Kamis, 20 Agustus 2009

Trinitas, Apakah itu?

Didalam Alkitab, tidak ada satupun ayat yang menyatakan mengenai doktrin Trinitas atau Tritunggal.
Umat Kristen sekarang hanya melandasi dogmanya itu dengan Surat Kiriman Yahya Pertama 5:7 yang pada Alkitab versi King James terbitan 1611 berbunyi :

"Karena tiga yang menjadi saksi disurga, yaitu Bapa dan Firman dan Rohul Kudus, maka ketiganya itu menjadi satu; dan ada tiga yang menjadi saksi dibumi, yaitu Roh dan air dan darah, maka ketiganya itu menjadi satu tujuan."

Tetapi pada bagian : "Bapa, Firman dan Rohul Kudus, maka ketiganya menjadi satu." pada versi Revised Standard 1952 dan 1971 telah dirobah, demikian pula didalam beberapa Bible lainnya, karena dianggap sebagai 'Komentar yang telah melampaui batas terhadap teks Yunani."

Yahya I 5:7 dan 8 menurut New American Standard, tertulis sbb :
"Dan itulah Ruh yang menjadi saksi, oleh sebab Ruh adalah suatu kebenaran. Karena disana terdapat Tiga yang menjadi saksi, yaitu Ruh dan Air dan Darah, dan ketiga-tiganya didalam persesuaian."

Begitu juga dalam The World Translation of The Holy Scriptures yang dipakai oleh saksi-saksi Yehowa (Jehovah's Witness), dapat dijumpai sbb :

"Oleh karena disana terdapat tiga yang menjadi saksi; yaitu Ruh, dan air dan darah, dan ketiganya adalah didalam persesuaian."

Jadi jelas sudah bahwa Konsep Trinitas itu sendiri tidak tercantum, baik didalam Bible mapun dalam kamus-kamus Bible.

Ia sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Yesus, dan Trinitas sama sekali tidak pernah disinggungnya. Semua rumusan Trinitas yang ada itu berasal dari Antharius, seorang gerejawan dari Alexandria Mesir yang selanjutnya diterima oleh Konsili Nicea tahun 325, artinya lebih dari tiga abad sesudah Yesus tiada.

Tidak diragukan lagi orang-orang Paganis Roma sangat mempengaruhi pembentukan doktrin ini :

Tiga yang Esa; Sabat digeser menjadi Minggu; 25 Desember yang merupakan hari kelahiran Anak Tuhan mereka, yaitu Mithra lalu diperkenalkan sebagai hari kelahiran Yesus dan layak untuk dirayakan dengan sebutan Natalan (meski Bible sendiri jelas melarangnya pada Yermia 10:2-5).

Yesus sendiri menyatakan bahwa dirinya bukan Tuhan :

Yahya 14:8-9
"Maka kata Pilipus kepadanya: 'Ya Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, maka padalah (dengan begitu akan cukuplah) itu bagi kami. Kata Yesus kepadanya: 'Hai Pilipus, sekian lamanya aku bersama-sama dengan kamu, dan tiadakah engkau kenal aku ? Siapa yang sudah nampak aku, ia sudah nampak bapa. Bagaimanakh katamu : 'Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami ?'

Jadi akhirnya Yesus sendiri menunjukkan kepada Pilipus, bagaimana membuktikan kehadiran Tuhan kepada murid-muridnya; bahwa hal itu tidak mungkin.

Anda harus mempercayai eksistensi Tuhan hanya dengan memperhatikan makhlukNya, matahari, bulan, seluruh makhluk dan bahkan Yesus sendiri yang merupakan ciptaan Tuhan.

Yesus menyatakan didalam Yahya 4:24 :
'Tuhan adalah Roh ..." dan Yahya 5:37 : 'Kamu belum pernah mendengar suaraNya atau nampak rupaNya."

Bagaimana anda dapat melihat suatu roh ?
Yang dapat mereka lihat adalah Yesus, bukan Tuhan.
Pauluspun mengatakan (Timotius I:6:16) : '...yang tiada pernah dilihat atau dapat dilihat...'

Jadi segala yang pernah anda lihat, adalah bukan Tuhan.
AlQuran yang mulia juga mengatakan (6:103):
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui."

Selain itu, dalam iman Kristiani, Yesus itu berkodrat manusia dan Tuhan.
Karena sebagai manusia, ia membutuhkan makan, minum, tidur, bisa merasa takut dan sedih.
Sebagai Tuhan, Dia berkuasa atas alam semsta dan pengampunan dosa.
Yesus adalah firman yang hidup.
Firman itu adalah Allah. Memang Yesus adalah Allah.
Maka :

1. Pada mulanya adalah Firman
2. Firman adalah Allah
3. Firman menjadi Yesus = Allah menjadi Yesus
4. Yesus menjadi anak manusia = Allah menjadi anak manusia

(Yang ini nggak tahu, gimana Allah yang waktu masih bayi itu bisa ngurus dunia)

5.Yesus adalah utusan Allah (Markus 9:37, Yohanes 4:18; 5:19,24,30; 8:16,18,26; 9:4; 10:36; 11:42 dan masih banyak lagi ayat Yohanes lain, Kisah Rasul 3:22, I Yohanes 4:9)

Maka karena Yesus adalah utusan Allah
Maka Allah adalah utusan Allah ?

Coba renungkan lagi :

1. Yesus adalah Allah
2. Yesus adalah utusan Allah
3. Allah adalah Allah
4. Allah diutus oleh Allah !!!????

Silahkan mencari jawabannya.

Demikianlah Saul yang berganti nama menjadi Paulus setelah dia berhasil mengambil peranan dalam ajaran Yesus. Dia tidak pernah melihat Yesus dan tidak pernah bertemu dengan Yesus secara langsung, sebagaimana para murid (pengikut Yesus) yang lainnya, tapi dia mengatakan bahwa ia mempunyai hubungan langsung dengan Yesus, dengan demikian maka tidak ada hak bagi siapa saja untuk menentangnya terhadap ajaran-ajaran yang dikatakannya langsung diterima dari Almasih.

Demikianlah, kehadiran Paulus ditengah-tengah para Rasul adalah berkat jasa Barnabas, dan ini bisa kita pastikan bahwa Barnabas memiliki arti yang sangat penting dikalangan para murid Yesus yang lainnya sehingga mereka mau patuh terhadap keputusannya.

Barangkali karena alasan inilah dengan adanya kehidupan Barnabas dicatat dengan rinci pada kitab kisah Rasul. Sifat hubungan antara Barnabas dan Paulus ditunjukkan dalam Kisah Rasul 13:1-2 sbb :

"Digereja Antiokia inilah "nabi-nabi" dan guru-guru tertentu bertemu seperti Barnabas, dan Simon yang dipanggil "niger" (orang negro) dan Lucius dari Cyrene dan Manaen, yang sama-sama pernah diadili oleh Herodes antipas dan Paulus.

Karena mereka melayani (gereja) Tuhan, dan berpuasa, maka roh kudus berkata: 'Pisahkanlah Barnabas dan Saul dariku karena tugas yang telah aku serukan kepada mereka."

Dalam daftar para pengikut Yesus, Lukas menyebut Barnabas dalam urutan pertama dan Saul/Paulus dalam urutan terakhir.

Karena telah terpilih untuk bekerja sama, maka para rasul menyebar, dan Barnabas serta Paulus berangkat bersama disertai oleh Markus, keponakan Barnabas, untuk menyebarkan ajaran Yesus di Yunani. Sementara James, putera Maria dari suami Yusuf, ditinggal sebagai ketua para pengikut Yesus, Peter juga tetap tinggal.

Dalam kitab kisah Rasul diceritakan, disamping mereka kadang-kadang dilempari batu dibeberapa tempat, dua orang misioner tersebut sangat berhasil. Reputasi mereka sebagai manusia-manusia pelayan Tuhan tersebar luas.

Ketika mereka sampai ke Lucaonia dan menyembuhkan seorang yang pincang, terdapat desas-desus bahwa : "...dewa-dewa telah diturunkan kepada kita dalam bentuk manusia. Mereka memanggil Barnabas dengan sebutan Jupiter dan Paulus dengan sebutan Mercuries.

Kemudian para pendeta (penyembah) Jupiter ... membawa binatang ternak dan karangan bunga kepintu-pintu gerbang, dan akan melakukan pengorbanan bersama orang-orang banyak. Maka ketika para rasul tersebut, Barnabas dan Paulus, mendengar tentang hal tersebut, mereka mengenakan pakaian dan lari kekerumunan orang yang sedang berteriak-teriak.

Dan mereka berdua berkata : Tuan-tuan, mengapa anda melakukan semua ini? Kami berdua juga manusia yang ingin membagi kasih dengan saudara, dan mengajarkan kepada anda tentang Tuhan Yang Maha Hidup yang telah menciptakan langit dan bumi, laut dan segala sesuatu yang ada didalamnya." (Kisah 14:11-15)

Jika reaksi dari penduduk Yunani semacam ini (yang menganggap Barnabas dan Paulus sebagai dewa berbentuk manusia), maka hal ini menandakan bahwa keduanya mengalami kesulitan praktis dalam menyebarkan ajarannya.

Seorang yang mengenal Yesus, akan sangat mudah mengenali bahwa ajarannya meupakan pembenaran dari ajaran Musa.

Tetapi bagi kebanyakan penyembah berhala, ajaran ini dipandang baru dan aneh atau malah bingung. Semua penyembah berhala, yang mengakui banyak dewa tetap mempercayai bahwa Tuhan itu beragam.

Bagi orang-orang Yunani, penggambaran tentang Yesus, sesuai dengan salah satu dewa mereka, dan mungkin sekali mereka siap untuk menerima ajaran Yesus dalam penggambaran seperti ini. Sebab bagi pemahaman mereka, tetap ada ruang untuk lebih dari satu.

Ajaran Yesus mengenai Tauhid, adalah suatu bentuk penghapusan semua dewa-dewa yang beragam itu. Ajaran ini yang tidak bisa diterima oleh mereka. Bagi orang yang setulus dan seteguh Barnabas, tugas menciptakan cara hidup yang diajarkan Yesus di Yunani tanpa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, pastilah sangat berat.

Bagi Paulus, yang telah memperlihatkan kecenderungannya merubah ajaran yang diketahuinya, melihat kesempatan untuk berdakwa dengan terlebih dahulu menggunakan kepercayaan orang-orang Yunani tersebut dan ditamsilkan kedalam Yesus.

Saat itu Yunani telah menjadi bagian dari kekaisaran Romawi. Dewa-dewa Romawi banyak memiliki kemiripan dengan dewa-dewa yang dianut oleh orang Yunani.

Dan Paulus adalah orang yang sangat pandai memanfaatkan situasi, dia menyadari sepenuhnya keteguhan kepercayaan dalam agama Graceo-Roman (campuran Yunani dan Romawi) dari rakyat awam didalam kekaisaran Romawi tersebut. Jelas terlihat bahwa ia merasa tidak mungkin merubah cara ibadah mereka tanpa merubah ajaran Yesus.

Barnabas, disisi lain sebagaimana tercatat dalam Matius 5:18, bahwa Yesus mengetahui bahwa penciptaanya/kelahirannya tdaik menginginkan hukumnya dikurangi dan dirubah sekecil apapun. Untuk itu dia tetap berpegang teguh pada ajaran yang pernah diterima langsung olehnya.

Akhirnya mereka berdua, Barnabas dan Paulus lebih banyak bersilang pendapat.

Tercatat dalam Kisah Rasul 15:39-40 :
"Pertentangan sangatlah tajam diantara keduanya, sehingga mereka segera berpisah jalan - kemudian Barnabas membawa Markus berlayar ke Cyprus."

Sangat menarik untuk dikaji bila Barnabas tercatat pada kisah Rasul, bahwa ia telah dipilih oleh Roh Kudus untuk menyebarkan ajaran Yesus, tetapi hal ini ditolak oleh Paulus. Kedudukannya telah cukup kuat dan ia tidak mesti bergantung lagi kepada Barnabas.

Lebih jauh lagi, Paulus adalah warga negara Romawi dan bisa berbahasa Romawi, juga bisa berbahasa Yunani sebagai bahasa resmi daerah kelahirannya, Tarsus.

Surat-surat yang ia tulis pada masa berikutnya kepada komunitas-komunitas Kristen di Yunani pastilah ditulis dalam bahasa ibunya. Hal ini ia bisa pergi ke Yunani dan Itali tanpa mengalami kesulitan dalam bahasa.

Barnabas disisi lain, tidak pandai berbicara dalam kedua bahasa tersebut.
Markus yang bisa berbahasa Yunani, harus menyertainya pada perjalanan misi pertamanya ke Yunani sebagai penterjemah. Jika Barnabas pergi sendirian, maka ia tidak akan bisa dipahami. Oleh sebab itu penolakan Paulus untuk bepergian bersama Markus karena khawatir akan terbongkar penyimpangan Paulus pada saat berdakwah, sehingga Barnabas akan mencegahnya.

Didalam buku "Histroy of Christianity in the Apostolic Age", Mc Giffert berkata :

"Barnabas ... yang haknya untuk bekerja (menyebarkan agama) dikalangan orang-orang zuhud telah diakui di Yerusalem ...(kemudian) ia harus kembali dan memisahkan dirinya dari mereka (orang-orang zuhud) sangatlah aneh.

Barnabas tidak menyetujui doktrin Paulus tentang kebebasan orang-orang Kristen dari segala bentuk hukum (sebelumnya; agama Musa)... perpisahan Paulus dan Barnabas dinyatakan oleh penulis kitab kisah Rasul sebagai akibat dari pertikaian mereka yang menyangkut Markus.

Tetapi alasan sebenarnya jauh lebih dalam daripada alasan tersebut... orang yang paling dekat dengan Paulus dan sangat intim bergaul dengannya pada masa-masa awal karirnya sebagai orang Kristen adalah Barnabas, ...yang merupakan seorang anggota dari gereja di yerusalem pada masa permulaan... persahabatannya sangat berarti bagi Paulus dan pasti memiliki andil dan pengaruh yang tidak kecil terhadap orang-orang Kristen. Barnabas bertindak sebagai pendukung Paulus dimasa awal. Padahal sebelumnya, Paulus adalah penyiksa orang-orang Kristen yang tak pernah terlupakan."

(A history of Christianity in the Apostolic Age, A.G. MacGiffert, hal. 216, 231, 424-5)

Perubahan sikap Barnabas terhadap Paulus hanya bisa terjadi sebagai akibat pengalaman-pengalamannya selama bepergian dengan Paulus.

Segala harapannya agar Paulus merubah pandangannya dan benar-benar menjadi pengikut yesus telah sirna. Barnabas telah menyadari kesalahan dalam tindakannya, maka ia pergi meninggalkan Paulus. Sebelum ia mencoba menyebarkan suatu ajaran, yang sebenarnya hanya ditujukan kepada orang-orang Zuhud tampaknya ia melihatnya sebagai suatu tujuan yang tepat. Tetapi setelah mencobanya, pengalaman membuktikan bahwa hal itu tidak mungkin.

Tampaknya pengalamannya di Antiokia jauh lebih berhasil karena terdapat orang-orang zuhud yang datang kepada para pengikut Yesus danmeminta untuk diterima sebagai orang-orang Kristen. Tetapi ketika Barnabas dan Paulus datang ke Yunani, justru mereka berdua yang meminta orang-orang untuk menjadi Kristen.

Tidak terdapat catatan tentang apa yang terjadi setelah Barnabas kembali ke Cyprus. Tetapi diketahui ia mati sebagai seorang syahid yang memegang teguh ajaran Yesus.

Sekalipun terdapat bukti bahwa barnabas ditutup-tutupi oleh sebagian besar halaman-halaman Bible, tapi jelas terlihat bahwa dia telah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam sejarah kristen dan jelas tidak bisa diabaikan begitu saja.

Secara terang-terangan ia ingin menegaskan dan mengajarkan apa yang telah didengarnya dari yesus pada masa-masa awal sejarah gereja, pada saat sebagian orang yang paling dekat dengan yesus. Kesetiaan Barnabas terhadap Yesus diakui oleh teman-temannya maupun lawan-lawannya. Dirumah saudara perempuannya, Yesus melaksanakan jamuan paskah, dan tentunya rumah tersebut tetap menjadi tempat pertemuan bagi para pengikut Yesus setelah ia menghilang.

Pengaruh Barnabas terhadap para murid Yesus dan pengikut lainnya telah dipastikan oleh Bible sendiri. Barnabas dipanggil sebagai seorang nabi, guru dan juga seorang murid Yesus oleh Lukas yang kesetiaannya kepada Paulus tidak diragukan lagi.

Setelah Barnabas kembali ke Cyprus, Paulus meneruskan misinya. Sekalipun ia telah cukup lama bergaul dengan orang-orang Kristen awal yang membuat ia bisa diterima dikalangan mereka, tapi ia menyadari kelemahan posisinya.

Ia bisa dipanggil murid Yesus, sekalipun ia mengaku memiliki akses kepada Yesus melalui wahyu, tetapi ia tetap membutuhkan seseorang yang pernah hidup bersama Yesus untuk menyertainya dalam perjalanan2nya dikalangan orang-orang Gentile. Seorang teman yang merupakan saksi langsung kehidupan Yesus, akan memberikan kepadanya dukungan yang sangat bernilai dan bisa mendukung argumen-argumennya dengan kewibawaan tambahan. Untuk itu ia membujuk Petrus untuk bergabung dengannya.

Kedua orang yang dahulunya saling bermusuhan dengan tajam, dan sekarang bisa bersatu adalah suatu hal yang mengejutkan. Tetapi situasi telah berubah. Sekarang Paulus telah diterima oleh orang banyak sebagai seorang Kristen dan tidak lagi dipandang sebagai penyiksa.

Ketenaran Petrus sebagai salah seorang murid Yesus telah hilang dan lemah, pada saat dibawah tekanan atau berhadapan dengan bahaya, dia menyangkal bahwa dia adalah sahabat Yesus pada saat pengadilan dan penyaliban.

"Adapun Petrus duduk diluar serambi balai, maka datanglah kepadanya seorang dayang, katanya : Engkau juga bersama-sama Yesus, orang Galelia itu ?"

Tetapi Petrus bersangkal dihadapan sekalian orang, katanya: 'Tiada aku mengerti apa yang engkau katakan.' Apabila ia keluar serambi hadapan, maka seorang dayang yang lain melihat dia serta berlata : 'Orang inipun pergi bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu." Maka lagi pula ia (Petrus) bersangkal : 'Tiada aku kenal orang itu."
(Matius 26:69-72)

Sekarang, patutkah ucapan seperti itu dikeluarkan oleh Petrus sebagai salah satu sahabat dan murid terdekat Yesus ? Bandingkan dengan sikap, moral dan mental sahabat Nabi Muhammad Saw yang selalu membela beliau, dan siap mati demi melindungi dan menegakkan ajaran tauhid.

Pada perang Badar, Rasulullah Saw meragukan kesetiaan para sahabatnya yang hanya berjumlah 300 orang, yang terdiri dari 150 orang Muhajirin dan 150 orang Anshar, untuk menghadapi musuh berkekuatan 1000 orang kaum kafir Quraisy dengan senjata lengkap.

Seorang pemimpin kaum muhajirin bernama Al Miqdad Bin AlAswad berkata kepada Nabi Muhammad Saw :

"Ya Rasulullah, berangkatlah sebagaimana yang telah diperintahkan oleh ALlah kepadamu. Demi Allah, kami kaum Muhajirin tidak akan berkata seperti Bani Israil kepada Musa : 'Ya Musa, berangkatlah engkau bersama Tuhanmu, dan kami tinggal diam disini. Jika engkau berdua telah mengusir orang-orang negri Kanaan itu, barulah kami akan memasuki negri Kanaan yang kau katakan itu." - Namun kami mengatakan : "Pergilah engkau bersama Tuhanmu, kami semua akan ikut beserta kamu berperang."

Kemudian tampil pula seorang pemimpin kaum Anshar, Sa'ad bin Muaz, lalu berkata :

"Ya Rasulullah, engkau telah datang kepada kami membawa kebenaran, dan kami telah menyatakan janji kami dengan tekad "Sami'na Wa atho'na". Oleh karena itu, apabila engkau menyuruh kami untuk mengarungi lautan, kami akan mengarunginya. Engkau mendapatkan kami sebagai ahli pertempuran yang sabar. Semoga engkau merasa tenang dan mantap melihat sikap kami dalam peperangan. Oleh karena itu, berangkatlah engkau beserta kami atas berkah Allah Swt."

Contoh lain dari sikap mental sahabat Nabi, ketika dua orang sahabat bernama Khubaib dan Zaid bin Dasinah, yang ditawan oleh orang musryik Quraisy akan dieksekusi hukuman mati, mereka berdua dibujuk dan dirayu agar mau mencaci maki dan membunuh Nabi Muhammad Saw. Bila mau melaksanakannya, mereka akan dibebaskan dan mendapatkan imbalan harta.

Tetapi dua orang sahabat Nabi tersebut tetap memilih mati dibunuh daripada menghianati Nabinya. Sehingga orang-orang kafir Quraisy menjadi geram dan ingin segera memancung kepala mereka. Namun sebelum dibunuh, mereka berdua minta kesempatan untuk melakukan shalat dua rakaat. Setelah menunaikan shalat itu, pemimpin Quraisy bertanya :

"Mengapa kamu hanya minta waktu shalat dua rakaat saja, seandainya kamu minta waktu untuk shalat lima puluh kalipun akan kukabulkan."

Kedua sahabat itu menjawab dengan tenang :

"Kami malu jika kalian menyangka bahwa kami takut mati sehingga minta waktu untuk shalat 50 kali."

Maka dibunuhlah kedua orang sahabat Nabi Muhammad Saw tersebut sebagai Syuhada.
Demikianlah kehebatan mental dan sikap para sahabat beliau, yang jelas-jelas bukan seorang Tuhan atau memiliki zat setengah Tuhan setengah manusia.

Masih ada banyak lagi kisah sahabat-sahabat lain yang tidak kalah jantannya dalam membela Nabinya. Dan tidak ada satupun para sahabat terdekat dengan beliau yang berkhianat apalagi mengelak sebagai pengikut Muhammad. Bagi mereka, pengakuan itu tidak hanya sekedar ucapan sementara, tapi tetap berlaku selamanya, walau siksaan dan hinaan akan mereka terima.

Kembali pada Petrus, terpujikah sikap beliau ini ?

Paulus, nama yahudinya adalah Saul (Kis. 13:9) lahir di Tarsus ibukota Cicillia di Asia minor. Ayahnya seorang Yahudi dari suku Benyamin, dan ibunya keturunan Romawi. Ia menjadi jemaat Kristen setelah mengaku bertemu dengan cahaya dilangit yang konon namanya adalah Yesus (Kis. 9:3-7)

Paulus inilah yang memiliki peranan terbesar dalam pembentukan dogma agama Kristen, antara lain 7 dogma dibawah ini.

1. Konsep Tuhan Anak
Menurut Paulus, Allah Bapa yang disorga itu mempunya anak sulung yang sudah ada sebelum segala sesuatu ada, dan segalanya dicipta melaluinya (1 Korintus 8L6; Kolose 1:5; 1 Timotius 2:5)

2. Inkarnasi
Menurut Paulus, Yesus telah melakukan inkarnasi di Bumi melalui benih Daud
(Roma 1:3-4; Galatia 4:4-5; Kolose 1:15; dan Ibrani 1:3)

Dengan demikian, Paulus telah mendoktrinkan bahwa Yesus adalah anak Yusuf dan Maryam sebagaimana silsilah yang ditulis oleh Matius (Mat. 1:1-16).

Paulus mengatakan bahwa Yesus dalam wujudnya sebagai manusia berasal dari benih Daud (Roma 1:3). Jadi Paulus menuduh Yusuf dan Maryam bersetubuh hingga melahirkan Yesus.

3. Dosa Waris
Menurut Paulus, manusia ini sebenarnya hidup kekal disorga, karena kesalahan Adam, maka ia diletakkan dibumi dan anak Adam bisa mati. Dosa yang telah diperbuat oleh Adam itu terus dipikul oleh keturunannya (Roma 5:12-18; 1 Korintus 15:21-26)

4. Penyaliban dan Penebusan
Menurut Paulus, Yesus menyerahkan dirinya untuk berkorban hingga mati ditiang salib
(1 Korintus 1:18-23; Roma 5:8; 1 Timotius 1:15).

Pengorbanan Yesus itu adalah untuk menebus dosa manusia. Oleh karena itu setiap orang harus beriman kepada penyaliban dan penebusan dosa ini, agar memperoleh hidup kekal dan kembali pada hari kemudian.
(Roma 5:18; 6:10-11; 2 Korintus 5:14; 1 Timotius 2:6)

5. Konsep Kebangkitan
Yesus bangkit dari kematian setelah dikubur selama tiga hari. Maka dari itu semua orang harus percaya bahwa Yesus telah bangkit dan hidup kekal. Siapa yang percaya akan memperoleh hidup yang kekal pula (Roma 6:4-18; 1 Korintus 15:17-20; 15:4; 2 Timotius 2:8)

6. Naik Kelangit
Setelah bangkit dari kematiannya, Yesus naik kelangit dan bersemayam disebelah kanan Tuhan Bapa (Efesus 1:19-20; Kolose 3:1)

7. Tuhan Yesus
Setiap orang harus yakin bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10:9).

Dengan adanya dasar dogma seperti ini, pada gilirannya melahirkan doktrin Trinitas (Devine Trinity) yang menetapkan bahwa Tuhan terdiri dari 3 oknum, Allah Bapa, Roh Kudus dan Allah anak.

Dari semua konsep dogma agama yang telah diajarkan Paulus itu, ternyata hanya kebohongan belaka. Sebagaimana yang dikatakannya sendiri dalam suratnya kepada jemaat di Roma 3:7 sbb:

"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ?"
(Roma 3:7)

Sudah tepatlah apa yang telah dikatakan oleh Yesus dalam Injil Matius :

"Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu ! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata : Akulah Mesias (juru selamat) dan mereka akan menyesatkan banyak orang."
(Matius 24:4-5)

Ramalan Jesus itu terbukti, bahwa ada orang mengaku Rasul yang diutus olehnya dengan mendapat bimbingan dari Roh Kudus. Tetapi Rasul palsu ini mengajarkan dogma yang bertentangan dengan ajaran Yesus. Silahkan anda buka dan teliti pertentangan antara ajaran Yesus dengan paulus.

Salah satu contohnya, Yesus sunat (Lukas 2:21) tetapi Paulus melarang sunat (Roma 2:29; Galatia 5:2). Yesus menyuruh agar manusia menyembah Allah, tetapi Paulus mempertuhankan Yesus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar