Kamis, 20 Agustus 2009

Siapa Bilang Yesus Hidup Membujang...?

Tidak akan ada kristianis yang akan mempercayai bahwa Yesus, Tuhan
yang mereka sembah itu, mempunyai istri dan keturunan. Bahkan kita
umat Islampun, akan tercengang tidak percaya bahwa dalam sejarah
hidupnya Yesus pernah kawin dan mempunyai keturunan, karena selama ini
kita juga dijejali oleh cerita kaum Kristen bahwa Yesus keburu
diangkat kesorga tanpa pernah kawin.


Yesus sebagai manusia yang terlibat dalam sejarah telah dikaburkan
sedemikian rupa, sehingga sejarah Yesus benar-benar gelap bagi
sebagian besar umat manusia. Yang tinggal adalah Yesus yang dibungkus
dengan pakaian ketuhanan, sehingga bagi orang-orang yang tidak mampu
menggunakan akal sehatnya, Yesus benar-benar dianggap sebagai Tuhan.

Tapi bagi sebagian manusia yang mau menggunakan akalnya, Yesus sebagai
semua kesejarahannya, menjadi sumber pertanyaan akal yang tidak pernah
berhenti. Mereka-mereka inilah yang sedikit demi sedikit, menguak
misteri sejarah hidup Yesus.

Salah satunya, adalah seorang teolog, pakar Perjanjian Baru dan
Gulungan Laut Mati, Prof. DR. Barbara Tiering, dari Univ. of Sidney
Australia. Setelah melakukan penelitian terhadap gulungan-gulungan
Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), selama 20 tahun, sampai kepada
kesimpulan bahwa Yesus, beristeri, bahkan lebih dari satu, alias Poligami.

Menurut sang Profesor, dalam sejarah kehidupan Yesus, Yesus pernah
kawin bahkan 2 kali. Dan upacara perkawinan Yesus, dapat ditelusuri
dalam PB sendiri, yaitu dalam Injil Markus-14:3, Yohanes-12:3 dan
Lukas-7:37 dan seterusnya.

Markus-14:3.
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang
duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli
pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah
dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas
kepala Yesus.

Yohanes-12: 3
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal
harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya;
dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.


Hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, berabad-abad dibantah
oleh Gereja. Bahkan Maria Magdalena, difitnah sebagai seorang
perempuan pendosa.

Lihatlah Injil Lukas-7:37, bagaimana Maria Magdalena difitnah
sedemikian rupa, dengan mengatakan bahwa dia seorang perempuan pendosa :

Lukas-7:37.
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang
berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di
rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam
berisi minyak wangi.

Tapi lanjutkan dengan membaca ayat-38 dari injil yang sama :

Lukas-7:38
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya,
lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan
rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak
wangi itu.

Seorang perempuan yang mencurahkan minyak wangi kekepala, , kekaki,
dan menciumi lelaki tersebut, menurut Profesor Thiering, adalah
upacara perkawinan bangsawan Yahudi.

Dalam masyarakat Yahudi, tidak akan pernah ada seorang perempuan pun,
yang ujug-ujug datang mencium seorang lelaki yang bukan muhrimnya,
karena perbuatan itu hukumannya adalah hukuman mati.

Dan Yesus adalah seorang bagsawan, karena dia adalah keturunan Raja Daud.

Bantahan Prof. Thiering terhadap klaim gereja yang selama berabad-abad
menutupi hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, didukung oleh
penemuan Injil Philip di daerah Nag Hamadi, Mesir pada tahun 1945.

Dalam Injil Philip ini, disebutkan dengan jelas, bahwa :
There were three who always walked with the lord: Mary his mother and
her sister and Magdalene, the one who was called his companion…. And
the companion of the [Saviour was ] Mary Magdalene. [He loved] her
more than [all] the disciples [and used to] kiss her [often] on her
[mouth]. The rest of [the disciples] said to him, 'Why do you love her
more than all of us?'The Saviour answered and said to them,'Why do I
not love you like her? " (59, 6-12; 63, 32- 64, 5)
Terjemahan ke bahasa Indonesianya, menurut saya :
"Ada 3 orang yang selalu berjalan bersama Yesus : Maria ibundanya dan
Maria saudara ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya….
Dan pasangan dari Sang Juru Selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena.
(Dia mencintai) nya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain
dan sering menciumnya di mulutnya
Murid-murid yang lain berkata kepadanya : “Kenapa engkau lebih
mencintainya dari pada kami?”. ]Sang Juru Selamat menjawab dan berkata
: Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia?” (59, 6-12;
63, 32;
64, 5)

Selanjutnya dari hasil penelitian Prof. Thiering, terungkap fakta
bahwa acara pernikahan Yesus dgn Maria Magdalena, diselenggarakan pada
hari Jum’at tgl 22 Sept. thn 30. Ini adalah upacara pernikahan. Acara
resepsinya diselenggarakan 3 thn kemudian, yaitu pada 19 Maret tahun
33 , jam 12 malam. Besoknya Yesus ditangkap, dan disalibkan.

Pada tgl 14 Juni 37, jadi 4 tahun setelah penyaliban, lahirlah anak
Yesus yg pertama, yg diberi nama Jesus Justus. Anaknya yg ke-3 lahir
pada 10 April 44. Namanya tidak diketahui. Anaknya yg kedua tidak ada
informasi.

Perkawinan Yesus yg kedua berlangsung dgn seorang perempuan yg bernama
Lidia, pada 17 Maret 50.

Kalau umat Islam, meragukan bahwa Yesus pernah kawin dan punya
keturunan, maka buanglah keraguan itu jauh-jauh, karena Allah SWT
berfirman dalam AlQur'an :

Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul sebelum engkau, dan Kami
memberikan isteri-isteri dan keturunan kepada mereka. Dan tidak ada
hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (atau mukjizat)
melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab. (QS-13: 38).

Setiapkali membaca ayat Al-Qur'an kita selalu menyatakan dengan takzim
: Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNvya.

Jadi, siapa bilang Yesus hidup membujang?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar