Sabtu, 19 September 2009

82-96

#
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 05:49

Kadzim Menulis:

Kewajiban anda sebagai umat kristen yang taat bukan melawak, tetapi menjawab dengan argument / membuktikan bahwa agama anda tidak batil, karena sudah banyak orang kristen di sini yang tidak sanggup menjawab.

Jelasnggak menjawab:

Ini maap ya Dzim.

Pertama.

Kewajiban saya sebagai seorang kristiani itu adalah berbakti kepada TuH@n yang saya sembah.

Bukannya jawab-in pertanyaan anda…. :lol:

Kedua.

Tidak ada hubugannya antara “menjawab pertanyaan anda” …. dengan…”pembuktian agama saya bathil atau tidak”

Pembuktian suatu agama bathil atau tidak bathil, ditentukan oleh kandungan isi dari ajaran agama itu.

Dan BUKAN dari kemampuan pengikut ajaran agama itu menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya.

Contoh.

Ehem.

.
.

Ada suatu agama.
Ajaran dari agama itu adalah sbb:

1. Perkosaan itu wajar, Karena lelaki lebih berkuasa dari wanita.
2. Jika ada wanita hamil akibat perkosaan, maka yang salah adalah si wanita.
3. Boleh kawin sebanyak dengan 4 wanita.
4. Kalau meniduri budak, boleh sebanyak-banyaknya.
5. Membunuh sesama manusia yang tidak seiman adalah hal yang diperbolehkan.

Nah.

Lihat isi ajaran agama itu.

Menurut kamu apakah agama itu agama yang bathil, atau agama yang Betul..?

Kemudian,

Ada salah satu pemeluk agama itu, sebut saja namanya dengan “Toyib”, yang bisa menjawab semua pertanyaan yang ditujukan kepadanya.

Penanya : “Kenapa di ayat satu, agama anda memperbolehkan lelaki memperkosa wanita ?”

Toyib : “Karena, wanita diciptakan dari tulang rusuk pria..!”

Penanya : “Ogitu.. hebat kamu…”

Toyib : “Berarti agama saya agama yang bener dong ya..?”

.
.
.
Lihat tuh..

Hanya karena pemeluk suatu agama bisa menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanyam, bukan berarti, agama itu menjadi agama yang benar.

Pembuktian apakah suatu agama itu bathil atau tidak, ditentukan oleh isi kandungan dari ajaran agama itu.

Bukan dari kemampuan pengikutnya untuk menjawab setiap pertanyaan.

.
.
.

Saya harap Kadzim, dan teman-temannya (M sejuki, Faradqsay, hagam, dll) mengerti apa yang saya maksudkan.

.
.
.

salam damai dalam KECERDASAN yang terbukti.
ps. Jangan lupa, tantangan saya dijawab dengan jentelmen.. :lol:

Balas
#
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 06:33

Kadzim Menulis:

Jika umat kristen semakin ragu pasti tuhan yang anda sembah menyesal menciptakan anda sebagaimana tertulis dalam KEJADIAN:

5Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 6maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
KEJADIAN 6:5-6

Jelasnggak menjawab:

“ragu” itu sama sekali BERBEDA dengan “Kejahatan” yang dimaksudkan di ayat itu ….

Kejahatan yang dimaksudkan di ayat itu adalah, perbuatan maksiat manusia pada jaman itu yang sering kawin dengan perempuan seenaknya.

Sekali lagi saya telah buktikan, seberapa tinggi tingkat intelektual anda
(jangan ngambek Dzim…. anggap saja ini kritikan membangun.. :lol: )

.
.

Salam damai dalam kecerdasan yang dapat dibanggakan.
.
.
.
.
.
Quote dari orang terkenal :

“Mempecundangi orang yang ingin terlihat intelek di hadapan teman-temannya, adalah sama sekali bukan maksud dan tujuan saya”

:lol:

Balas
#
kadzim berkata
12 September 2009 pada 08:42

Penyesalan terjadi disebabkan dua hal:

1) Kesalahan.
2) Tidak ada kemampuan.

Kata pepatah:
Penyesalan selalu datang terlambat.

Kata rakyat:
Kita ambil hikmah dari kesalahan.

Contoh menyesal karena kesalahan;

Saya menyesal karena tidak giat belajar, akibatnya tidak lulus.

Saya menyesal karena malas, akibatnya kena PHK.

Contoh menyesal karena tidak ada kemampuan.

Saya menyesal dengan perkelahian yang terjadi antar sekolah, tapi saya tidak ada kemampuan untuk mendamaikan mereka yang bersengketa.

Semua contoh yang saya tulis di atas, adalah hal yang wajar dan bisa terjadi juga bisa dialami oleh siapa pun.

Sekarang setelah contoh tentang diri saya sudah jelas, saya beralih ke Tuhannya umat kristen.

5Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 6maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
ALKITAB-KEJADIAN 6:5-6

Tuhan kristen menyesal karena maksiat / kejahatan yang dilakukan manusia?

Apakah Tuhan kristen akan mengambil hikmah dari kesalahannya?

Karena jika tidak melakukan kesalahan, untuk apa Tuhan kristen menyesal ?

Seandainya Tuhan kristen tidak melakukan kesalahan, hanya saja tidak ada kemampuan untuk berbuat sesuatu ?

Berarti tidak ada bedanya antara yang menyembah dan yang disembah.

Terima Kasih.
Balas

*
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 10:18

TuH@n Kristen menyesal karena Dia telah menciptakan sesuatu mahluk yang begitu sempurna (yang memiliki kehendak bebas).
.
.
.
Gampang banget saya menjawabnya…

(10 detik… langsung terjawab… :lol: )

.
.
Salam damai dalam ketentraman hati yang mumpuni.
ps. Jangan lupa tantangan saya belum tersentuh.
Balas
o
kadzim berkata
12 September 2009 pada 10:46

jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 10:18

TuH@n Kristen menyesal karena Dia telah menciptakan sesuatu mahluk yang begitu sempurna (yang memiliki kehendak bebas).
****************************
Apakah Tuhan kristen merasa salah, karena menciptakan makhluk yang memiliki kehendak bebas?

Seandainya Tuhan kristen tidak salah, mengapa menyesal?

Pasti anda akan jawab lebih cepat.
Balas

#
kadzim berkata
12 September 2009 pada 10:06

Mr Jelasnggak, anda menghina nabi Muhammad saw, hal itu wajar karena itulah ajaran yang anda terima dari Pastor / Pendeta.

Tapi jangan mengharap dengan penghinaan itu saya akan emosi dan tidak bisa meneruskan tulisan yang isinya membongkar kebatilan agama Kristen, jika itu yang anda harap, artinya anda masih dalam mimpi.

Mr Jelasnggak, kehadiran saya bukan untuk merendahkan anda, selama ini yang saya lakukan di kabarnet hanya membongkar kebatilan agama Kristen / agama karya Saulus / Paulus.

Mr Jelasnggak, berapakali anda ulang tulisan berikut ini ( kecerdasan, intelektual, jentelmen ) dan anda pernah juga menulis (nungging, jedutin kepala ke ubin}, padahal dengan tulisan itu anda sudah mengatakan Yesus pernah nungging, saya bisa memaklumi, karena itu bahasa orang cerdas seperti anda.

Mr Jelasnggak, jika anda mengetahui bahasa English atau Indonesia anda tidak akan pernah mendapatkan kata *jentelmen* kata itu hanya ada di kamus pribadi anda dan tidak lebih.
Dan jika anda seorang intelektual, maka tidak ada intelektual yang tidak mengetahui makna {fikir} karena intelektual dan fakir tidak dapat dipisahkan. Pertanyaan saya, Apakah fikir itu ? dan apa perbedaan antara akal dan fikir ?

Mr Jelasnggak, pernah anda menulis bahwa saya mengkutip dari buku (alm) ahmad deedat pada saat saya menulis MARKUS 8:33. Karena tulisan itu hasil kajian pribadi, maka saya minta anda untuk membuktikan, bukan hanya dari buku (alm) ahmad deedat tapi dari siapa pun, tujuan saya agar anda bisa membuktikan bahwa anda bukan pembohong, tapi apa hasilnya ? anda kabur.

Pertanyaan akan semakin banyak jika anda tidak menjawab pertanyaan tentang Tuhan dan Alkitab yang sudah berapa kali saya ulang.

Mr Jelasnggak, jangan lupa menjawab pertanyaan saya yang menyangkut akal dan fakir untuk membuktikan anda seorang intelektual.

Terima Kasih.
Balas

*
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 11:04

Mr Jelasnggak, anda menghina nabi Muhammad saw, hal itu wajar karena itulah ajaran yang anda terima dari Pastor / Pendeta.

——————————

Coba tunjukkan di bagian mana di blog ini yang mengatakan saya telah menghina Muhammad.

Jurus tuduhan palsu dikeluarkan lagi rupanya…

Taqiyah mode on nih.. :lol:
Balas
o
kadzim berkata
12 September 2009 pada 11:31

Jelasnggak,
Jika anda tidak mau menghormati saya, masih banyak pembaca kabarnet yang perlu anda hormati.

Tunjukan bahwa anda tidak berdusta saat memberi komentar tulisan saya soal MARKUS 8:33.

Dengan begitu anda menghormati para pembaca.

Dan dengan menjawab pertanyaan tentang Tuhan, artinya bisa membuktikan agama anda kristen bukan agama yang sesat.

Tapi mengapa anda selalu lari dari pertanyaan saya?

Anda yang sering menulis kata (intelektual) seharusnya juga bisa menjawab perbedaan akal dan fikir, setidak-tidaknya untuk menghormati pembaca yang lain.

Mengapa semakin lama cara anda semakin rendah, saya bukan tidak tahu kalau anda siap menulis apa saja guna dapat lepas dari pertanyaan:

1) Tentang kaliamat (((Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga))) LUKAS 24:46.

Yang katanya tertulis di Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.
Ternyata tidak ada satupun yang bisa jawab, artinya Yesus DUSTA atau Alkitab PALSU.

2) Tentang Uang hasil kejahatan Yudas, kapan Yudas beli tanah dan kapan Yudas bunuh diri ?
sebab itu tertulis di MATIUS 27:3-5 dan KISAH PARA RASUL 1:18-19

3) Menyangkut Definisi Tuhan, Tuhan umat Kristen yang Maha Kuasa, tidak dapat mendefinisikan diri-nya ?

4) Tentang Bunda Maria yang nikah dengan Yusuf tanpa cerai dengan Tuhan Bapa.

Sekali lagi, saya mohon dengan sangat, jangan anda berpura-pura melawak atau lari dari pertanyaan.

Jangan lupa;
Tentang Tuhan serta akal dan fikir, wahai orang yang intelektual.

Terima Kasih.
Balas
+
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 20:39

@Kadzim.

Jika anda tidak mau menghormati saya, itu tidak apa-apa…

Tapi silahkan tunjukkan kepada pembaca lain, bahwa anda bukan seorang pendusta…

Tunjukkan dimana di forum ini ada tulisan saya yang menghina muhammad ‘nabi’ mu itu..

Tunjukkan kepada pembaca, bahwa tuduhan anda mengenai 1 RT 7 gereja adalah tuduhan yang benar…
(sebab saya telah membuktikan sesuai dengan peraturan bersama mentri agama dan mentri dalam negri.. bahwa ketujuh gereja tsb telah memenuhi syarat2 yang ditentukan pemerintah)

Apakah anda cukup JENTELMEN untuk mengakui kesalahan anda..?

Atau kah anda akan menunjukkan kepada teman-teman muslim anda bahwa anda adalah orang yang KECUT hati..

Setelah anda menjawab, baru saya akan jawab semua pertanyaan anda (semampu saya)..

.
.
.
:lol:

.
.
.

Salam damai dalam ke-INTELEKTUAL-an yang TERBUKTI… :lol:
Balas

#
kadzim berkata
12 September 2009 pada 10:09

akal dan fikir.

Terima Kasih.
Balas
#
kadzim berkata
12 September 2009 pada 10:38

Untuk para pengunjung Forum ini,
Sebelum berdebat dengan beberapa orang kristen di kabarnet, saya tidak pernah menyangka kalau pengetahuan umat kristen untuk hal yang berkaitan dengan agama mereka serendah yang kita jumpai di sini.

Sekedar info, yang terjadi selama ini:
Lebih dari 10 (sepuluh) orang kristen telah lari dari pertanyaan dan meninggalkan perdebatan.

1 (satu) orang kristen mengakui kebenaran ISLAM (semoga Allah swt memberinya hidayah).

1 (satu) orang kristen sudah tidak percaya dengan kebenaran agamanya.

Sisa 1 (satu) orang kristen, pemakai nama Jelasnggak.

{Jika ada waktu, mohon sekalian dibaca tulisan saya di No 85 dan 86 }

Terima Kasih.
Balas

*
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 11:01

gembar-gembor seperti ini mah biasa…

Biasa itu…
Balas

#
kadzim berkata
12 September 2009 pada 10:48

jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 10:18

TuH@n Kristen menyesal karena Dia telah menciptakan sesuatu mahluk yang begitu sempurna (yang memiliki kehendak bebas).

***************************************
Apakah Tuhan kristen merasa salah, karena menciptakan makhluk yang memiliki kehendak bebas?

Seandainya Tuhan kristen tidak salah, mengapa menyesal?

Terima Kasih.
Balas

*
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 11:00

“saya menyesal karena saya menciptakan pesawat ruang angkasa, sehingga orang banyak bisa mengetahui universe dengan lebih baik”

“Saya menyesal karena saya telah menciptakan nuklir”

.
.
.

“menyesal” tidak hanya untuk “yang salah”

Hanya karena TuH@n berkata Dia menyesal, bukan berarti Dia melakukan suatu kesalahan.

Kamu sendirilah yang mendefinisikan bahwa menyesal itu artinya melakukan kesalahan.

Contoh kamu menggunakan manusia…

Mana bisa membandingkan manusia dengan TUh@n.

.
.
.

10 detik baca.. langsung tanggap.. Yang agak capek cuman menulisnya.. :lol:

(maap.. jangan tersinggung.. fikir aja..)

.
.

salam damai dalam kecerdasan INTELEKTUAL dan KE-JENTELMEN-AN yang terbukti.
ps. 1 RT tujuh gereja… sampai kini belum tersentuh.. nasibnya gimana itu ya..? :lol: .. Pokur-pokur terus…
Balas
o
kadzim berkata
12 September 2009 pada 11:49

Tulisan Jelasnggak,
Kamu sendirilah yang mendefinisikan bahwa menyesal itu artinya melakukan kesalahan.

****************************
Jawaban saya.
Mr Jelasnggak, saya tidak mendefinisikan menyesal dengan kesalahan.

Yang saya tulis di No 85 begini:

Penyesalan terjadi disebabkan dua hal:

1) Kesalahan.
2) Tidak ada kemampuan.

Apakah anda “Jelasnggak” ingin mengatakan, Tuhan orang kristen tidak memiliki kemampuan, Sehingga menyesal?

Terima Kasih.
Balas

#
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 11:04

Biar tidak lupa (karena tulisan kaczim banyak banget.. :lol: )

**Saya masih menunggu jawaban kamu atas tantangan saya**

http://kabarnet.wordpress.com/2009/08/27/kadzim-berkata-%e2%80%9csatu-rt-ada-tujuh-gereja/comment-page-1/#comment-1603

Salam damai dalam ketidakpengecutan.
Balas

*
Farasydaq berkata
13 September 2009 pada 19:50

Setiap si “jelasnggak” terpojok gak bisa jwb, pasti larinya ke urusan RT 7 ???? apa urusanya berita RT 7 ? Ibarat domba tersesat kehilangan induknya.. Pipi kiri si “Jelasnggak” udah ditampar oleh Kadzim, tinggal pipi kanannya sedang di-incar oleh Kadzim.

Menurut pengamatan sy, hadirnya si “Jelasnggak” di perdebatan ini kian merugikan kaum kristian dan mencoreng martabat mereka. tapi emang wajar, kepalsuan tetap aja akan terungkap..
Balas

#
kadzim berkata
12 September 2009 pada 11:50

Tulisan Jelasnggak,
Kamu sendirilah yang mendefinisikan bahwa menyesal itu artinya melakukan kesalahan.

****************************
Jawaban saya.
Mr Jelasnggak, saya tidak mendefinisikan menyesal dengan kesalahan.

Yang saya tulis di No 85 begini:

Penyesalan terjadi disebabkan dua hal:

1) Kesalahan.
2) Tidak ada kemampuan.

Apakah anda “Jelasnggak” ingin mengatakan, Tuhan orang kristen tidak memiliki kemampuan, Sehingga menyesal?

Terima Kasih.
Balas

*
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 20:57

Justru karena Dia bisa membuat mahluk yang sempurna lah.. maka Dia merasa menyesal.

Apakah itu berarti TuH@n tidak memiliki kemampuan…?

Tidak.

Dengan bisa membuat mahluk yg sempurna (manusia yang memiliki kehendak bebas) maka itu membuktikan kepada kita bahwa Tuh@n memiliki kemampuan.

Bukan sebaliknya…

Ngerti kadzim..?

ck..ck..ck

Lama amat sih…?

Susah ya…?

CPD .. suapin melulu….

.
.
.
Salam damai dalam ketidakcapean.
Balas

#
Nabi Baru berkata
12 September 2009 pada 11:51

Kadzim, sebagai Nabi Baru ijinkan aku bersabda disini:

Siapa Mirza Gulam Ahmad ini?? Berani betul mengaku nabi. Akulah Nabi Baru. Hai Umat Islam, jangan percaya kepada Ahmadiyah dan nabinya si Mirza Gulam Ahmad. Karena AKULAH NABI BARU KALIAN YANG SEBENARNYA. Dia berbohong bilang menerima wahyu segala. Bohong!! Dusta!! Akulah yang menerima wahyu! Bukan dia! Enak aja mengaku-aku Nabi. Jangan dipercaya. Percaya aja sama aku.
Balas
#
Nabi Baru berkata
12 September 2009 pada 11:54

(KADZIM SBG NABI BARU AKU MEMAKSA UNTUK BERSABDA DISINI)

HAI SELURUH UMAT MANUSIA DI MUKA BUMI. JADILAH KALIAN MAKHLUK YANG CERDAS. JANGAN PERCAYA KEPADA ORANG AHMADIYAH DAN NABI PALSUNYA SI MIRZA GULAM AHMAD ITU. JANGAN MAU DIBOHONGI!! KARENA AKULAH NABI BARU YANG SEJATI. AKULAH YANG MENERIMA WAHYU. BUKAN SI MIRZA GULAMAHMAD SI PENDUSTA ITU. LIHAT AJA FOTONYA, TIDAK ADA CAHAYA KENABIAN SAMA SEKALI. JANGAN PERCAYA!!! AKULAH NABI BARU YANG SESUNGGUHNYA. BAHKAN TADI MALAM SEBELUM SAHUR AKU MENERIMA WAHYU LAGI. WAHYU YANG BERIKUTNYA NANTI SESUDAH BUKA PUASA VIA SMS GRATIS.
Balas
#
kadzim berkata
12 September 2009 pada 11:58

Mr Jelasnggak, Tolong jangan anda tulis “berani atau tidak” , “berani?” dan sejenisnya dalam perdebatan agama, karena kata itu tidak layak untuk orang yang sedang berbicara tentang agama.

Kata “benari atau tidak”, “berani?” dan sejenisnya biasa diucapkan oleh mereka yang sering berjudi dan tidak pantas ditulis oleh orang yang berpendidikan apalagi saat membahas masalah agama.

Semoga dengan seringnya anda menjawab tulisan saya, ke-intelektual-an anda semakin jelas bagi pembaca yang lain.

Terima Kasih.
Balas
#
kadzim berkata
12 September 2009 pada 14:13

Renungan Mingguan :
“Damai Sejahtera bagi Kamu”
Oleh: Rm. Y. Hardjono, Pr.

{Kadzim: Diantara isinya}

Berkumpul bersama murid-muridNya. Saat itulah Thomas bertambah jengkel, bahkan marah karena murid-murid lain mengatakan Yesus sudah bangkit dan Ia tidak bertemu Thomas marah besar, dalam keadaan jengkel/marah mengatakan : “Bila aku tidak melihatNya sendiri dan memasukan tanganku … … . (Yoh 20:25). Semua jadi diam, tidak tahu lagi mau mengatakan apa kepada Thomas, karena sifat/wataknya yang keras. Thomas suka berbicara langsung/spontan bila tidak setuju, ia juga mempunyai sifat untuk mau melihat suatu bukti, baginya tidak bisa dilihat, tidak masuk akal untuk dipercayai. Mungkin sifat/karakternya yang keras itu, justru Yesus senang kepada Thomas dan mau menjadikan Ia murid-Nya. Hal ini menjadi menarik !

Komentar Kadzim:
Pertama; Jelas Thomas tidak lihat Yesus saat bangkit dan menampakkan diri pertama kali.

Kedua; Saat Yesus bangkit Yudas sudah mati karena bunuh diri.

Ketiga; Jumlah murid Yesus 12 (dua belas) orang, dengan tidak adanya Thomas dan Yudas saat Yesus menampakkan diri pertama kali, artinya Yesus menampakkan dirinya kepada 10 orang muridnya, apakah di Alkitab juga tertulis 10 orang ? Tidak.

Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. MARKUS 16:14

Terima Kasih.
Balas

*
Alexa berkata
12 September 2009 pada 14:52

Kadzim. Diatas kita sudah saling paham akan perilaku kita da anda sudah meminta maaf dan saya pun sudah meminta maaf. Disini terakhir kali sayapun meminta maaf, saya kuatir diatas didapat dibaca, soalnya komentar2 sudah terlalu banyak.
Tetapi saya mohon, tolong tidak usah membicarakan ttg injil, alquran atau islam, kristen karena antara islam dan kristen berbeda filosofinya. Sekali lagi BERBEDA FILOSOFI nya. Artinya mudah dipelintir. Biarlah kita bergabung dgn agama kita masing-masing dgn iman / keyakinan.
Sekali lagi karena anda sudah jujur meminta maaf (mudah2an jurur), maka sayapun minta maaf juga kepada umat muslim lainnya, krn sudah ikut memelintir isi alquran.
Dan kepada kaum kristen, sebaiknya kita semua tarik diri juga. Karena tidak ada manfaatnya kita bicara ttg agama jika tidak disertai iman dan keyakinan yg mendalam ttg Yesus Kristus dan saling toleransi. INgatlah firman Tuahn yang berbunyi “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.
SEkali lagi maaf. Dan saya mohon diri.
Salam damai dan sejahtera selalu kepada semua. Dan khusus kepada Bung admin, Saya minta maaf krn sudah mengotori blog anda. Jika Kadzim ada disamping adan (atau anda sendiri), tolong sampaikan maaf saya.
Bye….bye
Balas
o
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 21:13

Lucunya ketika kita berhadapan dengan muslim yang seperti ini adalah,

Ketika kita melakukan hal yang sama seperti yang si Kadzim lakukan ini, mereka langsung marah, golok bicara, menuduh kita telah melakukan penghinaan, protes besar-besaran, mengancam membunuh (bahkan yang pembunuhan pun telah ada) , dll, .. pokoknya heboh banget deh (mungkin inilah mengapa islam tetap exist di dunia – preservation kata mereka :lol: )

Biarkan saja si Kadzim ini memelintir sesuka hatinya mengenai kebenaran Alkitab. Toh, kristiani di sini tidak akan terpengaruh sedikitpun. Malahan saya berharap akan semakin banyak muslim yang akan tertarik kepada alkitab dan memeriksa apakah apa yang dikatakan kadzim itu benar (itupun kalau muslimnya pintar dan mau belajar alias tidak seperti kerbau yang dicucuk hidungnya menerima apa saja ucapan orang tanpa dipikir kebenarannya :lol: )

Salam kenal
Balas
+
Alexa berkata
14 September 2009 pada 16:50

Sdr @Jelasnggak
Salam kenal anda saya sambut dgn suka cita. Sebenarnya saya tidak ingin menceritakan diri saya, tetapi lebih kepada menumpahkan seluruh kegembiraan ttg argumentasi si Kadzim, selebih nya tidak ada. Krn anda ingin kenal, saya ceria sedikit ttg saya ya?.
Ortu gw dulu ketua masjid, tapi gw rada bengal jadi kaga tau alquran. Setelah 6 x naik haji, otru gw masuk kristen, gw belum mau ikut, krn fanatisme. Gw musuhin bokap gw, tapi kira2 5 bln lalu gw sudah perlu memilih tanpa ada campur tangan ortu. Jadilah gw kristen. Tolong doakan gw, soalnya gw belum ngerti injil. Itu aje yee bro?. Bye—-bye. Syaloom.
Balas
#
Agus berkata
15 September 2009 pada 13:24

Haleluya…… Syaloom.
Alexa, walaupun anda baru mulai, jangan pernah berhenti mencari kebenaran yg hakiki tentunya dengan iman dan percayalah anda akan diberi ketenangan dalam hidup.
Baiklah saudara-2 sekalian, kita doakan Sdr Alexa :
Tuhan, berikanlah hikmat dan kebijaksanaan bagi Alexa. Jangan tinggalkan dia sendirian, bukalah pintu hatinya sehingga apapun yang dicarinya, akan ditemukan.
Haleluyah amin….
Balas
#
Azim berkata
15 September 2009 pada 13:34

Ketika saya membaca statement ini, saya jelas terkejut. Selama ini perang kalian saya ikuti, tak dinyana anda sudah berbelok arah. Ternyata anda ini bagian dari para murtad. Tetapi apakah anda merasa anda murtad?. Bagi muslim jelas anda murtad, tetapi bagi kristen apakah anda termasuk mualaf?
Mudah-2 an anda tidak menampakkan diri di depan saya. Krn kalau kelihatan muka mu pasti saya robek-robek. Kalau anda pindah agama karena perilaku teroris yang banyak muncul, anda telah salah besar, karena mereka adalah orang islam yang tidak tahu tentang islam. Sebaiknya anda jangan mengkait-kaitkan antara islam dan teroris.
Dan dengan ini saya menyatakan perang dengan Alexa.
Awas kau Alexa.
Balas
*
jelasnggak berkata
16 September 2009 pada 05:25

Wuidih…!!!!…

hi hi hi…

kalah ngomong golok bicara…!!!!

WAKAKAKAKA…

Itulah muslim…

ck..ck..ck…

dari dulu ngga maju-maju…
Balas
#
jelasnggak berkata
16 September 2009 pada 05:24

@Alexa.

Salam Kenal juga.
Kisah orang tua kita sama. Ibu saya juga dulunya muslim. Tapi sekarang sudah Murtadd dari islam (Thanks to Jesus! Alhamdulilah)

Bagi saya pribadi, lebih baik dibilang murtad, daripada harus mengikuti ajaran yang mengharuskan pemeluknya untuk membunuh orang yang tidak seiman..

Sadis banget itu agama…?

Kalau mengenai ibu saya,….. saya rasa dia murtadd karena takut di poligami…

Sedih banget kalau ibu, anak gadis, atau adik kita dipoligami..

rasanya, hati kita ini tertusuk..

Anehnya, ada saja agama yang menghalalkan poligami….

ck..ck..ck…

sudah 1400 tahun berlalu…kok masih ada yang mau saja dibohongi…

:lol:

.
.

salam,
ps.. ini saya jadi takut..jangan2 ip address saya di lacak kemudian ada jihadist datang ke rumah untuk memenggal kepala saya sambil teriak WAWLAaaaa…UHU AKSBAWWW!… pembelaan katanya.. (Nah lho..? katanya agama ini dijaga oleh OWOH.. kenape musti cape2 dibela…….? …. yeah… susah lahh…?)
Balas

#
jelasnggak berkata
12 September 2009 pada 21:18

Biar tidak lupa (karena tulisan kaczim banyak banget.. :lol: )

**Saya masih menunggu jawaban Kadzim atas tantangan saya**

http://kabarnet.wordpress.com/2009/08/27/kadzim-berkata-%e2%80%9csatu-rt-ada-tujuh-gereja/comment-page-1/#comment-1603

Salam damai dalam ketidakpengecutan.
Balas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar