Kamis, 20 Agustus 2009

Maria Magdalena

Salah satu misteri dalam Alkitab adalah kisah Maria Magdalena. Siapa sebenarnya dia? Apakah Maria Magdalena adalah seorang pelacur? Ataukah dia seorang pahlawan? Bagaimana seseorang yang mengabdikan hidup untuk melayani Yesus berubah dari pahlawan Gereja hingga sampai disebut sundal?

Bila kita membaca kisah-kisah sejarah, pengaruh perempuan sering tidak masuk hitung. Ada cerita tentang wanita dipukuli atau dirajam karena pelanggaran kecil. Mungkin saja wanita di jaman Yesus hidup seperti itu. 2000 tahun lalu di Palestina wanita begitu dikucilkan dari kehidupan sosial. Begitu terkucilnya sehingga mereka hidup selalu terkurung di rumah. Mereka tidak menikmati pendidikan. Dan mereka jarang keluar rumah, dan apabila mereka keluar rumah, mereka harus selalu memakai kerudung. Di jaman itu, seorang pria tidak pantas berbicara pada wanita di tempat umum. Kalau dipikir-pikir, hal ini memang sangat aneh bahkan amat kejam. Dan di jaman itu pula cuma pria yang diperkenankan mempelajari Taurat.

Maria Magdalena bertemu dengan Yesus dan menjadi bagian dari sejarah. Tapi apa mungkin itu terjadi di jaman di mana wanita dianggap sebagai objek hinaan? Pasti sesuatu yang amat radikal terjadi yang berakibat pada perubahan ini.

Gambaran Maria Magdalena sering dikaitkan sebagai pelacur. Tapi bila merujuk pada kisah-kisah di Alkitab adakah buktinya? Tidak disebutkan sama sekali. Kisah Yesus di Alkitab disebutkan Yesus berkelana dengan kedua belas rasul dari satu tempat ke tempat yang lain. Yesus berkotbah dan juga menyembuhkan beberapa wanita dari roh jahat dan penyakit. Salah satunya adalah mujizat yang dialami Maria Magdalena yang disembuhkan dari kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Tapi tidak ada kalimat yang menyebutkan bahwa dia adalah seorang pelacur. Kenapa bisa Maria Magdalena yang tanpa adanya bukti dikatakan seorang pelacur?

Di Alkitab, sebelum kisah Maria Magdalena ada kisah tentang seorang wanita tanpa nama, Disebutkan wanita ini penuh dengan dosa. Saat dia mendengar Yesus berada di sekitar itu, dia pergi menemui Yesus. Dia sambil menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya dan meminyaki kaki Yesus dengan wewangian. Kisah ini yang dijadikan acuan dan diyakini bahwa dosa wanita itu adalah dosa seks dan beranggapan bahwa dia adalah mungkin seorang pelacur. Tapi tidak ada petunjuk atau penjelasan bahwa wanita ini adalah Maria Magdalena.

Kembali ke kisah Maria Magdalena disembuhkan dari kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Kerasukan iblis bukan berarti dosa di jaman itu. Tapi semacam penyakit tak terkendali. Tapi jika wanita berdosa yang tertera pada Lukas 7 bukanlah Maria Magdalena, bagaimana Maria mendapat reputasi seburuk itu? Padahal dalam Perjanjian Baru ditemukan banyak contoh Yesus mengusir Iblis dari laki-laki, tapi tampaknya tidak pernah dikaitkan dengan dosa seksual. Apa karena Maria Magdalena adalah perempuan? Atau mungkin saja ada hal lain dalam kisah dia. Ataukah Maria Magdalena merupakan ancaman bagi tatanan masyarakat pada jaman itu? Who knows?

Beberapa kisah Maria Magdalena dari apokrif dan gnostik tidak dimasukkan dalam Alkitab karena dianggap tidak inspiratif oleh para Bapak Gereja dulu kala.

Satu bukti nyata bahwa tertulis di Alkitab tentang sikap para murid terhadap wanita tampak pada kisah Yesus menyapa perempuan Samaria di sumur. Yesus berbicara pada wanita di tempat umum. Apalagi dianya seorang Samaria, yang pada jaman itu orang Yahudi tidak boleh berhubungan dengan orang Samaria. Pada kisah ini, diceritakan murid-murid mendapati Yesus sedang berbicara pada seorang wanita di mana hal ini tidak diterima secara sosial. Dan tak satupun murid mempertanyakan perbuatan Yesus ini karena Yesus adalah guru dan Tuhan. Salah satu pelajaran yang diajarkan Yesus di sini adalah kesetaraan dan penghormatan terhadap perempuan. Di sini tampak Yesus berbagi pada siapa pun bukan hanya pada pria.

Dengan mencap Maria sebagai pelacur, ia tak hanya merampas nama baiknya. Tapi juga merampas sosok perempuan panutan kuat dari jutaan wanita. Maria yang kita temukan dalam Injil sangat penting bagi Yesus. Dan ia sangat mungkin pemimpin di antara kelompok pengikut Yesus. Terutama setelah penyaliban dan kebangkitanNya.

Apa karena ada pihak Gereja yang menganggap hubungannya dengan Yesus lebih romantis dari biasanya? Injil tak memberi banyak fakta tentang Maria, tapi satu hal yang pasti. Ia anggota dari rombongan yang menemani Yesus. Gambaran kasih Yesus pada Maria Magdalena membuat kesalahpahaman banyak orang akhir-akhir ini. Orang modern senang membayangkan hubungan romantis di antara keduanya.

Ada beberapa teks apokrif ditulis setelah Injil Perjanjian Baru yang tak dimasukkan ke dalam Alkitab. Teks itu, seperti Injil Filipus dan Injil Maria. Menggambarkan pentingnya Maria Magdalena dalam hidup Yesus. Tapi Injil Filipus yang menyatakan ada kemungkinan hubungan yang lebih intim dari yang disadari. Tapi keterangan terpenting dari teks ini yaitu bahwa Yesus begitu mengasihi Maria Magdalena sampai disebut ‘yang terberkati’.

Rujukan ‘romantis’ sesungguhnya merujuk pada keintiman spiritual, bukan seksual. Jadi menyebut Maria Magdalena sebagai ‘yang terberkati’ tidak mengherankan. Itu pula yang jadi istilah Kristen purba yang umum bagi banyak orang suci. Di abad 21 ini, banyak orang mudah salah paham. Apa yang dimaksud dengan ‘kasih’ dalam teks-teks kuno ini diartikan bukannya pemahaman hubungan kasih antara guru dan murid terkasih.

Tapi secara umum para pemikir modern tidak menerima pemikiran bahwa ada hubungan asmara atau bahkan perkawinan antara Yesus dan Maria Magdalena. Hubungan mereka jelas dalam teks kuno sebagai hubungan guru dan murid. Maria murid yang istimewa, murid yang digambarkan sangat memahami Yesus. Maria Magdalena dan wanita lainnya diceritakan dengan setia mendampingi Yesus sampai pada penyaliban Yesus. Padahal para murid lelaki diceritakan sudah pergi. Saat Ia wafat, Maria meratapinya. Dan diceritakan pula Maria Magdalena dan wanita lain membawa rempah untuk membalsemi jenasah Yesus. Saat itu ia menyaksikan kebangkitan Kristus untuk pertama kalinya. Yesus menyuruh Maria memberitahu murid lain bahwa Ia telah bangkit. Jadi ia yang pertama kali mengumumkan kebangkitan Yesus. Sangat penting ia dipercaya dengan tugas mengumumkan kebangkitan ini. Karena di masa itu, wanita dianggap tak berhak menjadi saksi resmi. Karena di banyak tatacara Yahudi kuno kesaksian wanita tak diterima secara hukum. Jika hal ini hanya soal Gereja purba mengarang cerita kebangkitan Yesus, mereka takkan mungkin membuat gagasan Ia muncul pertama kali pada wanita.

Maria Magdalena jelas mengenal langsung hidup dan ajaran Yesus, Maria Magdalena adalah wanita yang mandiri dan bersemangat. Sosok Maria Magdalena yang bisa dibilang kisah terbesar dalam sejarah manusia. Kisah Maria Magdalena seolah membawa pesan pada semua orang. Dan yang terpenting dalam hidup adalah melakoni ajaran Yesus yaitu KASIH.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar