Sabtu, 22 Agustus 2009

Antara Yesus, Salib, Tali Gantung dan Ketapel

KETAPEL adalah alat yang digunakan untuk berburu binatang (burung). Berbentuk huruf ( Y ) yang bagian atasnya (kanan dan kiri) disatukan dengan karet yang di-ikat ke ujung bagian kanan kiri kulit, kemudian tengahnya diberi sebuah batu, ditarik kuat-kuat, lalu diarahkan ke sasaran dan dilepaskan. jika itu KETAPEL maka inilah Salib.

Salib terbuat dari dua potong batang yang berbeda ukuran, satu batang lebih pendek /panjang dari yang lain. jika ketapel digunakan untuk memburu binatang, maka Salib berbeda fungsi, Salib oleh kaum Yahudi digunakan untuk menghukum orang yang terkutuk.

Lepas dari benar atau tidaknya Yesus mati di atas tiang Salib, seringkali kita membaca tulisan para cendekiawan kristen yang berusaha merangkum kalimat yang dapat membuat kaum awam tercengang dan takjub terhadap kesaktian Salib bila membacanya.

Ada pula cendekiawan kristen yang menulis tentang rahasia Tuhan dibalik bentuk vertical dan horizontal yang ada pada Salib, dan mereka buat pembahasan tentang filsafat Salib, ini juga membuat banyak orang awam kagum terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak mereka fahami.

Tidak dapat diingkari bahwa Salib adalah karya umat Yahudi, umat Yahudi memandang Yesus sebagai orang terkutuk hingga pantas dihukum mati di atas tiang Salib dan ini bukan hanya dialami oleh Yesus saja, saat Yesus diSalib pun terdapat dua orang yang juga sedang disalib dan banyak orang yang mati diatas tiang Salib sebelum Yesus.

Seandainya kaum Yahudi menggantung leher dengan tali gantung, atau mengikat kaki pada kayu yang berbentuk seperti ketapel ( Y ) untuk menghukum mati "Yesus" orang yang mereka pandang terkutuk, apakah umat kristen sekarang akan menjadikan tali gantung atau huruf ( Y ) sebagai symbol kekuatan Tuhan atau keramat?
Apakah cendekiawan kristen sekarang juga akan sibuk membahas tentang filsafat tali gantung atau kayu yang berbentuk ketapel, hanya karena orang yang mereka Tuhankan mati dijirat oleh tali gantung atau terikat pada tiang yang berbentuk huruf ( Y ) ?

Pertanyaan semacam itulah yang semestinya diajukan, agar orang awam tahu bahwa pembahasan tentang filsafat Salib seperti yang sering ditulis oleh para cendekiawan kristen hanyalah kajian yang mengada-ada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar