Kamis, 20 Agustus 2009

bukti2

Bukti-Bukti Dari Bible

Ada banyak bukti dari Bible yang mendukung pernyataan al-Qur?an dan al-Hadits yang menyatakan Yudas bukanlah pengkhianat :

Bukti pertama, Ketika Yesus duduk semeja dengan ke-12 muridnya, Yesus berkata :

Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini. Lukas 22:21

Ayat tersebut ditafsirkan oleh umat Kristiani sebagai pemberitahuan Yesus bahwa ada salah seorang murid yang mengkhianatinya. Namun setelah pemberitahuan tersebut, ke-12 murid Yesus ribut mempersoalkan siapa orang yang dimaksud Yesus, mereka tidak mempersoalkan seorang pengkhianat tetapi seorang yang mulia.

Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Lukas 22:24

Menanggapi siapa orang yang dipersoalkan oleh murid-muridnya, Yesus menjawab :

?melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. Lukas 22:26

Adalah mustahil frase menyerahkan aku? dalam Lukas 22:21 bila ditafsirkan sebagai orang yang mengkhianati Yesus, karena para murid Yesus langsung merespon informasi Yesus tersebut dengan mempersoalkan siapa orang yang terbesar yang dimaksudkan oleh Yesus, mereka sama sekali tidak merespon informasi Yesus tersebut sebagai seorang pengkhianat. Jadi Lukas 22:21 adalah pemberitahuan Yesus akan adanya seseorang yang terangkat derajatnya menjadi yang terbesar/termulia dari antara mereka sendiri. Para penafsir Kristen tentu tidak menyangkal bila orang yang dimaksud dalam Lukas 22:21 adalah Yudas Iskariot, jadi dengan kajian yang cermat, ternyata Yudas Iskariot adalah orang yang terbesar/termulia dari antara murid-murid Yesus, mengapa bisa demikian ?, karena dia rela menggantikan Yesus untuk ditangkap. Tafsiran seperti tersebut di atas ternyata sejalan dengan ayat lainnya :

Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seo-rang di antara kamu akan menyerahkan Aku. Injil Yohanes 13:21

Kalimat Ia sangat terharu menunjukkan bahwa orang yang dimaksud menyerahkan aku pastilah bukan seorang pengkhianat, tetapi sebagai seorang yang sangat dicintainya yang rela berkorban demi keselamatan diri Yesus sehingga Yesus terangkat ke langit. Karena keterharuan tidak mungkin terjadi kepada seseorang yang mengkhianatinya.

Siapakah yang mendapatkan derajat yang sama dengan Yesus, dialah yang termuda, dialah yang terbesar, dialah yang rela diserupakan dengan Yesus, dialah yang membuat Yesus terharu, dialah Yudas Iskariot salah seorang murid Yesus, dia bukan pengkhianat, demikianlah al-Qur?an dan al-Hadits mengisahkan, demikian pula Bible secara Implisit berkisah.

Bukti kedua, Ketika Yesus berada di taman Getsemani sedang bercakap-cakap dengan ke-11 muridnya, datanglah sepasukan musuh dengan membawa pentung, senjata dan lentera bersama Yudas untuk menangkap Yesus, lalu Yudas berkata kepada mereka ?pasukan- untuk menunjukkan orang yang disebut Yesus :

“Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.” Injil Matius 26:48

Cara Yudas mengindentifikasi Yesus dengan menciumnya, secara psikologis adalah mustahil dilakukan oleh seorang pengkhianat kepada orang yang dikhianatinya, kalau memang benar Yudas berkhianat kepada gurunya, maka cara yang paling mungkin secara psikologis adalah cukup hanya menunjuk dengan jari telunjuknya dari kejauhan dan mengatakan :

Itulah Yesus, orang yang akan kalian tangkap?

Dengan cara tersebut, tentulah akan membebaskan dia dari tekanan psikologis yang datangnya dari Yesus dan ke-11 murid yang lainnya, dan tentu imbalan tiga puluh uang perak merupakan imbalan yang sangat tidak sebanding dengan beban psikologis yang akan dia terima bila ia mengindentifikasi Yesus dengan sebuah ciuman.

Lalu apa maksud Yudas mencium Yesus?, karena dia sudah berjanji kepada Yesus untuk diserupakan dengan Yesus, saat itulah saat di mana dia akan memenuhi janjinya, yang berarti dia akan berpisah dengan gurunya karena dia akan segera ditangkap dan Yesus-gurunya akan terangkat ke langit. Dan ciuman kepada gurunya bisa jadi dia maksudkan untuk mendapatkan kekuatan moril dari Yesus agar dia tetap teguh menghadapi penangkapan dirinya dengan resiko dibunuh. Makanya Yesus terharu ketika menyampaikan kepada ke-12 muridnya bahwa ada seseorang yang akan menyerahkan dirinya dari antara ke-12 murid-nya?Yohanes 13:21-, ternyata kata menyerahkan dirinya bukanlah berarti mengkhianatinya tetapi menjadikan Yesus terangkat ke langit dalam keadaan selamat dan hidup.

Menafsirkan ciuman Yudas sebagai indentifikasi Yesus agar para pasukan tidak salah tangkap adalah tafsiran yang tidak memperhatikan kata-kata Yesus sendiri :

Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: “Sangkamu aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap aku? Padahal tiap-tiap hari aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Injil Matius 26:55

Dari ayat tersebut sudah jelas, bahwa orang-orang yang akan menangkap Yesus sudah mengenal siapa dan bagaimana rupa Yesus, karena mereka sudah sering melihat Yesus mengajar di bait Allah dan berdakwah secara terang-terangan, apalagi Yesus adalah tokoh yang sangat kontroversial bahkan sentral pada saat itu, banyak mukjizat yang telah ia berikan kepada orang-orang Yahudi tetapi sebagian besar mengingkarinya dan membencinya, adalah mustahil bila mereka tidak mengenal Yesus dan rupa wajahnya, adalah aneh bila ciuman Yudas diartikan untuk mengindentifikasi Yesus. Mari kita kutip kisah lain yang lebih menarik.

Kisah ini sama dengan kisah sebelumnya, yaitu terjadi di taman Getsemani jum’at malam, namun di tulis oleh penulis Injil yang lain yaitu Yohanes :

1. Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
2. Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?”
3. Jawab mereka: Yesus dari Nazaret? Kata-Nya kepada mereka: Akulah Dia? Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
4. Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
5. Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.”
6. Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”
Injil Yohanes 18:3-8

Bila diamati dengan jeli fragmen no 2-3, bagaimana mungkin bisa terjadi dialog :

Yesus : siapakah yang kamu cari
Pasukan : Yesus dari Nazaret
Yesus : Akulah dia

Dialog tersebut menunjukkan keragu-raguan pasukan akan diri Yesus yang sesungguhnya, bagaimana mungkin para pasukan dalam keraguan bila ciuman Yudas kepada Yesus diartikan sebagai ciuman pengkhianatan untuk indentifikasi Yesus, pasti ciuman Yudas bukanlah untuk mengkhianati, tetapi ciuman perpisahan dan untuk mendapatkan kekuatan moril dari Yesus. Pada fragmen ke 4 terjawablah misteri tersebut, yaitu ketika Yesus menjawab Akulah dia? para pasukan mundur dan terjatuh ke tanah, mengapa terjadi demikian inilah rencana Allah SWT, mereka dibuat terjatuh oleh Allah SWT agar mereka tidak menyaksikan penyerupaan Yudas kepada Yesus, dan sesaat setalah itu, Yudas yang telah serupa dengan Yesus berkata Telah Kukatakan kepadamu, Aku-lah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi?, maka pasukan itupun menangkap Yudas yang telah diserupakan dengan Yesus. Wallahu a?lam.

——–

Mari kita ulas tulisan situs http://al-islahonline.com mengenai Yudas Iskariot ini. Dalam tulisannya tersebut terlihat jelas bahwa penulis http://al-islahonline.com tidak menguasai Injil (Matius, Markus, Lukas & Yohanes), penulis hanyalah mengambil ayat-ayat dalam Injil secara sepotong-sepotong untuk mendukung maksud dan tujuannya. Mari kita periksa ayat-ayat yang diambil secara sepotong-sepotong tersebut.

Lukas 22:
21 “Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini.”
22 “Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!”

24 “Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.”
25 Yesus berkata kepada mereka: Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
26 “Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.”
27 “Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”

Jelas ulasan perikop ini merupakan pemelintiran arti dari maksud sebenarnya & bermaksud mengelabui pembaca yang tidak pernah membaca Injil terutama umat Islam, dalam Lukas 22:21-26 tersebut tidak ada penjelasan bahwa murid tersebut bernama Yudas Iskariot apalagi kesediaan menggantikan Yesus untuk ditangkap. Selanjutnya penulis melompat ke Injil Yohanes untuk menggenapi maksud dan tujuannya karena terdapat kalimat yang sesuai.

Yohanes 13:
21 “Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
22 “Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.”

Coba baca Yohanes 13:21-22 di atas, siapakah yang bersedia? Semua murid-murid Yesus tersebut malah tidak tahu siapa orangnya dan selanjutnya penulis melompat lagi merujuk ke MaTius 26:48 & Matius 26:55 yang tertulis sebagai berikut:

Matius 26:
46 “Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”
47 “Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.”
48 “Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.”
49 “Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: Salam Rabi, lalu mencium Dia.”
50 “Tetapi Yesus berkata kepadanya: Hai teman, untuk itukah engkau datang? Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.”

Jelas Yudas telah menyerahkan Yesus dan Yesus telah siap menerima semua yang akan terjadi. Ingat! Bahwa Yesus telah mengetahui sejak awal dalam:

Yohanes 6:
70 Jawab Yesus kepada mereka: Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.
71 “Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.”

Bila Yesus hendak melepaskan diri maka akan dengan mudah seperti kejadian yang tertulis sebagai berikut:

Matius 12:
14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
15 Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.

atau ketika hendak didaulat sebagai raja:

Yohanes 6:
14 “Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.”
15 “Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.”

Kesimpulan:

1. Berdasarkan analisa kronologis ayat-ayat Injil jelas bahwa Yudas tidak pernah diserupakan menjadi Yesus.
2. Yesus mengetahui peristiwa yang akan terjadi dan dengan sadar memikul tanggung jawabNya.
3. Yesus dengan kuasaNya sebenarnya dapat melepaskan diri dari bahaya tersebut tetapi Yesus tetap menjalani penyaliban yang akan terjadi pada diriNya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar