Kamis, 20 Agustus 2009

Alkitab Versi King James I



Alkitab dalam terjemahan Bahasa Inggeris pertama kali diterbitkan pada tahun 1611. Alkitab ini adalah Alkitab orang Protestan dan diterbitkan atas perintah Raja James dari England dan dikenali dengan sebutan "The Authorised Version" atau lebih dikenali dengan KING JAMES VERSION atau KJV.
Alkitab KING JAMES VERSION ini kemudiannya dianggap tidak memadai lagi sehingga perlu diperbaiki pada tahun 1881 dan Alkitab perbaikan tersebut diterbitkan dengan nama THE REVISED VERSION (RV). Jadi jelaslah Bible KJV diperbaiki kerana banyak kesalahan-kesalahan yang ada pada Alkitab tersebut. Tapi ternyata beberapa tahun kemudian, ternampak lagi bahwa Alkitab revisi tersebut masih mengandungi pelbagai kesalahan lagi sehingga perlu diubah sekali lagi. Pada tahun 1952 Bible ini direvisi lagi dan diberi nama THE REVISED STANDARD VERSION (RSV).
Apakah sudah berakhir? Ternyata tidak. Masih banyak kesalahan-kesalahan yang perlu diperbaiki lagi sehingga diputuskan untuk merevisinya lagi pada tahun 1971 dengan nama yang sama. Apakah ini sudah berakhir? Entahlah. Mungkin kalau diketemukan hal-hal baru yang perlu ditambahkan atau dikurangkan dari Bible versi ini maka RSV mungkin akan perlu dire-re-rerevised lagi.
Fakta-fakta ini begitu nyata sehingga sukar difahami mengapa umat Kristen hari ini tetap mengatakan bahawa tidak ada kesalahan dalam Alkitab. Malah, kita mendapati bahwa bagian Preface (Pengenalan) Alkitab RSV sendiri menyangkal Alkitab KJV, seperti berikut:
The King James Version has with good reason been termed "The noblest monument of English prose." Its revisers in 1881 expressed admiration for "its simplicity, its dignity, its power, its happy turns of statement,..the music of its cadences, and the felicities of its rythm." It entered, as no other book has into the making of the personal character and the public ins-titutions of the English-speaking peoples. We owe to it an incalculable debt.
Yet the King James Version has grave defects. By the middle of the nineteenth century, the development of Biblical study and the discovery of many manuscripts more ancient than those upon which The King James Version was based, made it manifest that these defects are so many and so serious as to call for revision.
Dr. Philip Wesley juga mendedahkan kesalahan-kesalahan di dalam KJV Bible ini di dalam bukunya, The Complete Guide To Bible Versions, terbitan Living Books, 1991. Di muka surat 53 beliau menyatakan bahwa
But the King James Version had deficiencies that did not go unnoticed by certain scholars.
Dalam buku The King James Version Debate oleh Dr. D.A.Carson (Professor of New Testament at Trinity Evangelical Divinity School), terbitan Baker Book House, tahun 1979, cetakan kelima belas, Mac 1999, beliau menulis di muka surat 21 bahwa
...the kind of errors introduced into the manuscripts by the early scribes. They are usually divided into two types: the unintentional and the intentional.
(...pelbagai kesalahan telah dimasukkan ke dalam manuskrip oleh penulis-penulis terdahulu. Kesalahan-kesalahan ini biasanya dibagikan kepada dua, yaitu yang disengajakan dan yang tidak disengajakan)
Kesilapan-kesilapan yang dijumpai di dalam terjemahan Alkitab (Bahasa Inggeris) dan diakui oleh para pengkaji Alkitab adalah seperti:
(1) Ayat 2 Timothy 3:16, " All Scriptures are God-breathed........" sepatutnya "All Scriptures THAT are God-breathed...." seperti nota kakinya. Jauh lari maknanya.
(2) Ayat John 3:16, "......His only Son...." ketimbang "......His only begotten Son..." di dalam KJV. Juga mengubah status Anak.
(3) Ayat 1 John 5:7-8, "........the Father, the Word, and the Holy Ghost: and these three are one. And there are three that bear witness in Earth......." Palsu karena ayat ini tiada dalam manuskrip sebelum abad ke-16.
(4) Ayat Mark 1:1, "....the Son of God". Tidak ada dalam Codex Sinaiticus (340CE)
(5) Ayat Mark 16:9-20 tidak ada dalam semua manuskrip lama.
(6) Ayat Matthew 26:64, "You have said so......" dalam RSV 1946-1952 tetapi menjadi, "Yes, it is as you say." dalam NIV 1973. Jauh lari maknanya.
Jadi berdasarkan perkara-perkara yang telah dibincangkan di atas, bagaimanakah umat Kristen bisa mengatakan bahwa mereka mempunyai perkataan Tuhan yang tidak dinodai oleh tangan manusia, sedangkan penyelidik dan pembuku Alkitab itu sendiri menafikannya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar