Kamis, 20 Agustus 2009

Judas

Lukisan yang menggambarkan Judas mengkhianati Yesus
Apakah mulai sekarang umat Kristiani harus menghormati Judas?
Reputasi Judas Iskariot sebagai salah satu tokoh paling dibenci di
sejarah umat Kristiani mungkin akan mulai dipertanyakan dengan
penerbitan sebuah naskah kuno.

Kitab Judas, dokumen yang tertulis di daun lontar dari abad ke-3 atau
ke-4 Masehi, menceritakan kematian Yesus dari sudut pandang murid
Yesus itu.

Dokumen yang dituduh sebagai salinan dari naskah yang jauh lebih tua
lagi, menggambarkan Judas sebagai tokoh yang penuh kebaikan yang
membantu Yesus menyelamatkan umat manusia.

Gereja Kristen di awal sejarah gereja mengutuk ajaran-ajaran sebagai
ajaran bida'ah.

Dokumen setebal 31 halaman yang sudah dalam kondisi lapuk, ditulis
dalam bahasa Koptik, yang ditemukan di Mesir pada tahun 1970an.

The National Geographic Society di Amerika Serikat akan menerbitkan
naskah itu hari Kamis dan akan memperlihatkan beberapa naskah daun
lontar itu untuk pertama kalinya.

Sekte Gnostik

Selama 2.000 tahun, agama Kristen menggambarkan Judas sebagai murid
Yesus yang mengkhianati Kristus dengan menggunakan ciuman sebagai kode
untuk menangkap Yesus yang berakhir dengan penyaliban.

Menurut kitab Injil, Judas menerima 30 kepingan perak atas tindakannya
itu, tetapi tidak lama kemudian dia meninggal.


Lukisan Kebangkitan Yesus karya Pierro della Francesca
Sekte Gnostik yakin Judas membantu Yesus menyelamatkan umat manusia

Namun, Kitab Judas memberikan gambaran yang lebih positif, dengan
menyebutnya sebagi murid kesayangan Yesus dan menggambarkan
pengkhianatannya sebagai misi suci agar Yesus disalib sehingga dasar
agama Kristen bisa ditegakkan.

Pandangan serupa dipegang oleh kaum Gnostik - sekte yang muncul pada
abad ke-2 Masehi, yang saat ini menjadi saingan Gereja.

Mereka melihat Judas sebagai murid Yesus yang paling diberkati, dan
bertindak agar dosa umat manusia dapat ditebus oleh kematian Yesus
Kristus.

Karena itulah, sekte Gnostik menganggap Judas patut mendapat penghormatan.

Para penulis sekte Gnostik yakin cerita tentang peran Judas ini
ditulis di Yunani pada tahun 150 Masehi, dan sebagian kalangan percaya
bahwa Kitab Judas mungkin disalin dari dokumen yang berusia lebih tua itu.

Catatan-catatan menunjukkan bahwa para pemuka Gereja Kristen di
awal-awal sejarah Kristiani mengutup ajaran itu sebagai bida'ah
sekitar tahun 180 Masehi.

Kitab Judas ditemukan di dekat Beni Masar di Mesir.

Pada tahun 2000, Yayasan Maecenas untuk Seni Kuno di Basel, Swiss,
mengambilalih dokumen itu dan mulai menerjemahkannya.

Tahun lalu, National Geographic mencapai kesepakatan dengan yayasan
tersebut senilai 1 juta dolar AS.

Selain menerbitkan artikel di majalah, National Geographic juga akan
menerbitkan dua buku tentang Gospel Judas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar