Kamis, 20 Agustus 2009

Mengapa hanya biarawati saja yang menutup aurat ?

“Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.” Surah Al-Ahzab : ayat 59

“Dan katakanlah kepada perempuan -perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau anak-anak mereka, atau bapa mertua mereka, atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tiadk berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” Surah An-Nur : ayat 31

Begitu juga dalam Alkitab juga ada perintah agar kepala wanita ditutup / menutup aurat, seperti dalam 1 Korintus, Bab 11:

[1 Kor 11:5] Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menhina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

[1 Kor 11:6] Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahawa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

[1 Kor 11:10] Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

[1 Kor 11:13] Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?

Maka dengan alasan apa dalam kristen hanya biarawati yang menutup aurat? Sedangkan orang2 awam tidak menutup aurat dengan betul? aurat dibuat seperti perkara ringan.

Mengapa saya tulis tentang aurat wanita?

Kerana ini lah satu2nya bahaya yang tersembunyi yang akan merusak iman kaum lelaki secara halus, (banyak lelaki menjadi korban) Akibat wanita2 seksi dan tidak menutup aurat dengan betul.

Sebab itu pernikahan betul2 dianjurkan dalam Islam, untuk menghindari perbuatan yang tidak pantas terhadap kaum wanita. Karena lelaki-laki yang belum kawin akan terpesona bila melihat wanita2 seksi yang memamerkan bagian tubuhnya.

Akibat selalu tertekan dengan melihat keadaan wanita seksi di mana2, maka lelaki terutama yang lemah imannya dan yang belum nikah akan mudah terjerumus untuk melakukan perbuatan keji.

Saya pun heran, kerajaan tidak mengambil berat tentang wanita2 Muslim yang tidak menutup aurat dengan sebetulnya. Dalam Islam, jika seseorang wanita itu tidak menutup aurat di depan umum, wanita itu boleh dihukum. itulah yang terbaik dilakukan untuk menjauhkan terjadinya perzinaan, anak lahir diluar nikah, buang bayi dll. MENCEGAH ADALAH LEBIH BAIK DARI MERAWAT / (alwiqoyatu khoirun minal ‘ilaaj).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar