngorok. Jangan dipaksakan ntar sakit. Kalau perlu minum dulu ya obat sakit kepala. Hehehe… Oh ya, tentang kritik membangun. Tidak ada sedikitpun bahkan sampai kapanpun otak saya tidak akan pernah merasa terbangun sepanjang otak anda yang menyampaikan kritik masih ditempatkan di dengkul**

##Sembahyang itu asal kata dari “SEMBAH” , menurut kristiani, apapun yang dilakukan dengan hati, itu juga sembahyang.##

**Sudah saya katakan. Benar saja menurut Kristiani, tetapi tidak benar menurut Alkitab yang anda pegang sendiri (tidak sesuai dengan yang dicontohkan Yesus). Jika anda jujur, pasti anda akan mengakuinya. Tul nggak? Coba renungkan dulu deh**

##Maaf. Komen anda yang lain tidak akan saya bahas ( Faktor efektifitas :lol: )##

**Anda minta maaf? Hehehe… Jangan kuatir. Sudah saya maafkan. Meski saya perlu penjelasan lebih lanjut kenapa komen saya yang lain tidak anda bahas. Tidak apa-apa, tetap saya maafkan. Selebihnya, penilaian saya serahkan kepada semua teman yang ada di blog ini. Tenang saja. Oh ya, sekali lagi saran saya kalau memang capek, istirahat dulu ya? Bobo. Siapa tau setelah bobo dapet lagi inspirasi baru. Hehehe…**

##Terserah mau ngomong apa.##

**Saya mau ngomong apa ya? Ntar, mikir dulu deh**

##Tetapi saran saya jangan dilupakan. Harap berusaha dengan benar-benar untuk selalu mengasah otak anda, agar tidak bisa diperdayai oleh orang-orang seperti kadzim.##

**Kadzim lagi… Kadzim lagi… Sudah saya katakan bahwa saya tidak pernah merasa (ngimpi saja tidak) bahwa saya telah dieksplotasi atau diperdaya oleh Kadzim sebagaimana yang anda tuduhkan (atau oleh siapapun). Payah juga kalau sudah otak masih ditaroh di dengkul. VCD rusak kok diputer berulang. Pantes saja kalimatnya yang keluar yang itu-itu melulu. Apa nggak ada bahan lain lagi? Ehem…**

##Lihat Noordin M Top. Coba kamu pelajari Siapa Noordin itu. Lalu kamu pelajari juga siapa orang yang mati bunuh diri di hotel marriot.
Apakah yang mati itu orang pinter, sarjana, insinyur dll…?

**Oh ya, tentang Nurdin M Top maupun siapa yang mati di Hotel JW Marriott, saya tidak punya bahan untuk mengomentari apakah benar dia orang bodoh atau pintar; TERORIS ataukah MUJAHID. Dalam konteks ini saya netral saja. Saya tidak pernah ketemu dia. Mengenai Cap TERORIS ataupun MUJAHID, saya fikir perlu diketahui dulu apa yang mendasari sepak terjang mereka tsb. Selama ini bahan yang kita semua terima cuma sepihak, yaitu yang kontranya saja, sementara yang pronya atau bahan dari pihak mereka langsung kita tidak pernah tahu. Sebagai contoh, kenapa Imam Samudera dkk semasa ditahan tidak pernah diwawancarai secara terbuka di media. Juga, kenapa mereka-mereka yang ditangkap dengan tuduhan TERORIS yang katanya 400-an orang jumlahnya tidak pernah diwawancarai secara terbuka di media? Bagaimana mungkin kita bisa langsung menilai dan membuat kesimpulan tentang mereka sementara bahan dari pihak mereka tidak pernah dihimpun, dikaji atau dibeberkan ke media?**

##Kalau si Noordin itu benar-benar ingin membela agamanya, kenapa harus nyuruh orang lain mati..? Kenapa ngga dia saja sendiri yang mati..##

**Tanyakan saja langsung ke Nurdin. Kok nanyanya ke saya? Mana saya tau? Payah…**

##Makanya saya katakan. Mulai sekarang… harap berubahlah…
Jangan mau jadi mata rantai paling akhir. Yang bisanya cuman di perdayai, dieksploitasi, dan dimakani…##

**Siapa yang memperdayai, mengeksploitasi dan memakani? Dan siapa yang diperdayai, dieksploitasi dan dimakani? Yang ada adalah Pauluslah yang memperdayai, mengeksploitasi dan memakani anda. Dan ini wajar, karena otak anda masih anda taroh di dengkul. Iya kan. Panas ya? Ha..ha..ha..?**

##Belajar berfikir kritis… Maka kamu akan segera melihat orang seperti apa si kadzim ini.##

**Setahu saya si Kadzim orangnya baik, dan pengetahuannya mendalam tentang Kristologi, dan saya lihat anda dibuat blingsatan oleh dia. Anda saja yang saya lihat tidak mau berfikir dan bersikap jujur**

##Kalau mau silahkan belajar di blog saya. Disitu ada sedikit tuntunan ilmu gratis buat kalian.##

**Sepertinya patut dipertimbangkan**

##Dan terkahir, Jangan lupa untuk ingatkan si kadzim mengenai 1 RT tujuh gereja itu.. Apakah dia berani menjawab tantangan saya..?
(Pasti jawabannya paling paling mengalihkan lagi.. :lol: )##

**Emmmh….. begitu ya? Kalau menurut saya tidak masalah 1 RT 7 Gereja asalkan jumlah ummat Kristiani yang ada di sana dan ketentuan-ketentuan lainnya memenuhi syarat sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Jika tidak, maka jelas ada sesuai yang tidak beres di sana, dan tentu saja harus diusut**

##Salam damai dalam kecerdasan yang terukur.##

**Bagaimana cara mengukurnya? Kalo ukuran otak di dengkul atau di jidat. Hehehe…. bisa dilihat kok dari cara argumen yang disampaikan. Tul nggak?**
Balas
#
M. Sejuki berkata
12 September 2009 pada 12:25

@Jelasnggak

Oh ya, tambahan lagi sedikit.

##Maaf. Komen anda yang lain tidak akan saya bahas ( Faktor efektifitas :lol: )##

**Berarti komen saya yang lain tsb bisa dikatakan berkenan di hati anda, ya kan? Seperti antara lain tentang sembahyang anda dkk (ummat Kristiani) tidak mencontoh Yesus sebagaimana yang tertuang dalam Alkitab. Atau dengan kata lain, Alkitab yang dipegang tidak dijadikan landasan dalam sembahyang kalian. Ya kan? Anda setuju kan bahwa seperti itulah anda? Hehehe…. Ngaku azzaaaa… Apa susahnya seh? Keterangan yang tertuang secara tertulis sudah mendukung, tinggal dilengkapi dengan pengakuan saja lagi (Celingak-celinguk, sambil garuk-garuk kepala)**
Balas
*
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 21:23

Bukan mas..

Faktor efektifitas yang saya maksud di atas adalah, bagian lain dari komen yang anda tulis itu sama sekali ngga ada isinya..dan ngga perlu dibahas….

susah ya.. memahami hal kecil begini aja…?

Di latih mas..

(jangan marah, koreksi diri aja.. :lol: )

.
.
Salam damai dalam kebisaan mengerti point orang lain dengan mudahnya :lol:
ps. Mungkin si kadzim dan teman yang lain mau membantu Sejuki mengenai hal ini… agar Sejuki semakin jelas…? :lol:
Balas
#
M. Sejuki berkata
13 September 2009 pada 17:30

@Jelasnggak

Masalah bahasan tentang tata cara sembahyang yang tidak sesuai dengan Alkitab dll yang sengaja tidak anda tanggapi dengan alasan atau dengan argumen TIDAK ADA ISINYA DAN TIDAK PERLU DIBAHAS? Berarti hal tsb anda anggap remeh? Tidak merujuk kepada Alkitab padahal Alkitab adalah pegangannya sendiri, itu dianggap remeh atau dianggap tidak ada isinya?

Wow…. hebat sekali.

Salut saya untuk anda. Semakin terkuaklah siapa diri anda sebenarnya.

He… he… he… Wkwkwkwkwkakakakak……
Balas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar