Kamis, 20 Agustus 2009

Hukum Kasih

Assalamualaikum dan salam sejahtera sebelumnya .

Sebelumnya , lebih baik saya membuka muqadimah tentang artikel ini .

Untuk pengetahuan semuanya , Islam selalu dihujat / dikaitkan / diidentitik dengan “AGAMA TERORIS” ..

Tidak mengapa , umat muslimiin tetap redha dengan pelbagai hujatan yang dilemparkan oleh kaum non-muslim , kerana setiap fitnah itu adalah tidak benar , jadi muslimiin tidak perlu takut dan gentar .

Malah pertanyaan / persoalan tentang kasus “agama teroris” ini telah dijawab dan diselesaikan dengan baik oleh para ulama Islam . Jadi Kasus “agama teroris” ini bisa dianggap SELESAI .

Tutup persoalan tentang ini , Ayuh beralih pula ke agama Kristian .

Kristiani juga identitik dengan agama “Hukum Kasih” . Dan saya juga mengakuinya . Tetapi hanya 10 % sahaja . Selebihnya jika anda semua mahu melihat “apa itu hukum kasih ? ” Silalah mogor ke Yahoo Answer Agama Kepercayaan .

Anda bisa lihat bagaimana user Kristiani mempratikkan “hukum kasih” mereka . Sungguh “memalukan” . Silakan jika anda mahu mengkaji .

Yang menjadi kebingungan di hati saya :

Apakah umat Kristiani punya aturan perang dalam Kristiani ? Bagaimana jika “terjadinya perang antar agama” yang menyebabkan Kristiani harus / mengharuskannya untuk terlibat ?

Dan perang itu telah pun terjadi , PERANG SALIB .
Dari pernyataan itu , bisa timbul pelbagai persoalan . Baiklah , saya lampirkan beberapa persoalannya :

1.Dalam Kristiani , adakah hukum “aturan perang” ?

2.Jika ada , Adakah Tentera Kristiani dalam Perang Salib itu menggunakan “aturan perang” yang ada dalam kristiani itu ?

3.Seandainya “Hukum Aturan Perang” itu tidak wujud dalam Kristiani , itu bermakna Tentera Kristiani yang berperang dalam Perang Salib membunuh , menindas , menyembelih tentera / kaum muslimiin secara membabi buta dan tidak mengikut aturan .

4.Jika ada , mana ayatnya dalam bible ?

5.Adakah “Hukum Kasih” tidak bisa diterapkan dalam Perang Salib ? Mengapa ? Adakah Hukum Kasih itu hanya satu hukum yang bisa digunakan sesuai dengan sesuatu kondisi sahaja ?

Masih banyak lagi persoalan /pertanyaan tentang ini . Saya hanya melampirkan 5 sahaja .

Sedikit kisah tentang Perang Salib .

Seorang ahli sejarah Perancis, Michaud berkata: “Pada saat penaklukan Jerussalem oleh orang Kristian tahun 1099, orang-orang Islam dibantai di jalan-jalan dan di rumah-rumah. Jerussalem tidak punya tempat lagi bagi orang-orang yang kalah itu. Beberapa orang cuba mengelak dari kematian dengan cara menghendap-hendap dari benteng, yang lain berkerumun di istana dan berbagai menara untuk mencari perlindungan terutama di masjid-masjid. Namun mereka tetap tidak dapat menyembunyikan diri dari pengejaran orang-orang Kristian itu.

Tentera Salib yang menjadi tuan di Masjid Umar, di mana orang-orang Islam cuba mempertahankan diri selama beberapa lama menambahkan lagi adegan-adegan yang mengerikan yang menodai penaklukan Titus. Tentera infanteri dan kaveleri lari tunggang langgang di antara para buruan. Di tengah huru-hara yang mengerikan itu yang terdengar hanya rintihan dan jeritan kematian. Orang-orang yang menang itu memijak-mijak tumpukan mayat ketika mereka lari mengejar orang yang cuba menyelamatkan diri dengan sia-sia.

Raymond d’Agiles, yang menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri mengatakan: “Di bawah serambi masjid yang melengkung itu, genangan darah dalamnya mencecah lutut dan mencapai tali kekang kuda.”

Aksi pembantaian hanya berhenti beberapa saat saja, yakni ketika pasukan Salib itu berkumpul untuk menyatakan kesyukuran di atas kemenangan mereka. Tapi sebaik saja upacara itu selesai, pembantaian diteruskan dengan lebih ganas lagi.

Seterusnya Michaud berkata: “Semua yang tertangkap yang disisakan dari pembantaian pertama, semua yang telah diselamatkan untuk mendapatkan upeti, dibantai dengan kejam. Orang-orang Islam itu dipaksa terjun dari puncak menara dan bumbung-bumbung rumah, mereka dibakar hidup -hidup , diheret dari tempat persembunyian bawah tanah, diheret ke hadapan umum dan dikurbankan di tiang gantungan.

Air mata wanita, tangisan kanak-kanak, begitu juga pemandangan dari tempat Yesus Kristus memberikan ampun kepada para algojonya, sama sekali tidak dapat meredhakan nafsu membunuh orang-orang yang menang itu. Penyembelihan itu berlangsung selama seminggu. Beberapa orang yang berhasil melarikan diri, dimusnahkan atau dikurangkan bilangannya dengan perhambaan atau kerja paksa yang mengerikan.”

Gustav Le Bon telah mensifatkan penyembelihan kaum Salib Kristian sebagaimana kata-katanya: “Kaum Salib kita yang “bertakwa” itu tidak memadai dengan melakukan berbagai bentuk kezaliman, kerosakan dan penganiayaan, mereka kemudian mengadakan suatu mesyuarat yang memutuskan supaya dibunuh saja semua penduduk Baitul Maqdis yang terdiri dari kaum Muslimin dan bangsa Yahudi serta orang-orang Kristian yang tidak memberikan pertolongan kepada mereka yang jumlah mencapai 60,000 orang. Orang-orang itu telah dibunuh semua dalam masa 8 hari saja termasuk perempuan, kanak-kanak dan orang tua, tidak seorang pun yang terkecuali.

Ahli sejarah Kristian yang lain, Mill, mengatakan: “Ketika itu diputuskan bahawa rasa kasihan tidak boleh diperlihatkan terhadap kaum Muslimin. Orang-orang yang kalah itu diheret ke tempat-tempat umum dan dibunuh. Semua kaum wanita yang sedang menyusu, anak-anak gadis dan anak-anak lelaki dibantai dengan kejam. Tanah padang, jalan-jalan, bahkan tempat-tempat yang tidak berpenghuni di Jerusssalem ditaburi oleh mayat-mayat wanita dan lelaki, dan tubuh kanak-kanak yang koyak-koyak. Tidak ada hati yang lebur dalam keharuan atau yang tergerak untuk berbuat kebajikan melihat peristiwa mengerikan itu.”

Pertanyaan bonus :

Adakah ini “hukum kasih” yang para Kristiani banggakan ?
====

Bagi Islam , perkara tentang aturan perang ini tidak perlu dijelaskan lagi , kerana al-Quran telah menjelaskan segala-galanya tentang aturan perang :

Surah Al-Anfaal.

Silakan ..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar