Sabtu, 19 September 2009

23-36

#
Dikaw Damha. berkata
3 September 2009 pada 21:57

Salam sejatra semuanya.

Saya telah membaca seluruh isi perdebatan ini, terus terang saya sangat kagum dengan Kadzim, dia dikeroyok tapi tetap bertahan, argumen2 yang diajukan sangat berdasar dan ada butik kuat baik dari kitab, ayat bahkan pasal2nya. sementara yang mendebat semua hanya mengolok-olok tampa dapat menunjukan argumen yang tepat seperti yang dilakukan Kadzim.

Untuk saudara saudaraku dari pihak kristiani saya harapkan dapat memberikan tanggapan kepada Kadzim dengan dasar dan dalil yang bisa diterima baik dari al-kitab atau dalil akal, dan tidak harus emosi dengan mengolok-olok seperti itu.. harap dapat menahan diri…..tunjukan bahwa kaum kristiani lebih berbobot dari hanya sekedar Kadzim….

Sekali lagi dukungan saya bagi Kadzim……semoga kebenaran akan tampak…
Balas

*
Alexa berkata
12 September 2009 pada 13:59

@dikaw damha
Anda ini pastilah si kadzim. Gaya bahasa anda sama persis seperti si kadzim. Atau kalo anda adalah orang yg berbeda, tolong bilang si kadzim, kita bicarakan saja alquran, yg suka ngebom, mesum sama hasil imajinasi muhamad.
Ayo anda mau mulai dari mana?
Mau mulai dari difinisi TUhan seperti yg dikasih si kadzim? atau anda mau menanggapi komentar ulil abshar yg mengatakan alquran itu hasil imajinasi?
Selama anda membutakan diri untuk membahas alquran, maka anda tidak akan melihat kebenaran seperti yg anda dambakan.
Balas

#
kadzim berkata
3 September 2009 pada 22:46

Selingan.

mohon dibaca ayat dari ALKITAB di bawah ini, sekalian saya ingin bertanya masalah yang belum saya fahami.

Passage John 4:11:

11The woman saith unto him, Sir, thou hast nothing to draw with, and the well is deep: from whence then hast thou that living water?

Passage John 4:19:

19The woman saith unto him, Sir, I perceive that thou art a prophet.

http://bibleresources.bible.com

Jika kita perhatikan bagaimana perempuan itu memanggil Yesus, dia memanggilnya dengan “Sir” seperti yang terdapat dalam terjemahan ALKITAB, bahasa english.

Seandainya perempuan itu memanggil Yesus dengan “Lord” itu pun masih bermakna “Tuan” bukan “Tuhan”, Di kerajaan english terdapat badan Lord yang beranggotakan berapa ratus Lord.

Perempuan itu menggunakan “Sir” untuk Yesus yang jelas kedudukannya di bawah “Lord”.

Sedangkan di dalam ALKITAB berbahasa indonesia, panggilan perempuan kepada Yesus “Sir=Tuan” diterjemahkan “Tuhan”.

Pertanyaan saya;
Adakah terjemahan yang terjadi dalam ALKITAB berbahasa indonesia itu kesalahan ?
atau memang ada kesengajaan ?

Jika itu kesalahan, mengapa harus terulang, setiap kali mencetak ALKITAB ?

Dan jika itu terjadi karena kesengajaan, apa tujuan pihak kristen yang sebenarnya ?

Salahkah jika saya katakan itu usaha kristen untuk menyesatkan umat?

Mohon ada yang dapat menjelaskan.

Terima kasih.
Balas
#
kadzim berkata
3 September 2009 pada 22:49

Harap dibaca.

MATIUS 27:3-5.
3Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, 4dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” 5Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

KISAH PARA RASUL 1:18-19
18–Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 19Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri “Hakal-Dama”, artinya Tanah Darah–.

***************************************

Saya ingin tanyakan kepada pembaca yang ber-agama kristen, Uang hasil kejahatan Yudas itu dibuang ke dalam Bait Suci atau oleh Yudas dibelikan tanah ?

Mungkinkah Yudas setelah terima uang hasil kejahatan itu beli tanah dulu baru gantung diri ?

Atau uang itu sudah dibuang ke dalam Bait suci, terus saat Yudas akan menggantung diri baru ingat bahwa dia belum beli tanah, jadi kembali mengambil uang yang dibuang dan dibelikan tanah, setelahnya Yudas gantung diri ?

Sebab saya sendiri ikut pusing mikiri uangnya Yudas.

untuk orang kristen yang mau menerangkan, saya ucapkan Terima Kasih sebelumnya.
Balas
#
kadzim berkata
4 September 2009 pada 02:22

Untuk Ella,
Coba baca tulisan anda dan komentar saya.

“Dan difinisi Tuhannya si Kadzim ini hebat juga. Ha??? Tuhan nya si Kadzim bisa di difinisinkan?”

“Ha??? Tuhan nya si Kadzim bisa di difinisinkan?”,

Komentar saya;
Ella, Coba Anda pikir sejenak sambil bertanya; Apakah Tuhan tidak bisa mendefinisikan Zat-nya (Pribadinya) ?

Jika Tuhan tidak bisa, Apakah Dia layak disebut Tuhan ?

Seandainya Tuhan tidak mendefinisikan Zat-nya (Pribadinya), Bagaimana kita bisa mengetahui mana yang benar-benar Tuhan dan mana yang diTuhankan oleh manusia biasa ?

Jadi Definisi Tuhan yang saya tulis itu bukan hasil kajian saya tetapi saya kutip dari firman Tuhan yang tertulis di dalam kitab suci Al-Qua’an.

Sekarang saya ulangi lagi pertanyaan tentang Tuhan, Bagaimana Definisi Tuhan kalian Umat kristen ?

Terima Kasih.
Balas

*
jelasnggak berkata
7 September 2009 pada 22:53

Kadzim berkata:

Ella, Coba Anda pikir sejenak sambil bertanya; Apakah Tuhan tidak bisa mendefinisikan Zat-nya (Pribadinya) ?

–> Dzim,..

Bukannya “apakah TUh@N bisa mendefinisikan pribadiNYA sendiri” yang dimaksudkan oleh Sdri. Ella…….. Tapi……….yg dia maksudkan adalah……., “Apakah kita (manusia), bisa mendefinisikan Tuh@n”….

GItu Dzim..

Ya..?

TuH@N itu tidak bisa didefinisikan oleh manusia. Kita Manusia Tidak akan pernah cukup mendefinisikan Tuh@N. Karena MENDEFINISIKAN itu sama artinya dengan MEMBATASI TuH@n..”

bagaimana mungkin sesuatu yang finite (manusia) mendefinisikan sesuatu yang Infinite (TUH@n)..?

Sesuatu yang terbatas, ingin membatasi sesuatu yang tak terbatas..

Gimana caranya..?

Ngeteh sama ngopi aja lah..

Ha ha ha..

Ada-ada kamu ini Dzim..

(sudah kali ke-4 nih…)
Balas

#
kadzim berkata
4 September 2009 pada 02:24

Al-Qur’an*
Balas
#
kadzim berkata
4 September 2009 pada 02:40

Ella..
Di India ada berapa ribu Tuhan, lain lagi di pelosok Africa yang tiap desa punya Tuhan yang hanya milik penduduk desa itu lain desa lain Tuhan, di Thailand juga ada Tuhan tapi beda dengan yang di Laos, di Eropa mereka yang tinggal di pegunungan swiss mempunyai Tuhan berbeda dengan Tuhan orang Eropa yang di Kutub, umat Kristen juga punya Tuhan dan Tuhan umat Kristen berbeda dengan Tuhan mereka yang ber-agama Hindu.

Dan tidak ada satupun dari Tuhan-Tuhan tersebut yang bisa mendefinisikan dirinya, karena semuanya diTuhankan oleh manusia dan bukan Tuhan yang benar.

Selamat berfikir dan Terima Kasih.
Balas
#
kadzim berkata
4 September 2009 pada 03:52

Allah swt Tuhan yang disembah oleh umat ISLAM men-definisikan Zat-nya (Pribadinya) Dengan Definisi sebagai berikut:

1) Dia Allah Ahad.
2) Segala sesuatu bergantung (membutuhkan) kepada-Nya.
3) Allah tidak ber-anak dan tidak diperanak-kan.
4) Dia (Allah) tidak ada suatupun yang setara dengan-Nya.

Sedikit Penjelasan.
Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, “Ahad” itu satu dalam arti satu yang hakiki (sebenarnya), karena salah jika diartikan Tunggal atau Esa.

Esa adalah satu tanpa definisi yang jelas dan tunggal tidak bermakna satu yang sebenarnya.

Anak Tunggal artinya anak yang tidak memiliki kakak dan adik, akan tetapi anak tunggal memiliki jiwa dan raga.

Adanya jiwa dan raga memberi arti dua dan bukan satu, oleh karena itu anak Tunggal tidak dapat disebut dengan anak Ahad.

Ahad adalah satu yang hakiki / satu yang sebenarnya, dan Allah yang Ahad itulah yang disembah oleh umat ISLAM.

Bagi yang ber-agama kristen, mohon jangan sampai lupa menjawab definisi Tuhan umat kristen.

Terima Kasih.
Balas

*
jelasnggak berkata
7 September 2009 pada 22:57

Wah..

Kirain definisi apaan..

ngga taunya yang beginian..

“kecap saya lebih enak daripada kecap mereka”

.
.
.
Gini mau debat..?
Balas

#
kadzim berkata
4 September 2009 pada 20:59

Pak Bakti Kuncoro,
Mungkin bagi Bapak permasalahan sudah tidak lagi kelabu seperti dulu,
semakin hari-makin jelas dan anda sebagai judi Adil dapat menentukan.

Salam Hormat.

Untuk saudara Boy, Alexa, Agus, Ella..
Kemana kalian semua ? mengapa tidak ada satu pun dari kalian yang menjawab pertanyaan saya, malah menghilang, apa sebabnya ?

Saya masih menunggu jawaban kalian.

Terima Kasih.
Balas

*
Alexa berkata
12 September 2009 pada 14:03

Lu kemana aja? KOk ngumpet?
Mana ayat-2 alquran nya?.
Supaya gampang kita mulai lagi dari yg dulu pernah kita bicarakan ?
1. Disinisi Tuhan itu apa ?
2. Apakah alquran itu wahyu Tuhan?
Setelah ini kita teruskan. Ok?
Ngomong-ngomong, anak pak haji sebelah rumah enak nggak?. Bagi-2 rahasia dong. Masak ama temen, makan sendiri.
Balas

#
kadzim berkata
5 September 2009 pada 09:17

Bagi pengunjung Blog yang ingin mengetahui dari pertama terjadinya perdebatan ini terjadi, cukup mencari article yang berjudul,

Teroris Itu Zionisme Berwajah Amerika

via kolom cari yang terdapat di bawah gambar singa :)
Selamat membaca dan Terima Kasih.
Balas

*
kadzim berkata
5 September 2009 pada 09:23

Agar tahu penganut agama apa yang pertama kali mencaci-maki ISLAM.
Balas

#
kadzim berkata
5 September 2009 pada 09:28

Surat untuk: Boy, Agus, Ella Selamat menikmati istirahat panjang sambil memikirkan kebenaran agama yang kalian anut.

Saya tulis ini karena pada Tanggal 2 sep saya ajukan satu pertanyaan hingga tanggal 5 sep tidak ada jawaban,
semoga Allah swt memberi petunjuk (hidayah) kepada kalian, Amien.
Balas

*
Alexa berkata
12 September 2009 pada 14:06

Dari tgl 1 september gw ajak ngomongin alquran, tapi lo nggak jawab. Itu menunjukkan kalo alquran anda, tidak lebih dari hanya sebuah buku dongeng. Saya kasih bocoran sedikit. Katanya alquran itu wahyu Tuhan, tapi kok ada Surat An-Nisa?, berarti alquran itu bukan wahyu tuhan, tapi surat-suratan antara muhamad dgn pacarnya. Tapi jaman sekarang udah ga jaman surat-2an, pake sms aja deh.
Balas

#
kadzim berkata
5 September 2009 pada 12:09

Dialog cukup menarik antara seorang MUSLIM dengan Missionaris:

Salah seorang missionaris dalam perjalanan bis kota antar kota mendekati penulis. Awal percakapan itu sang Missionaris menanyakan tentang agama penulis, penulispun menjawab bahwa agama saya adalah Islam. Selanjutnya sang Missionaris itu mulai mencoba “menggerayangi” keimanan penulis dengan bertanya:

“Apakah Al Quran menjamin keselamatan seorang muslim, termasuk Muhammad ?”, tanpa berpikir panjang saya pun menjawab: “Tentu saja, karena keimanan dan amal shalih yang dapat menghantarkan kita menuju keselamatan di dunia dan akhirat”.

Berikut ini adalah transkrip perdebatan penulis dengan Missionaris yang mengaku bernama Yapto, tetapi missionaris itu tidak mengetahui siapa penulis sebenarnya pada awal perdebatan.

MISSIONARIS: “Anda tentu sholat bukan, mengapa di dalam sholat itu kita selalu mengatakan Allahumma sholi ‘alaa Muhammad, yang berarti Ya Allah berilah keselamatan atas Muhammad, secara logika do’a adalah pengharapan akan sesuatu yang belum terjadi agar terjadi, contoh: Saya berdoa agar anda selamat dalam perjalanan anda ini, berarti kan anda belum pasti selamat?”

MUSLIM: “Sholawat yang anda kutip tadi bagi saya belum seberapa membuktikan bahwa muslim itu, termasuk Muhammad, adalah belum selamat; sebenarnya jika anda jeli anda bisa temukan yang kalau ditafsirkan amburadul bisa membuat umat Islam itu tidak tahu jalan alias sesat”

MISSIONARIS: “Lho kok anda malah berkata demikian?”

MUSLIM: “Coba anda buka di Terjemah Qur’an, saya lihat sepintas di tas yang anda bawa tadi”.

MISSIONARIS: “Ternyata anda jeli juga, oke saya buka, di surat apa?”

MUSLIM: “Buka surat Al Fatihah ayat 6, dan tolong bacakan”

MISSIONARIS: “Tunjukanlah kami jalan yang lurus (stop saya menyela dirinya)”

MUSLIM: “Secara logika anda, umat Islam belum selamat kan?, dan secara pemahaman anda tadi bahwa doa adalah pengharapan akan sesuatu yang belum terjadi supaya terjadi, misal yang belum selamat menjadi selamat, berarti yang memohon berada di jalan yang lurus belum berada di jalan yang lurus kan?”

MISSIONARIS: “Betul”

MUSLIM: “Seharusnya anda mencounter saya dengan ayat itu dulu untuk membuat saya ragu akan Islam, jangan langsung kutip Sholawat Nabi, kan namanya pemurtadan tidak sistematis, bener gak?”

MISSIONARIS: (tersenyum)

MUSLIM: “Sekarang giliran saya mengcounter anda Oke?, Ayat 6 surat tersebut adalah ajaran dari Allah kepada hambanya dan merupakan falsafah doa. Ajaran ini mempunyai nilai yang sangat tinggi baik filosofis maupun agamis, agama Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk suatu perilaku yang paling luhur dan dalam, sehingga umat islam menyadari kedudukannya sebagai makhluk dan hamba yang tidak tahu apa-apa. Kita sebagai manusia tentu menyadari kelemahan sebagai ciptaan Allah dan sebagai makhluk Allah sehingga tercipta sebuah tindakan dan sandaran untuk tempat memohon serta meminta pertolongan yang paling utama, yakni perlindungan dan petunjuk dari Nya.

Islam mengajarkan agar setiap insan terutama pemeluknya agar selalu merendahkan diri kepada Allah yang menciptakan dirinya, melepaskan sifat keangkuhan dan kesombongan. Bagaimana dengan Yesus yang nada lain sebagai Tuhan? untung saya tadi bawa Alkitab, ini Alkitab saya resmi lho ya yang di terbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia. coba anda buka Matius 26: 38-39, saya bacakan tolong kupingnya dipasang: Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kataNya: “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari BapaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukuehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki, coba lihat Yesus merendahkan diri di hadapan Bapa, seorang Allah Putera merendahkan diri dihadapan Alah Bapa….

MISSIONARIS: “Tapi konteks ayat itu adalah Yesus ketika akan ditangkap Yahudi sehinga memohon kepada Bapanya”.

MUSLIM: “Nah tambah jelas dong Yesus memohon kepada Bapa, berarti Yesus tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya, dalam kaidah logika: Seseorang yang meminta kepada Tuhan adalah bukan Tuhan, Yesus meminta kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan, masuk akal gak?”

MISSIONARIS: (Diam)

MUSLIM: “Dan Yesus juga mempunyai dosa, mau bukti?”

MISSIONARIS: “Yesus mengampuni dosa umat manusia, Dia tidak punya dosa”

MUSLIM: “Jangan berkilah, silahkan buka Lukas 11: 2-4 saya bacakan tolong dengarkan dengan kuping mendekat “Bapa dikuduskanlah namaMu….dan ampunilah kami dan atas dosa kami””. Menurut penjelasan logika anda tadi bahwa yang namanya doa adalah pengharapan atas sesuatu yang belum terjadi agar terjadi….naaahhh….ada dua kecacatan Allah menurut logika anda di hadapan ayat ini: 1. adalah Bapa adalah sebelum di doakan adalah belum kudus dan yang kedua adalah Yesus berdoa supaya diampuni dosanya berarti Yesus berdosa.

MISSIONARIS: “Ayat itu merupakan ajaran doa Yesus pada umat manusia agar selalu memohon doa pada diriNya”

MUSLIM: “Tunggu dulu, coba anda perhatikan kata-kata di kuduskan namaMu…dan ampunilah atas dosa kami”, kok anda tidak jujur begitu mas, itu ucapan yang menurut logika anda tadi Bapa di doakan agar kudus dan Yesus berdosa meminta ampun akan dosanya, sekarang apa waktu itu Yesus berdoa pada dirinya sendiri? jawab dulu!”

MISSIONARIS: (diam)

MUSLIM: “Ya tidak dong mas, dia berdoa pada BapaNya yaitu Allah Ta’ala, karena Yesus selalu mengatakam Allah adalah Bapa, contoh: “Aku Belum pergi kepada BapaMu dan BapaKu, AllahKu dan AllahMu” Yesus menyebut Allah itu sebagai Bapa.

MISSIONARIS: “Maaf tadi saya belum tahu nama anda (khas penginjil keliling jika sudah terpojok), siapa nama anda?”

MUSLIM: “Saya Aris, dari Tim FAKTA, oke sudah tahu kan nama saya, kita lanjutkan perdebatan kepada sholawat”

MISSIONARIS: “Sebentar lagi saya turun di pertigaan Pandaan, sejujurnya saya senang sekali akan diskusi lintas agama ini”

MUSLIM: “Arah pertanyaan anda dapat saya baca, anda mengambil buku-buku Nehemia Centre, Abdul Yadi, Iskandar Jadeed, Robert Morey, Jansen Litik, dan si Habib Makhrus, apa ada yang terlewat dari ucapan saya?”

MISSIONARIS: ” (senyum)…Saya juga heran kok ada anggota FPI yang murtad”

MUSLIM:” Makhrus Ali sudah Islam, sudah berbulan-bulan yang lalu, anda paling baru mendapat gandaan VCD Makhrus beberapa minggu yang lalu paling….iya kan?”

MISSIONARIS: “Lho Makhrus Ali itu Kristen”

MUSLIM: “Ini ada nomer Hp Markus Margianto alias Makhrus Ali, mau saya telfonkan dengan Loud Speaker (sambir masuk ke contacts dan kursor pada Makhrus Ali (Habib Gadungan))?”

MISSIONARIS: (terdiam…)

MUSLIM: “Anda masih orang baru yang belajar memakai bahan lama yang sudah expired, kalau ingin “mengganggu” aqidah umat Islam sebaiknya dengan argumen yang masuk akal, baru dan lebih hebat dari argumen yang itu-itu saja, ada satu kardus lemari es buku yang macam begitu”

MISSIONARIS: “Oke mas, terima kasih atas waktunya, semoga Tuhan Yesus Memberkati”

MUSLIM: “Mau Debat topik Yesus bukan Tuhan?”

MISSIONARIS: “Ha…ha…ha..(tertawa dan tersenyum kemudian, beberapa saat kemudia ia turun dari bis di pertigaan Pandaan, Jawa Timur)
Balas

*
gue berkata
5 September 2009 pada 15:33

YANG MEMBUAT ORANG RAGU DENGAN ISLAM ITU KARNA ADANYA ORANG SEPERTI ANDA…JIKA MELIHAT TABIAT ANDA MANA BISA MENUNJUKKAN ISLAM ITU DAMAI….ANDA ADALAH ORANG YANG MERUSAK KEMURNIAN AJARAN ISLAM….KADZIM….KADZIM…ANDA ADALAH PERUSAK ISLAM SEPERTI PELAKU TEROR BOM YANG HINA,NAJIS DAN HARAM DI INDONESIA
Balas
o
kadzim berkata
5 September 2009 pada 20:12

Saya selalu menerima caci-maki dari umat kristen dalam perdebatan, hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Akan tetapi seperti kata orang: semua ada baiknya.

Saya semakin tahu bahwa dari beberapa orang kristen yang ikut berdebat, tidak ada satu pun yang dapat membela kebenaran agamanya (kristen) termasuk anda sendiri.

NB: jangan lupa baca komentar-komentar orang kristen yang kebanyakan porno dan jorok saat berdebat dan sekarang anda salah satu dari mereka.

Terima Kasih.
Balas
o
Dikaw Damha. berkata
5 September 2009 pada 21:22

Salam sejatra selalu bagi semuanya.

Sampai saat ini saya masih mengikuti kajian ini dan saya tidak tau berapa orang lain lagi selain saya yang juga membaca kajian ini.

Si Kadzim masih meluncurkan argumen-argumennya yang autentik dan berdasarkan alkitab, namun saya sangat sayangkan saudara2 kita dari umat kristiani hanya membanta dengan caci maki dan olok2.

ada yang mengatakan si Kadzim memelintir ayat dan penafsirn alkitab, ada yang mengatakan si Kadzim hanya membaca sepotong sepotong dari ayat. namun tidak satupun yang dapat menjawab pertanyaan si Kadzim dengan dalil dan argument, kalau si Kadim memelintir ayat yaa diluruskan dong. kalau dia menafsirka salah,, yaaaa benernya gimana…. ?

Si Kadzim itu seperti dombah yang tersesat, jadi tanjukan dong jalan yang lurus. bukan mala dicaci maki.( bukankah umat kristiani penuh kasih sayang ?, bukan seperti umat islam yang katanya suka kekerasan,pedang dan teror.) seorang gembala seharusnya dapat menunjukan jalan kepada domba domba yang tersesat, jangan malah sebaliknya dombanya berjalan bener malah pengembalanya yang tersesat (ini bisa kacau nanti).

Umat2 kristiani itu menguasai dunia, orangnya hebat2, pinter2,seperti argumen diatas dengan itu tunjukan dong kepandaian umat kristiani dengan memberikan jawaban berargumen dan dalil2 kepada si Kadzim yang katanya hanya sekedar anak kudisan itu…?

Salam
Balas
+
jelasnggak berkata
7 September 2009 pada 23:01

@Dikaw

Kristiani di sini tuh bukannya sedang “menjawab”


Mereka “having fun”
Balas
+
Alexa berkata
12 September 2009 pada 14:18

@Dikaw
Anda ternyata bodoh sangat lah. Kami ini lagi senang-2 sambil tertawa membaca uraian si kadzim dan termasuk uraian anda.
Perlu juga anda ketahui kenapa kami ini ‘having fun’ seperti kata @jelasnggak. Krn semua tafsir yg dikemukakan si kadzim sudah melenceng jauh dari filosofi kristiani. Kenapa?, karena dia menilainya dari sudut pandang islam. Ada rasa iri dalam kalimatnya. KEnapa kok kristen yg mnguasai dunia?, kenapa kok orang2 pintar itu semua nya orang kristen?. Kalo nggak percaya baca uraiannya dari awal.
Lalu kemudian si kadzim ketika mencoba membuat tafsir terhadap alquran, di mulai keblinger, krn ternyat uraiannya bisa di buatkan tafsir baru, terlebih setelah Ulil abshar mengeluarkan komentar, bahwa alquran itu hasil imajinasi. Beliau seperti kehilangan arah. Seperti tidak dibela sama sekali oleh ulil abshar, krn komentarnya menyebabkan islam kembali mudah di serang. Belum termasuk bom mega kuningan, dll. Kalo anda menyimak, ada juga komentar saya yg dihapus Admin, krn berisi pengakuan ttg pindahnya orang besar islam justru ke agama kristen yg sedang dipelintir si kadzim.
Saya kuatir, komentar inipun akan dihapus Admin. Atau Admin-nya si Kadzim sendiri?
KEpada sdr @Dikaw, tolong simak baik-2 setiap komentar, baik dari dr si Kadzim, maupun dari saya.
Sekali lagi saya mengajak si kadzim bicara alquran.
Semoga anda tidak tersinggung, krn prinsipnya gw cuma mau seneng-2 aja ama si kadzim.
Balas

#
kadzim berkata
5 September 2009 pada 20:41

Untuk pemakai nama “Gue”, Teman-teman yang se-agama dengan anda, mereka butuh bantuan untuk menjawab pertanyaan saya dan mereka tidak butuh anda mencaci-maki saya, sebab kalau hanya mencaci-maki, sudah ada dari mereka yang lebih pandai dari anda.

Terima Kasih.
Balas

*
Alexa berkata
12 September 2009 pada 14:21

Wah mungkin ini satu2nya pengakuan jujur dari si Kadzim, kalo gw lebih pandai. Bener gue kan?
Tapi khusus untuk @Gue, krn ini mimbar sedikit bebas, silahkan anda mencaci siapa saja, termasuk blog nya. Eh, tapi kalo blog nya ga usah lah, soalnya nanti kita susah ni nyari si kadzim. Kan si kadzim lebih banyak disini, mungkin dia salah satu krew dari blog ini. Atau malah editor nya.
Tx.
Balas

#
kadzim berkata
6 September 2009 pada 03:08

Alhamdulillah atas segalanya, pemilik blog sendiri akhirnya meralat tegurannya, karena saya lebih tahu tentang diri saya dari pada orang lain, tidak mungkin saya menulis caci-makian apalagi porno.

Untuk pengunjung yang ber-agama kristen, jangan kalian beranggapan saya membenci kalian, kita adalah saudara, jika bukan saudara dalam aqidah kita saudara sesama manusia.

Semua perdebatan yang telah berlangsung disebabkan orang kristen pemakai nama Jhony_Walker yang mencaci-maki agama ISLAM serta nabi MUHAMMAD SAW, itu terjadi 3 hari setelah peledakan hotel di jakarta, saya pun menegur dia atas tulisannya yang tidak sopan dan menyerang dengan buta.

Karena teguran saya tidak mampu memberhentikan serangan Jhony, maka terpaksa saya buka debat terbuka dan terjadilah yang terjadi.

Apabila ada dari tulisan saya yang menyakiti hati pembaca saya benar-benar mohon maaf, jika ada pembaca yang masih keberatan dan ingin meneruskan perdebatan, saya pun tidak akan pernah menolak.

Terima Kasih.
Balas

*
Alexa berkata
12 September 2009 pada 14:29

Bung Kadzim.
Dengan rasa hormat saya yang paling dalam, apakah benar agama anda diserang lebih dulu?, kenapa kok banyak bener plintiran ttg injil?. Okelah, mungkin anda benar dan saya yg terlambat berkunjung.
Krn ada permohona maaf anda (mudah-2 an jujur), jika ada yg melakukan caci-maki, sebaiknya anda balas dgn kriteria yg sama. Terus terang setelah saya membaca ini, saya mulai merasakan bahwa anda sedang menghadapi dilema antara membela agama (cuma sayangnya nyerang agama orang lain), dgn mencari kebenaran yg hakiki.
Dgn demikian saya mohon maaf juga ya bung kadzim atas caci maki nya. Saya mohon hengkang, tetapi tolong jangan memulai perdebatan kembali, krn antara islam dan kristen berbeda filosofinya, nggak akan pernah ketemu. SEKALI LAGI FILOSOFI ISLAM DAN KRISTEN BERBEDA.
Dan kepada sdr lainnya (temannya kadzim) yg merasa tersinggung dgn mohon maaf, krn banyak juga komentar saya yang melecehkan agama anda, apalagi dengan kata-2 kotor.
Salam damai, dan salam sejahtera semua.
Balas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar