SOSOK kontroversial sejak 20 abad silam kini muncul lagi. Setelah The National Geographic melansir The Gospel of Judas, wacana tentang si pengkhianat Kristus itu pun menyeruak. Bahkan, edisi Indonesia dari Injil Yudas itu sudah diterbitkan pada Juni ini. Di tengah hiruk pergunjingan itu, kejelasan dan pengetahuan yang benar tentang Injil Yudas diperlukan. Sebagai ruang belajar bersama, Kafe Socrates, forum diskusi garapan Sie Komunikasi Sosial Paroki MBK menggelar diskusi bertajuk Buku Putih Sang Pengkhianat, Membaca Injil Yudas pada Minggu pagi (25/6) di ruang Petrus.
Diskusi yang dihadiri sekitar 50 orang ini mengundang J.N. Hariyanto SJ sebagai narasumber. Sebagai pembuka, pastor yang akrab dipanggil Romo Hari ini memberi paparan umum sepanjang sejarah. Menurutnya, Injil Yudas tergolong dalam Injil Gnostik. Khazanah Gnostik merupakan kumpulan tulisan dalam bahasa Koptik yang ditemukan di Nag Hamadi, Mesir. Gnostik lebih cenderung monisme-pantheisme. Dari dokumen bercorak gnostik itu, dikenal beberapa Injil lain, seperti Injil Thomas, Injil Maria, Injil Filipus, dan sebagainya. Yang terkenal adalah Injil Thomas.
Tidak mudah memahami aliran Gnostik ini. Ini merupakan aliran mistik esoterik yang dipercaya secara sinkretis dengan kekristenan oleh pengikutnya. Gnostik berasal dari Gnosis (Yunani), artinya pengetahuan yang diwahyukan pada manusia. Ada tawaran pengetahuan mengenai realitas Ilahi. Mengapa Gereja tidak mengakui injil Gnostik ini? Romo Hari membeberkan perbedaan paham antara ajaran Gnostik dan ajaran Kristen. Misalnya, ajaran Kristen mengatakan dunia merupakan karya cipta Allah secara aktif. Allah berkehendak dunia terjadi. Gnostik bicara, dunia merupakan luberan Allah tanpa dikehendaki. Iman Kristen mengajarkan, Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. Gnostik mengajarkan Yesus sebagai manusia super. Ajaran Kristen mengatakan, iman adalah anugerah Allah yang terbuka pada siapa saja. Gnostik bilang, itu sebagai anugerah eksklusif orang-orang terpilih.
Ajaran Kristen mengatakan, karena kehendak Allah untuk memulihkan hubungan dengan manusia yang berdosa, perlulah Allah bertindak untuk keselamatan manusia. Sementara, Gnostik mengajarkan Allah tidak mempunyai kehendak dan tidak berkepentingan dengan keselamatan manusia. Di Kristen, salib adalah solidaritas Allah terhadap manusia, supaya manusia mengalami keilahian. Di Gnostik, badan adalah halangan manusia menuju ke Allah sehingga perlu ditinggalkan. Di Kristen, manusia adalah Citra/Gambar Allah dan ikut serta bertanggung jawab terhadap ciptaan yang lainnya. Sedang Gnostik, manusia hanya salah satu cipratan hasil emanasi Allah, tidak mempunyai tanggung jawab terhadap cipratan lainnya.
Nah, Injil Yudas masuk dalam kategori Gnostik. Bagaimana Injil ini ditemukan? Sumber mengatakan Injil Yudas ditemukan dalam wujud papirus pada 1950-an. Berdasar hitungan radiokarbon, papirus ini berasal dari tahun 220-340. Ada ahli menyimpulkan, ini sebagai terjemahan naskah asli berbahasa Yunani pada 130-180. “Dengan ini, hampir dipastikan, Injil Yudas tidak ditulis oleh Yudas sendiri,” kata Romo Hari. Akhirnya, pada tahun 1970-an, petani udik asal Mesir menemukan salinan Injil itu di Al Minya. Lebih dari 25 tahun naskah kuno itu beredar di pasar gelap barang antik, sebagai barang dagangan, dalam kondisi yang terus memburuk, sampai lembar-lembar papirusnya robek-robek dan rontok, sebagian menjadi fragmen kecil dalam ukuran milimeter. Baru pada tahun 2001, naskah yang sudah lusuh itu pun jatuh ke tangan ahli. Mereka berhasil merestorasi dan mengartikan pesan di dalamnya. National Geographic melangsir Injil Yudas versi Inggris pada 29 Juni 2006 bersama buku berjudul The Lost Gospel.
Sejarah Gereja mencatat Injil Yudas disebut oleh St. Irenius dari Lion sebagai bidaah dalam Adversus Haereses pada 180 Kandungan Gnostik Injil Yudas diperkuat oleh Origenes dan Epiphanes. “Sejak saat itu, Gereja menolak Injil ini. Irenius sudah lama beraksi. Jadi, tidak ada usaha menutup-nutupi. Seolah-olah ada, tapi disembunyikan selama ribuan tahun. Kalau orang membaca tulisan Irenius, akan tahu betul. Masalahnya, orang tidak suka membaca yang kayak ini,” kata Romo Hari.
Sebagai bagian Gnostisisme, Injil Yudas memandang kematian Kristus tidak ada artinya. Yesus sebagai korban salib menjadi kabur. Sosok Yudas dijadikan pahlawan. Ada interpretasi yang berbalikan dengan Injil yang diakui Gereja selama ini. Injil Yudas mengatakan, Yudaslah yang menjadi murid yang paling disukai Yesus. Dialah yang paling tahu tentang jati diri Sang Guru. Yesus mengatakan, para murid selama ini salah jalan. Yudas digambarkan sebagai murid yang baik dan taat pada perintah Yesus. Oleh karenanya, Yesus sendirilah yang menyuruh Yudas untuk menyerahkan diriNya untuk disalibkan. Ini bertujuan agar Yesus terbebas dari yang fana ini untuk menggenapi karyaNya.
Dengan pengkhianatan itu, Yudas justru melakukan pengabdian tertinggi. Melebihi murid-murid yang lain. Dalam Injil ini, dimuat berbagai dialog antara Yesus dengan Yudas. Yang unik dari Injil ini dan tidak ditemukan dalam keempat Injil yang diakui Gereja adalah Yesus yang tertawa.
Kafe Socrates tambah meriah saat dibuka ruang interaktif. Beragam pertanyaan dan tanggapan ditumpahkan di sana. Seorang peserta mengatakan, “Kehadiran Injil Yudas dan Da Vinci Code menjadi peluang bagi kita semua untuk mau belajar sejarah Gereja sendiri.” Romo Hari menanggapi, “Tapi, tidak semua orang mau membaca dan belajar. Inilah persoalannya.” Seorang lagi menimpali, “Ini juga harus didukung oleh bacaan-bacaan yang tersedia. Bagaimana kita mau membaca, kalau bacaannya tidak tersedia.”
Kamis, 20 Agustus 2009
Judas
Lukisan yang menggambarkan Judas mengkhianati Yesus
Apakah mulai sekarang umat Kristiani harus menghormati Judas?
Reputasi Judas Iskariot sebagai salah satu tokoh paling dibenci di
sejarah umat Kristiani mungkin akan mulai dipertanyakan dengan
penerbitan sebuah naskah kuno.
Kitab Judas, dokumen yang tertulis di daun lontar dari abad ke-3 atau
ke-4 Masehi, menceritakan kematian Yesus dari sudut pandang murid
Yesus itu.
Dokumen yang dituduh sebagai salinan dari naskah yang jauh lebih tua
lagi, menggambarkan Judas sebagai tokoh yang penuh kebaikan yang
membantu Yesus menyelamatkan umat manusia.
Gereja Kristen di awal sejarah gereja mengutuk ajaran-ajaran sebagai
ajaran bida'ah.
Dokumen setebal 31 halaman yang sudah dalam kondisi lapuk, ditulis
dalam bahasa Koptik, yang ditemukan di Mesir pada tahun 1970an.
The National Geographic Society di Amerika Serikat akan menerbitkan
naskah itu hari Kamis dan akan memperlihatkan beberapa naskah daun
lontar itu untuk pertama kalinya.
Sekte Gnostik
Selama 2.000 tahun, agama Kristen menggambarkan Judas sebagai murid
Yesus yang mengkhianati Kristus dengan menggunakan ciuman sebagai kode
untuk menangkap Yesus yang berakhir dengan penyaliban.
Menurut kitab Injil, Judas menerima 30 kepingan perak atas tindakannya
itu, tetapi tidak lama kemudian dia meninggal.
Lukisan Kebangkitan Yesus karya Pierro della Francesca
Sekte Gnostik yakin Judas membantu Yesus menyelamatkan umat manusia
Namun, Kitab Judas memberikan gambaran yang lebih positif, dengan
menyebutnya sebagi murid kesayangan Yesus dan menggambarkan
pengkhianatannya sebagai misi suci agar Yesus disalib sehingga dasar
agama Kristen bisa ditegakkan.
Pandangan serupa dipegang oleh kaum Gnostik - sekte yang muncul pada
abad ke-2 Masehi, yang saat ini menjadi saingan Gereja.
Mereka melihat Judas sebagai murid Yesus yang paling diberkati, dan
bertindak agar dosa umat manusia dapat ditebus oleh kematian Yesus
Kristus.
Karena itulah, sekte Gnostik menganggap Judas patut mendapat penghormatan.
Para penulis sekte Gnostik yakin cerita tentang peran Judas ini
ditulis di Yunani pada tahun 150 Masehi, dan sebagian kalangan percaya
bahwa Kitab Judas mungkin disalin dari dokumen yang berusia lebih tua itu.
Catatan-catatan menunjukkan bahwa para pemuka Gereja Kristen di
awal-awal sejarah Kristiani mengutup ajaran itu sebagai bida'ah
sekitar tahun 180 Masehi.
Kitab Judas ditemukan di dekat Beni Masar di Mesir.
Pada tahun 2000, Yayasan Maecenas untuk Seni Kuno di Basel, Swiss,
mengambilalih dokumen itu dan mulai menerjemahkannya.
Tahun lalu, National Geographic mencapai kesepakatan dengan yayasan
tersebut senilai 1 juta dolar AS.
Selain menerbitkan artikel di majalah, National Geographic juga akan
menerbitkan dua buku tentang Gospel Judas.
Apakah mulai sekarang umat Kristiani harus menghormati Judas?
Reputasi Judas Iskariot sebagai salah satu tokoh paling dibenci di
sejarah umat Kristiani mungkin akan mulai dipertanyakan dengan
penerbitan sebuah naskah kuno.
Kitab Judas, dokumen yang tertulis di daun lontar dari abad ke-3 atau
ke-4 Masehi, menceritakan kematian Yesus dari sudut pandang murid
Yesus itu.
Dokumen yang dituduh sebagai salinan dari naskah yang jauh lebih tua
lagi, menggambarkan Judas sebagai tokoh yang penuh kebaikan yang
membantu Yesus menyelamatkan umat manusia.
Gereja Kristen di awal sejarah gereja mengutuk ajaran-ajaran sebagai
ajaran bida'ah.
Dokumen setebal 31 halaman yang sudah dalam kondisi lapuk, ditulis
dalam bahasa Koptik, yang ditemukan di Mesir pada tahun 1970an.
The National Geographic Society di Amerika Serikat akan menerbitkan
naskah itu hari Kamis dan akan memperlihatkan beberapa naskah daun
lontar itu untuk pertama kalinya.
Sekte Gnostik
Selama 2.000 tahun, agama Kristen menggambarkan Judas sebagai murid
Yesus yang mengkhianati Kristus dengan menggunakan ciuman sebagai kode
untuk menangkap Yesus yang berakhir dengan penyaliban.
Menurut kitab Injil, Judas menerima 30 kepingan perak atas tindakannya
itu, tetapi tidak lama kemudian dia meninggal.
Lukisan Kebangkitan Yesus karya Pierro della Francesca
Sekte Gnostik yakin Judas membantu Yesus menyelamatkan umat manusia
Namun, Kitab Judas memberikan gambaran yang lebih positif, dengan
menyebutnya sebagi murid kesayangan Yesus dan menggambarkan
pengkhianatannya sebagai misi suci agar Yesus disalib sehingga dasar
agama Kristen bisa ditegakkan.
Pandangan serupa dipegang oleh kaum Gnostik - sekte yang muncul pada
abad ke-2 Masehi, yang saat ini menjadi saingan Gereja.
Mereka melihat Judas sebagai murid Yesus yang paling diberkati, dan
bertindak agar dosa umat manusia dapat ditebus oleh kematian Yesus
Kristus.
Karena itulah, sekte Gnostik menganggap Judas patut mendapat penghormatan.
Para penulis sekte Gnostik yakin cerita tentang peran Judas ini
ditulis di Yunani pada tahun 150 Masehi, dan sebagian kalangan percaya
bahwa Kitab Judas mungkin disalin dari dokumen yang berusia lebih tua itu.
Catatan-catatan menunjukkan bahwa para pemuka Gereja Kristen di
awal-awal sejarah Kristiani mengutup ajaran itu sebagai bida'ah
sekitar tahun 180 Masehi.
Kitab Judas ditemukan di dekat Beni Masar di Mesir.
Pada tahun 2000, Yayasan Maecenas untuk Seni Kuno di Basel, Swiss,
mengambilalih dokumen itu dan mulai menerjemahkannya.
Tahun lalu, National Geographic mencapai kesepakatan dengan yayasan
tersebut senilai 1 juta dolar AS.
Selain menerbitkan artikel di majalah, National Geographic juga akan
menerbitkan dua buku tentang Gospel Judas.
Ayat ayat Alkitab
KEJADIAN 6,7
6 maka menyesallah TUHAN, bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
1 SAMUEL 15:10-11
10Lalu datanglah firman TUHAN kepada samuel, demikian: 11″aku menyesal karena aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku”Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.
1 SAMUEL 15:29
29 Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal.
1 SAMUEL 15:35
35 Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.
2 KORINTUS 12:16.
Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi-kamu katakan-dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
KISAH PARA RASUL 9: 3-4-5-6.
Dalam perjalanannya ke damsyik,ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba
cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya:”Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Katanya:”Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.
ROMA 3:7
Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi
kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
MATIUS 24:3-4-5
Ketika Yesus duduk di atas bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepadaNya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
KISAH PARA RASUL 11:23-24-25-26.
Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan,dan menurutkebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
LUKAS 4:16
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
MARKUS 1:21
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
LUKAS 13:10
YESAYA 58:13-14
Menghormati hari Sabat.
Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHAN-lah yang
mengatakannya.
LUKAS 19:27.
Akan tetapi semua seteruku ini, tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku.
INJIL YOHANES 4: 9-10-11-12 & 19.
Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya:
“Masakan Engkau seorang Yahudi, minta minum kepadaku,
seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan
orang Samaria.)
Jawab Yesus kepadanya:” Jikalau engkau tahu
tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
Kata perempuan itu kepada-Nya:”Tuhan, Engkau tidak punya
Timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub,
yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
&
Kata perempuan itu kepada-Nya:”Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
6 maka menyesallah TUHAN, bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
1 SAMUEL 15:10-11
10Lalu datanglah firman TUHAN kepada samuel, demikian: 11″aku menyesal karena aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku”Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.
1 SAMUEL 15:29
29 Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal.
1 SAMUEL 15:35
35 Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.
2 KORINTUS 12:16.
Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi-kamu katakan-dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
KISAH PARA RASUL 9: 3-4-5-6.
Dalam perjalanannya ke damsyik,ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba
cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya:”Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Katanya:”Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.
ROMA 3:7
Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi
kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
MATIUS 24:3-4-5
Ketika Yesus duduk di atas bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepadaNya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
KISAH PARA RASUL 11:23-24-25-26.
Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan,dan menurutkebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
LUKAS 4:16
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
MARKUS 1:21
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
LUKAS 13:10
YESAYA 58:13-14
Menghormati hari Sabat.
Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHAN-lah yang
mengatakannya.
LUKAS 19:27.
Akan tetapi semua seteruku ini, tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku.
INJIL YOHANES 4: 9-10-11-12 & 19.
Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya:
“Masakan Engkau seorang Yahudi, minta minum kepadaku,
seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan
orang Samaria.)
Jawab Yesus kepadanya:” Jikalau engkau tahu
tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
Kata perempuan itu kepada-Nya:”Tuhan, Engkau tidak punya
Timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub,
yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
&
Kata perempuan itu kepada-Nya:”Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
Maria Magdalena
Salah satu misteri dalam Alkitab adalah kisah Maria Magdalena. Siapa sebenarnya dia? Apakah Maria Magdalena adalah seorang pelacur? Ataukah dia seorang pahlawan? Bagaimana seseorang yang mengabdikan hidup untuk melayani Yesus berubah dari pahlawan Gereja hingga sampai disebut sundal?
Bila kita membaca kisah-kisah sejarah, pengaruh perempuan sering tidak masuk hitung. Ada cerita tentang wanita dipukuli atau dirajam karena pelanggaran kecil. Mungkin saja wanita di jaman Yesus hidup seperti itu. 2000 tahun lalu di Palestina wanita begitu dikucilkan dari kehidupan sosial. Begitu terkucilnya sehingga mereka hidup selalu terkurung di rumah. Mereka tidak menikmati pendidikan. Dan mereka jarang keluar rumah, dan apabila mereka keluar rumah, mereka harus selalu memakai kerudung. Di jaman itu, seorang pria tidak pantas berbicara pada wanita di tempat umum. Kalau dipikir-pikir, hal ini memang sangat aneh bahkan amat kejam. Dan di jaman itu pula cuma pria yang diperkenankan mempelajari Taurat.
Maria Magdalena bertemu dengan Yesus dan menjadi bagian dari sejarah. Tapi apa mungkin itu terjadi di jaman di mana wanita dianggap sebagai objek hinaan? Pasti sesuatu yang amat radikal terjadi yang berakibat pada perubahan ini.
Gambaran Maria Magdalena sering dikaitkan sebagai pelacur. Tapi bila merujuk pada kisah-kisah di Alkitab adakah buktinya? Tidak disebutkan sama sekali. Kisah Yesus di Alkitab disebutkan Yesus berkelana dengan kedua belas rasul dari satu tempat ke tempat yang lain. Yesus berkotbah dan juga menyembuhkan beberapa wanita dari roh jahat dan penyakit. Salah satunya adalah mujizat yang dialami Maria Magdalena yang disembuhkan dari kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Tapi tidak ada kalimat yang menyebutkan bahwa dia adalah seorang pelacur. Kenapa bisa Maria Magdalena yang tanpa adanya bukti dikatakan seorang pelacur?
Di Alkitab, sebelum kisah Maria Magdalena ada kisah tentang seorang wanita tanpa nama, Disebutkan wanita ini penuh dengan dosa. Saat dia mendengar Yesus berada di sekitar itu, dia pergi menemui Yesus. Dia sambil menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya dan meminyaki kaki Yesus dengan wewangian. Kisah ini yang dijadikan acuan dan diyakini bahwa dosa wanita itu adalah dosa seks dan beranggapan bahwa dia adalah mungkin seorang pelacur. Tapi tidak ada petunjuk atau penjelasan bahwa wanita ini adalah Maria Magdalena.
Kembali ke kisah Maria Magdalena disembuhkan dari kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Kerasukan iblis bukan berarti dosa di jaman itu. Tapi semacam penyakit tak terkendali. Tapi jika wanita berdosa yang tertera pada Lukas 7 bukanlah Maria Magdalena, bagaimana Maria mendapat reputasi seburuk itu? Padahal dalam Perjanjian Baru ditemukan banyak contoh Yesus mengusir Iblis dari laki-laki, tapi tampaknya tidak pernah dikaitkan dengan dosa seksual. Apa karena Maria Magdalena adalah perempuan? Atau mungkin saja ada hal lain dalam kisah dia. Ataukah Maria Magdalena merupakan ancaman bagi tatanan masyarakat pada jaman itu? Who knows?
Beberapa kisah Maria Magdalena dari apokrif dan gnostik tidak dimasukkan dalam Alkitab karena dianggap tidak inspiratif oleh para Bapak Gereja dulu kala.
Satu bukti nyata bahwa tertulis di Alkitab tentang sikap para murid terhadap wanita tampak pada kisah Yesus menyapa perempuan Samaria di sumur. Yesus berbicara pada wanita di tempat umum. Apalagi dianya seorang Samaria, yang pada jaman itu orang Yahudi tidak boleh berhubungan dengan orang Samaria. Pada kisah ini, diceritakan murid-murid mendapati Yesus sedang berbicara pada seorang wanita di mana hal ini tidak diterima secara sosial. Dan tak satupun murid mempertanyakan perbuatan Yesus ini karena Yesus adalah guru dan Tuhan. Salah satu pelajaran yang diajarkan Yesus di sini adalah kesetaraan dan penghormatan terhadap perempuan. Di sini tampak Yesus berbagi pada siapa pun bukan hanya pada pria.
Dengan mencap Maria sebagai pelacur, ia tak hanya merampas nama baiknya. Tapi juga merampas sosok perempuan panutan kuat dari jutaan wanita. Maria yang kita temukan dalam Injil sangat penting bagi Yesus. Dan ia sangat mungkin pemimpin di antara kelompok pengikut Yesus. Terutama setelah penyaliban dan kebangkitanNya.
Apa karena ada pihak Gereja yang menganggap hubungannya dengan Yesus lebih romantis dari biasanya? Injil tak memberi banyak fakta tentang Maria, tapi satu hal yang pasti. Ia anggota dari rombongan yang menemani Yesus. Gambaran kasih Yesus pada Maria Magdalena membuat kesalahpahaman banyak orang akhir-akhir ini. Orang modern senang membayangkan hubungan romantis di antara keduanya.
Ada beberapa teks apokrif ditulis setelah Injil Perjanjian Baru yang tak dimasukkan ke dalam Alkitab. Teks itu, seperti Injil Filipus dan Injil Maria. Menggambarkan pentingnya Maria Magdalena dalam hidup Yesus. Tapi Injil Filipus yang menyatakan ada kemungkinan hubungan yang lebih intim dari yang disadari. Tapi keterangan terpenting dari teks ini yaitu bahwa Yesus begitu mengasihi Maria Magdalena sampai disebut ‘yang terberkati’.
Rujukan ‘romantis’ sesungguhnya merujuk pada keintiman spiritual, bukan seksual. Jadi menyebut Maria Magdalena sebagai ‘yang terberkati’ tidak mengherankan. Itu pula yang jadi istilah Kristen purba yang umum bagi banyak orang suci. Di abad 21 ini, banyak orang mudah salah paham. Apa yang dimaksud dengan ‘kasih’ dalam teks-teks kuno ini diartikan bukannya pemahaman hubungan kasih antara guru dan murid terkasih.
Tapi secara umum para pemikir modern tidak menerima pemikiran bahwa ada hubungan asmara atau bahkan perkawinan antara Yesus dan Maria Magdalena. Hubungan mereka jelas dalam teks kuno sebagai hubungan guru dan murid. Maria murid yang istimewa, murid yang digambarkan sangat memahami Yesus. Maria Magdalena dan wanita lainnya diceritakan dengan setia mendampingi Yesus sampai pada penyaliban Yesus. Padahal para murid lelaki diceritakan sudah pergi. Saat Ia wafat, Maria meratapinya. Dan diceritakan pula Maria Magdalena dan wanita lain membawa rempah untuk membalsemi jenasah Yesus. Saat itu ia menyaksikan kebangkitan Kristus untuk pertama kalinya. Yesus menyuruh Maria memberitahu murid lain bahwa Ia telah bangkit. Jadi ia yang pertama kali mengumumkan kebangkitan Yesus. Sangat penting ia dipercaya dengan tugas mengumumkan kebangkitan ini. Karena di masa itu, wanita dianggap tak berhak menjadi saksi resmi. Karena di banyak tatacara Yahudi kuno kesaksian wanita tak diterima secara hukum. Jika hal ini hanya soal Gereja purba mengarang cerita kebangkitan Yesus, mereka takkan mungkin membuat gagasan Ia muncul pertama kali pada wanita.
Maria Magdalena jelas mengenal langsung hidup dan ajaran Yesus, Maria Magdalena adalah wanita yang mandiri dan bersemangat. Sosok Maria Magdalena yang bisa dibilang kisah terbesar dalam sejarah manusia. Kisah Maria Magdalena seolah membawa pesan pada semua orang. Dan yang terpenting dalam hidup adalah melakoni ajaran Yesus yaitu KASIH.
Bila kita membaca kisah-kisah sejarah, pengaruh perempuan sering tidak masuk hitung. Ada cerita tentang wanita dipukuli atau dirajam karena pelanggaran kecil. Mungkin saja wanita di jaman Yesus hidup seperti itu. 2000 tahun lalu di Palestina wanita begitu dikucilkan dari kehidupan sosial. Begitu terkucilnya sehingga mereka hidup selalu terkurung di rumah. Mereka tidak menikmati pendidikan. Dan mereka jarang keluar rumah, dan apabila mereka keluar rumah, mereka harus selalu memakai kerudung. Di jaman itu, seorang pria tidak pantas berbicara pada wanita di tempat umum. Kalau dipikir-pikir, hal ini memang sangat aneh bahkan amat kejam. Dan di jaman itu pula cuma pria yang diperkenankan mempelajari Taurat.
Maria Magdalena bertemu dengan Yesus dan menjadi bagian dari sejarah. Tapi apa mungkin itu terjadi di jaman di mana wanita dianggap sebagai objek hinaan? Pasti sesuatu yang amat radikal terjadi yang berakibat pada perubahan ini.
Gambaran Maria Magdalena sering dikaitkan sebagai pelacur. Tapi bila merujuk pada kisah-kisah di Alkitab adakah buktinya? Tidak disebutkan sama sekali. Kisah Yesus di Alkitab disebutkan Yesus berkelana dengan kedua belas rasul dari satu tempat ke tempat yang lain. Yesus berkotbah dan juga menyembuhkan beberapa wanita dari roh jahat dan penyakit. Salah satunya adalah mujizat yang dialami Maria Magdalena yang disembuhkan dari kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Tapi tidak ada kalimat yang menyebutkan bahwa dia adalah seorang pelacur. Kenapa bisa Maria Magdalena yang tanpa adanya bukti dikatakan seorang pelacur?
Di Alkitab, sebelum kisah Maria Magdalena ada kisah tentang seorang wanita tanpa nama, Disebutkan wanita ini penuh dengan dosa. Saat dia mendengar Yesus berada di sekitar itu, dia pergi menemui Yesus. Dia sambil menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya dan meminyaki kaki Yesus dengan wewangian. Kisah ini yang dijadikan acuan dan diyakini bahwa dosa wanita itu adalah dosa seks dan beranggapan bahwa dia adalah mungkin seorang pelacur. Tapi tidak ada petunjuk atau penjelasan bahwa wanita ini adalah Maria Magdalena.
Kembali ke kisah Maria Magdalena disembuhkan dari kerasukan 7 iblis dari tubuhnya. Kerasukan iblis bukan berarti dosa di jaman itu. Tapi semacam penyakit tak terkendali. Tapi jika wanita berdosa yang tertera pada Lukas 7 bukanlah Maria Magdalena, bagaimana Maria mendapat reputasi seburuk itu? Padahal dalam Perjanjian Baru ditemukan banyak contoh Yesus mengusir Iblis dari laki-laki, tapi tampaknya tidak pernah dikaitkan dengan dosa seksual. Apa karena Maria Magdalena adalah perempuan? Atau mungkin saja ada hal lain dalam kisah dia. Ataukah Maria Magdalena merupakan ancaman bagi tatanan masyarakat pada jaman itu? Who knows?
Beberapa kisah Maria Magdalena dari apokrif dan gnostik tidak dimasukkan dalam Alkitab karena dianggap tidak inspiratif oleh para Bapak Gereja dulu kala.
Satu bukti nyata bahwa tertulis di Alkitab tentang sikap para murid terhadap wanita tampak pada kisah Yesus menyapa perempuan Samaria di sumur. Yesus berbicara pada wanita di tempat umum. Apalagi dianya seorang Samaria, yang pada jaman itu orang Yahudi tidak boleh berhubungan dengan orang Samaria. Pada kisah ini, diceritakan murid-murid mendapati Yesus sedang berbicara pada seorang wanita di mana hal ini tidak diterima secara sosial. Dan tak satupun murid mempertanyakan perbuatan Yesus ini karena Yesus adalah guru dan Tuhan. Salah satu pelajaran yang diajarkan Yesus di sini adalah kesetaraan dan penghormatan terhadap perempuan. Di sini tampak Yesus berbagi pada siapa pun bukan hanya pada pria.
Dengan mencap Maria sebagai pelacur, ia tak hanya merampas nama baiknya. Tapi juga merampas sosok perempuan panutan kuat dari jutaan wanita. Maria yang kita temukan dalam Injil sangat penting bagi Yesus. Dan ia sangat mungkin pemimpin di antara kelompok pengikut Yesus. Terutama setelah penyaliban dan kebangkitanNya.
Apa karena ada pihak Gereja yang menganggap hubungannya dengan Yesus lebih romantis dari biasanya? Injil tak memberi banyak fakta tentang Maria, tapi satu hal yang pasti. Ia anggota dari rombongan yang menemani Yesus. Gambaran kasih Yesus pada Maria Magdalena membuat kesalahpahaman banyak orang akhir-akhir ini. Orang modern senang membayangkan hubungan romantis di antara keduanya.
Ada beberapa teks apokrif ditulis setelah Injil Perjanjian Baru yang tak dimasukkan ke dalam Alkitab. Teks itu, seperti Injil Filipus dan Injil Maria. Menggambarkan pentingnya Maria Magdalena dalam hidup Yesus. Tapi Injil Filipus yang menyatakan ada kemungkinan hubungan yang lebih intim dari yang disadari. Tapi keterangan terpenting dari teks ini yaitu bahwa Yesus begitu mengasihi Maria Magdalena sampai disebut ‘yang terberkati’.
Rujukan ‘romantis’ sesungguhnya merujuk pada keintiman spiritual, bukan seksual. Jadi menyebut Maria Magdalena sebagai ‘yang terberkati’ tidak mengherankan. Itu pula yang jadi istilah Kristen purba yang umum bagi banyak orang suci. Di abad 21 ini, banyak orang mudah salah paham. Apa yang dimaksud dengan ‘kasih’ dalam teks-teks kuno ini diartikan bukannya pemahaman hubungan kasih antara guru dan murid terkasih.
Tapi secara umum para pemikir modern tidak menerima pemikiran bahwa ada hubungan asmara atau bahkan perkawinan antara Yesus dan Maria Magdalena. Hubungan mereka jelas dalam teks kuno sebagai hubungan guru dan murid. Maria murid yang istimewa, murid yang digambarkan sangat memahami Yesus. Maria Magdalena dan wanita lainnya diceritakan dengan setia mendampingi Yesus sampai pada penyaliban Yesus. Padahal para murid lelaki diceritakan sudah pergi. Saat Ia wafat, Maria meratapinya. Dan diceritakan pula Maria Magdalena dan wanita lain membawa rempah untuk membalsemi jenasah Yesus. Saat itu ia menyaksikan kebangkitan Kristus untuk pertama kalinya. Yesus menyuruh Maria memberitahu murid lain bahwa Ia telah bangkit. Jadi ia yang pertama kali mengumumkan kebangkitan Yesus. Sangat penting ia dipercaya dengan tugas mengumumkan kebangkitan ini. Karena di masa itu, wanita dianggap tak berhak menjadi saksi resmi. Karena di banyak tatacara Yahudi kuno kesaksian wanita tak diterima secara hukum. Jika hal ini hanya soal Gereja purba mengarang cerita kebangkitan Yesus, mereka takkan mungkin membuat gagasan Ia muncul pertama kali pada wanita.
Maria Magdalena jelas mengenal langsung hidup dan ajaran Yesus, Maria Magdalena adalah wanita yang mandiri dan bersemangat. Sosok Maria Magdalena yang bisa dibilang kisah terbesar dalam sejarah manusia. Kisah Maria Magdalena seolah membawa pesan pada semua orang. Dan yang terpenting dalam hidup adalah melakoni ajaran Yesus yaitu KASIH.
Siapa Bilang Yesus Hidup Membujang...?
Tidak akan ada kristianis yang akan mempercayai bahwa Yesus, Tuhan
yang mereka sembah itu, mempunyai istri dan keturunan. Bahkan kita
umat Islampun, akan tercengang tidak percaya bahwa dalam sejarah
hidupnya Yesus pernah kawin dan mempunyai keturunan, karena selama ini
kita juga dijejali oleh cerita kaum Kristen bahwa Yesus keburu
diangkat kesorga tanpa pernah kawin.
Yesus sebagai manusia yang terlibat dalam sejarah telah dikaburkan
sedemikian rupa, sehingga sejarah Yesus benar-benar gelap bagi
sebagian besar umat manusia. Yang tinggal adalah Yesus yang dibungkus
dengan pakaian ketuhanan, sehingga bagi orang-orang yang tidak mampu
menggunakan akal sehatnya, Yesus benar-benar dianggap sebagai Tuhan.
Tapi bagi sebagian manusia yang mau menggunakan akalnya, Yesus sebagai
semua kesejarahannya, menjadi sumber pertanyaan akal yang tidak pernah
berhenti. Mereka-mereka inilah yang sedikit demi sedikit, menguak
misteri sejarah hidup Yesus.
Salah satunya, adalah seorang teolog, pakar Perjanjian Baru dan
Gulungan Laut Mati, Prof. DR. Barbara Tiering, dari Univ. of Sidney
Australia. Setelah melakukan penelitian terhadap gulungan-gulungan
Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), selama 20 tahun, sampai kepada
kesimpulan bahwa Yesus, beristeri, bahkan lebih dari satu, alias Poligami.
Menurut sang Profesor, dalam sejarah kehidupan Yesus, Yesus pernah
kawin bahkan 2 kali. Dan upacara perkawinan Yesus, dapat ditelusuri
dalam PB sendiri, yaitu dalam Injil Markus-14:3, Yohanes-12:3 dan
Lukas-7:37 dan seterusnya.
Markus-14:3.
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang
duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli
pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah
dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas
kepala Yesus.
Yohanes-12: 3
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal
harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya;
dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, berabad-abad dibantah
oleh Gereja. Bahkan Maria Magdalena, difitnah sebagai seorang
perempuan pendosa.
Lihatlah Injil Lukas-7:37, bagaimana Maria Magdalena difitnah
sedemikian rupa, dengan mengatakan bahwa dia seorang perempuan pendosa :
Lukas-7:37.
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang
berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di
rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam
berisi minyak wangi.
Tapi lanjutkan dengan membaca ayat-38 dari injil yang sama :
Lukas-7:38
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya,
lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan
rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak
wangi itu.
Seorang perempuan yang mencurahkan minyak wangi kekepala, , kekaki,
dan menciumi lelaki tersebut, menurut Profesor Thiering, adalah
upacara perkawinan bangsawan Yahudi.
Dalam masyarakat Yahudi, tidak akan pernah ada seorang perempuan pun,
yang ujug-ujug datang mencium seorang lelaki yang bukan muhrimnya,
karena perbuatan itu hukumannya adalah hukuman mati.
Dan Yesus adalah seorang bagsawan, karena dia adalah keturunan Raja Daud.
Bantahan Prof. Thiering terhadap klaim gereja yang selama berabad-abad
menutupi hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, didukung oleh
penemuan Injil Philip di daerah Nag Hamadi, Mesir pada tahun 1945.
Dalam Injil Philip ini, disebutkan dengan jelas, bahwa :
There were three who always walked with the lord: Mary his mother and
her sister and Magdalene, the one who was called his companionâ¦. And
the companion of the [Saviour was ] Mary Magdalene. [He loved] her
more than [all] the disciples [and used to] kiss her [often] on her
[mouth]. The rest of [the disciples] said to him, 'Why do you love her
more than all of us?'The Saviour answered and said to them,'Why do I
not love you like her? " (59, 6-12; 63, 32- 64, 5)
Terjemahan ke bahasa Indonesianya, menurut saya :
"Ada 3 orang yang selalu berjalan bersama Yesus : Maria ibundanya dan
Maria saudara ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannyaâ¦.
Dan pasangan dari Sang Juru Selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena.
(Dia mencintai) nya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain
dan sering menciumnya di mulutnya
Murid-murid yang lain berkata kepadanya : âKenapa engkau lebih
mencintainya dari pada kami?â. ]Sang Juru Selamat menjawab dan berkata
: Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia?â (59, 6-12;
63, 32;
64, 5)
Selanjutnya dari hasil penelitian Prof. Thiering, terungkap fakta
bahwa acara pernikahan Yesus dgn Maria Magdalena, diselenggarakan pada
hari Jumâat tgl 22 Sept. thn 30. Ini adalah upacara pernikahan. Acara
resepsinya diselenggarakan 3 thn kemudian, yaitu pada 19 Maret tahun
33 , jam 12 malam. Besoknya Yesus ditangkap, dan disalibkan.
Pada tgl 14 Juni 37, jadi 4 tahun setelah penyaliban, lahirlah anak
Yesus yg pertama, yg diberi nama Jesus Justus. Anaknya yg ke-3 lahir
pada 10 April 44. Namanya tidak diketahui. Anaknya yg kedua tidak ada
informasi.
Perkawinan Yesus yg kedua berlangsung dgn seorang perempuan yg bernama
Lidia, pada 17 Maret 50.
Kalau umat Islam, meragukan bahwa Yesus pernah kawin dan punya
keturunan, maka buanglah keraguan itu jauh-jauh, karena Allah SWT
berfirman dalam AlQur'an :
Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul sebelum engkau, dan Kami
memberikan isteri-isteri dan keturunan kepada mereka. Dan tidak ada
hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (atau mukjizat)
melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab. (QS-13: 38).
Setiapkali membaca ayat Al-Qur'an kita selalu menyatakan dengan takzim
: Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNvya.
Jadi, siapa bilang Yesus hidup membujang?
yang mereka sembah itu, mempunyai istri dan keturunan. Bahkan kita
umat Islampun, akan tercengang tidak percaya bahwa dalam sejarah
hidupnya Yesus pernah kawin dan mempunyai keturunan, karena selama ini
kita juga dijejali oleh cerita kaum Kristen bahwa Yesus keburu
diangkat kesorga tanpa pernah kawin.
Yesus sebagai manusia yang terlibat dalam sejarah telah dikaburkan
sedemikian rupa, sehingga sejarah Yesus benar-benar gelap bagi
sebagian besar umat manusia. Yang tinggal adalah Yesus yang dibungkus
dengan pakaian ketuhanan, sehingga bagi orang-orang yang tidak mampu
menggunakan akal sehatnya, Yesus benar-benar dianggap sebagai Tuhan.
Tapi bagi sebagian manusia yang mau menggunakan akalnya, Yesus sebagai
semua kesejarahannya, menjadi sumber pertanyaan akal yang tidak pernah
berhenti. Mereka-mereka inilah yang sedikit demi sedikit, menguak
misteri sejarah hidup Yesus.
Salah satunya, adalah seorang teolog, pakar Perjanjian Baru dan
Gulungan Laut Mati, Prof. DR. Barbara Tiering, dari Univ. of Sidney
Australia. Setelah melakukan penelitian terhadap gulungan-gulungan
Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), selama 20 tahun, sampai kepada
kesimpulan bahwa Yesus, beristeri, bahkan lebih dari satu, alias Poligami.
Menurut sang Profesor, dalam sejarah kehidupan Yesus, Yesus pernah
kawin bahkan 2 kali. Dan upacara perkawinan Yesus, dapat ditelusuri
dalam PB sendiri, yaitu dalam Injil Markus-14:3, Yohanes-12:3 dan
Lukas-7:37 dan seterusnya.
Markus-14:3.
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang
duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli
pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah
dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas
kepala Yesus.
Yohanes-12: 3
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal
harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya;
dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, berabad-abad dibantah
oleh Gereja. Bahkan Maria Magdalena, difitnah sebagai seorang
perempuan pendosa.
Lihatlah Injil Lukas-7:37, bagaimana Maria Magdalena difitnah
sedemikian rupa, dengan mengatakan bahwa dia seorang perempuan pendosa :
Lukas-7:37.
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang
berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di
rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam
berisi minyak wangi.
Tapi lanjutkan dengan membaca ayat-38 dari injil yang sama :
Lukas-7:38
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya,
lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan
rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak
wangi itu.
Seorang perempuan yang mencurahkan minyak wangi kekepala, , kekaki,
dan menciumi lelaki tersebut, menurut Profesor Thiering, adalah
upacara perkawinan bangsawan Yahudi.
Dalam masyarakat Yahudi, tidak akan pernah ada seorang perempuan pun,
yang ujug-ujug datang mencium seorang lelaki yang bukan muhrimnya,
karena perbuatan itu hukumannya adalah hukuman mati.
Dan Yesus adalah seorang bagsawan, karena dia adalah keturunan Raja Daud.
Bantahan Prof. Thiering terhadap klaim gereja yang selama berabad-abad
menutupi hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, didukung oleh
penemuan Injil Philip di daerah Nag Hamadi, Mesir pada tahun 1945.
Dalam Injil Philip ini, disebutkan dengan jelas, bahwa :
There were three who always walked with the lord: Mary his mother and
her sister and Magdalene, the one who was called his companionâ¦. And
the companion of the [Saviour was ] Mary Magdalene. [He loved] her
more than [all] the disciples [and used to] kiss her [often] on her
[mouth]. The rest of [the disciples] said to him, 'Why do you love her
more than all of us?'The Saviour answered and said to them,'Why do I
not love you like her? " (59, 6-12; 63, 32- 64, 5)
Terjemahan ke bahasa Indonesianya, menurut saya :
"Ada 3 orang yang selalu berjalan bersama Yesus : Maria ibundanya dan
Maria saudara ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannyaâ¦.
Dan pasangan dari Sang Juru Selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena.
(Dia mencintai) nya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain
dan sering menciumnya di mulutnya
Murid-murid yang lain berkata kepadanya : âKenapa engkau lebih
mencintainya dari pada kami?â. ]Sang Juru Selamat menjawab dan berkata
: Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia?â (59, 6-12;
63, 32;
64, 5)
Selanjutnya dari hasil penelitian Prof. Thiering, terungkap fakta
bahwa acara pernikahan Yesus dgn Maria Magdalena, diselenggarakan pada
hari Jumâat tgl 22 Sept. thn 30. Ini adalah upacara pernikahan. Acara
resepsinya diselenggarakan 3 thn kemudian, yaitu pada 19 Maret tahun
33 , jam 12 malam. Besoknya Yesus ditangkap, dan disalibkan.
Pada tgl 14 Juni 37, jadi 4 tahun setelah penyaliban, lahirlah anak
Yesus yg pertama, yg diberi nama Jesus Justus. Anaknya yg ke-3 lahir
pada 10 April 44. Namanya tidak diketahui. Anaknya yg kedua tidak ada
informasi.
Perkawinan Yesus yg kedua berlangsung dgn seorang perempuan yg bernama
Lidia, pada 17 Maret 50.
Kalau umat Islam, meragukan bahwa Yesus pernah kawin dan punya
keturunan, maka buanglah keraguan itu jauh-jauh, karena Allah SWT
berfirman dalam AlQur'an :
Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul sebelum engkau, dan Kami
memberikan isteri-isteri dan keturunan kepada mereka. Dan tidak ada
hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (atau mukjizat)
melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab. (QS-13: 38).
Setiapkali membaca ayat Al-Qur'an kita selalu menyatakan dengan takzim
: Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNvya.
Jadi, siapa bilang Yesus hidup membujang?
Gereja Episkopal Calonkan Dua Pendeta Gay sebagai Uskup
(ANTARA News) - Seorang pemimpin gereja Episkopal Los Angeles, Minggu, mencalonkan seorang pendeta homo dan seorang pendeta lesbi sebagai uskup yang diperkirakan bakal menambah ketegangan dalam komunitas gereja Anglikan.
Langkah tersebut meniru Keuskupan gereja Episkopal Minnesota, pada Sabtu mengumumkan, telah mencalonkan tiga kandidat calon Uskup Minnesota, dimana dua diantaranya adalah pasangan pendeta lesbi dari Chicago.
Pencalonan tersebut muncul hanya beberapa minggu setelah dua juta umat gereja Episkopal, yang merupakan cabang dari Anglikanisme, mengusung larangan penahbisan uskup homo/lesbi.
Protes tersebut berkenaan dengan beberapa bulan ?gencatan senjata? antara faksi liberal dan konservatif dalam gereja Episkopal dan 80 juta umat Anglikan lainnya di dunia.
Keuskupan Episkopal LA menyampaikan dalam laman resminya, telah mencalonkan enam pendeta dalam pemilihan dua wakil Uskup pada Desember.
Pendeta John Kirkley dari San Francisco dan pendeta Mary Douglas Glasspool dari Keuskupan Baltimore, masing-masing mempublikasikan riwayat hidup selibat mereka di laman Keuskupan LA.
Persatuan gereja telah mengalami ketegangan sejak tahun 2003, ketika gereja Episkopal menahbiskan Gene Robinson dari New Hampshire sebagai uskup pertama yang menyandang status homo.
Penahbisan pendeta homo/lesbi telah mendorong sejumlah jemaat untuk berganti gereja dan membentuk gereja penentang kebijakan tersebut di Amerika Utara yang mengklaim telah memiliki 100.000 umat. Sementara, gereja Anglikan di daerah-daerah seperti Afrika telah memutuskan hubungan dengan umat seiman di Amerika yang dinilai lebih liberal.
Beberapa pengamat meyakini perpecahan lebih lanjut akan menimbulkan kebobrokan dalam gereja-gereja Anglikan AS dan komunitas gereja Anglikan dunia, dimana gereja cabangnya berasal dari Gereja Inggris.
Peristiwa tersebut diangkat menjadi latar belakang debat luas di AS mengenai masalah-masalah orientasi seks, semisal pernikahan pasangan sejenis, adopsi anak oleh pasangan sejenis dan status homo/lesbi dalam kemiliteran AS.
Jajak pendapat menunjukkan semakin berterimanya homo/lesbi oleh masyarakat AS. Namun, pesatnya tingkat kepercayaan religius di AS, sebagaimana dalam gereja-geraja Protestan Evangelist dan Mormon, mulai memandang hubungan selibat adalah dosa dan dilarang oleh Injil.
Langkah tersebut meniru Keuskupan gereja Episkopal Minnesota, pada Sabtu mengumumkan, telah mencalonkan tiga kandidat calon Uskup Minnesota, dimana dua diantaranya adalah pasangan pendeta lesbi dari Chicago.
Pencalonan tersebut muncul hanya beberapa minggu setelah dua juta umat gereja Episkopal, yang merupakan cabang dari Anglikanisme, mengusung larangan penahbisan uskup homo/lesbi.
Protes tersebut berkenaan dengan beberapa bulan ?gencatan senjata? antara faksi liberal dan konservatif dalam gereja Episkopal dan 80 juta umat Anglikan lainnya di dunia.
Keuskupan Episkopal LA menyampaikan dalam laman resminya, telah mencalonkan enam pendeta dalam pemilihan dua wakil Uskup pada Desember.
Pendeta John Kirkley dari San Francisco dan pendeta Mary Douglas Glasspool dari Keuskupan Baltimore, masing-masing mempublikasikan riwayat hidup selibat mereka di laman Keuskupan LA.
Persatuan gereja telah mengalami ketegangan sejak tahun 2003, ketika gereja Episkopal menahbiskan Gene Robinson dari New Hampshire sebagai uskup pertama yang menyandang status homo.
Penahbisan pendeta homo/lesbi telah mendorong sejumlah jemaat untuk berganti gereja dan membentuk gereja penentang kebijakan tersebut di Amerika Utara yang mengklaim telah memiliki 100.000 umat. Sementara, gereja Anglikan di daerah-daerah seperti Afrika telah memutuskan hubungan dengan umat seiman di Amerika yang dinilai lebih liberal.
Beberapa pengamat meyakini perpecahan lebih lanjut akan menimbulkan kebobrokan dalam gereja-gereja Anglikan AS dan komunitas gereja Anglikan dunia, dimana gereja cabangnya berasal dari Gereja Inggris.
Peristiwa tersebut diangkat menjadi latar belakang debat luas di AS mengenai masalah-masalah orientasi seks, semisal pernikahan pasangan sejenis, adopsi anak oleh pasangan sejenis dan status homo/lesbi dalam kemiliteran AS.
Jajak pendapat menunjukkan semakin berterimanya homo/lesbi oleh masyarakat AS. Namun, pesatnya tingkat kepercayaan religius di AS, sebagaimana dalam gereja-geraja Protestan Evangelist dan Mormon, mulai memandang hubungan selibat adalah dosa dan dilarang oleh Injil.
Hukum Kasih
Assalamualaikum dan salam sejahtera sebelumnya .
Sebelumnya , lebih baik saya membuka muqadimah tentang artikel ini .
Untuk pengetahuan semuanya , Islam selalu dihujat / dikaitkan / diidentitik dengan “AGAMA TERORIS” ..
Tidak mengapa , umat muslimiin tetap redha dengan pelbagai hujatan yang dilemparkan oleh kaum non-muslim , kerana setiap fitnah itu adalah tidak benar , jadi muslimiin tidak perlu takut dan gentar .
Malah pertanyaan / persoalan tentang kasus “agama teroris” ini telah dijawab dan diselesaikan dengan baik oleh para ulama Islam . Jadi Kasus “agama teroris” ini bisa dianggap SELESAI .
Tutup persoalan tentang ini , Ayuh beralih pula ke agama Kristian .
Kristiani juga identitik dengan agama “Hukum Kasih” . Dan saya juga mengakuinya . Tetapi hanya 10 % sahaja . Selebihnya jika anda semua mahu melihat “apa itu hukum kasih ? ” Silalah mogor ke Yahoo Answer Agama Kepercayaan .
Anda bisa lihat bagaimana user Kristiani mempratikkan “hukum kasih” mereka . Sungguh “memalukan” . Silakan jika anda mahu mengkaji .
Yang menjadi kebingungan di hati saya :
Apakah umat Kristiani punya aturan perang dalam Kristiani ? Bagaimana jika “terjadinya perang antar agama” yang menyebabkan Kristiani harus / mengharuskannya untuk terlibat ?
Dan perang itu telah pun terjadi , PERANG SALIB .
Dari pernyataan itu , bisa timbul pelbagai persoalan . Baiklah , saya lampirkan beberapa persoalannya :
1.Dalam Kristiani , adakah hukum “aturan perang” ?
2.Jika ada , Adakah Tentera Kristiani dalam Perang Salib itu menggunakan “aturan perang” yang ada dalam kristiani itu ?
3.Seandainya “Hukum Aturan Perang” itu tidak wujud dalam Kristiani , itu bermakna Tentera Kristiani yang berperang dalam Perang Salib membunuh , menindas , menyembelih tentera / kaum muslimiin secara membabi buta dan tidak mengikut aturan .
4.Jika ada , mana ayatnya dalam bible ?
5.Adakah “Hukum Kasih” tidak bisa diterapkan dalam Perang Salib ? Mengapa ? Adakah Hukum Kasih itu hanya satu hukum yang bisa digunakan sesuai dengan sesuatu kondisi sahaja ?
Masih banyak lagi persoalan /pertanyaan tentang ini . Saya hanya melampirkan 5 sahaja .
Sedikit kisah tentang Perang Salib .
Seorang ahli sejarah Perancis, Michaud berkata: “Pada saat penaklukan Jerussalem oleh orang Kristian tahun 1099, orang-orang Islam dibantai di jalan-jalan dan di rumah-rumah. Jerussalem tidak punya tempat lagi bagi orang-orang yang kalah itu. Beberapa orang cuba mengelak dari kematian dengan cara menghendap-hendap dari benteng, yang lain berkerumun di istana dan berbagai menara untuk mencari perlindungan terutama di masjid-masjid. Namun mereka tetap tidak dapat menyembunyikan diri dari pengejaran orang-orang Kristian itu.
Tentera Salib yang menjadi tuan di Masjid Umar, di mana orang-orang Islam cuba mempertahankan diri selama beberapa lama menambahkan lagi adegan-adegan yang mengerikan yang menodai penaklukan Titus. Tentera infanteri dan kaveleri lari tunggang langgang di antara para buruan. Di tengah huru-hara yang mengerikan itu yang terdengar hanya rintihan dan jeritan kematian. Orang-orang yang menang itu memijak-mijak tumpukan mayat ketika mereka lari mengejar orang yang cuba menyelamatkan diri dengan sia-sia.
Raymond d’Agiles, yang menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri mengatakan: “Di bawah serambi masjid yang melengkung itu, genangan darah dalamnya mencecah lutut dan mencapai tali kekang kuda.”
Aksi pembantaian hanya berhenti beberapa saat saja, yakni ketika pasukan Salib itu berkumpul untuk menyatakan kesyukuran di atas kemenangan mereka. Tapi sebaik saja upacara itu selesai, pembantaian diteruskan dengan lebih ganas lagi.
Seterusnya Michaud berkata: “Semua yang tertangkap yang disisakan dari pembantaian pertama, semua yang telah diselamatkan untuk mendapatkan upeti, dibantai dengan kejam. Orang-orang Islam itu dipaksa terjun dari puncak menara dan bumbung-bumbung rumah, mereka dibakar hidup -hidup , diheret dari tempat persembunyian bawah tanah, diheret ke hadapan umum dan dikurbankan di tiang gantungan.
Air mata wanita, tangisan kanak-kanak, begitu juga pemandangan dari tempat Yesus Kristus memberikan ampun kepada para algojonya, sama sekali tidak dapat meredhakan nafsu membunuh orang-orang yang menang itu. Penyembelihan itu berlangsung selama seminggu. Beberapa orang yang berhasil melarikan diri, dimusnahkan atau dikurangkan bilangannya dengan perhambaan atau kerja paksa yang mengerikan.”
Gustav Le Bon telah mensifatkan penyembelihan kaum Salib Kristian sebagaimana kata-katanya: “Kaum Salib kita yang “bertakwa” itu tidak memadai dengan melakukan berbagai bentuk kezaliman, kerosakan dan penganiayaan, mereka kemudian mengadakan suatu mesyuarat yang memutuskan supaya dibunuh saja semua penduduk Baitul Maqdis yang terdiri dari kaum Muslimin dan bangsa Yahudi serta orang-orang Kristian yang tidak memberikan pertolongan kepada mereka yang jumlah mencapai 60,000 orang. Orang-orang itu telah dibunuh semua dalam masa 8 hari saja termasuk perempuan, kanak-kanak dan orang tua, tidak seorang pun yang terkecuali.
Ahli sejarah Kristian yang lain, Mill, mengatakan: “Ketika itu diputuskan bahawa rasa kasihan tidak boleh diperlihatkan terhadap kaum Muslimin. Orang-orang yang kalah itu diheret ke tempat-tempat umum dan dibunuh. Semua kaum wanita yang sedang menyusu, anak-anak gadis dan anak-anak lelaki dibantai dengan kejam. Tanah padang, jalan-jalan, bahkan tempat-tempat yang tidak berpenghuni di Jerusssalem ditaburi oleh mayat-mayat wanita dan lelaki, dan tubuh kanak-kanak yang koyak-koyak. Tidak ada hati yang lebur dalam keharuan atau yang tergerak untuk berbuat kebajikan melihat peristiwa mengerikan itu.”
Pertanyaan bonus :
Adakah ini “hukum kasih” yang para Kristiani banggakan ?
====
Bagi Islam , perkara tentang aturan perang ini tidak perlu dijelaskan lagi , kerana al-Quran telah menjelaskan segala-galanya tentang aturan perang :
Surah Al-Anfaal.
Silakan ..
Sebelumnya , lebih baik saya membuka muqadimah tentang artikel ini .
Untuk pengetahuan semuanya , Islam selalu dihujat / dikaitkan / diidentitik dengan “AGAMA TERORIS” ..
Tidak mengapa , umat muslimiin tetap redha dengan pelbagai hujatan yang dilemparkan oleh kaum non-muslim , kerana setiap fitnah itu adalah tidak benar , jadi muslimiin tidak perlu takut dan gentar .
Malah pertanyaan / persoalan tentang kasus “agama teroris” ini telah dijawab dan diselesaikan dengan baik oleh para ulama Islam . Jadi Kasus “agama teroris” ini bisa dianggap SELESAI .
Tutup persoalan tentang ini , Ayuh beralih pula ke agama Kristian .
Kristiani juga identitik dengan agama “Hukum Kasih” . Dan saya juga mengakuinya . Tetapi hanya 10 % sahaja . Selebihnya jika anda semua mahu melihat “apa itu hukum kasih ? ” Silalah mogor ke Yahoo Answer Agama Kepercayaan .
Anda bisa lihat bagaimana user Kristiani mempratikkan “hukum kasih” mereka . Sungguh “memalukan” . Silakan jika anda mahu mengkaji .
Yang menjadi kebingungan di hati saya :
Apakah umat Kristiani punya aturan perang dalam Kristiani ? Bagaimana jika “terjadinya perang antar agama” yang menyebabkan Kristiani harus / mengharuskannya untuk terlibat ?
Dan perang itu telah pun terjadi , PERANG SALIB .
Dari pernyataan itu , bisa timbul pelbagai persoalan . Baiklah , saya lampirkan beberapa persoalannya :
1.Dalam Kristiani , adakah hukum “aturan perang” ?
2.Jika ada , Adakah Tentera Kristiani dalam Perang Salib itu menggunakan “aturan perang” yang ada dalam kristiani itu ?
3.Seandainya “Hukum Aturan Perang” itu tidak wujud dalam Kristiani , itu bermakna Tentera Kristiani yang berperang dalam Perang Salib membunuh , menindas , menyembelih tentera / kaum muslimiin secara membabi buta dan tidak mengikut aturan .
4.Jika ada , mana ayatnya dalam bible ?
5.Adakah “Hukum Kasih” tidak bisa diterapkan dalam Perang Salib ? Mengapa ? Adakah Hukum Kasih itu hanya satu hukum yang bisa digunakan sesuai dengan sesuatu kondisi sahaja ?
Masih banyak lagi persoalan /pertanyaan tentang ini . Saya hanya melampirkan 5 sahaja .
Sedikit kisah tentang Perang Salib .
Seorang ahli sejarah Perancis, Michaud berkata: “Pada saat penaklukan Jerussalem oleh orang Kristian tahun 1099, orang-orang Islam dibantai di jalan-jalan dan di rumah-rumah. Jerussalem tidak punya tempat lagi bagi orang-orang yang kalah itu. Beberapa orang cuba mengelak dari kematian dengan cara menghendap-hendap dari benteng, yang lain berkerumun di istana dan berbagai menara untuk mencari perlindungan terutama di masjid-masjid. Namun mereka tetap tidak dapat menyembunyikan diri dari pengejaran orang-orang Kristian itu.
Tentera Salib yang menjadi tuan di Masjid Umar, di mana orang-orang Islam cuba mempertahankan diri selama beberapa lama menambahkan lagi adegan-adegan yang mengerikan yang menodai penaklukan Titus. Tentera infanteri dan kaveleri lari tunggang langgang di antara para buruan. Di tengah huru-hara yang mengerikan itu yang terdengar hanya rintihan dan jeritan kematian. Orang-orang yang menang itu memijak-mijak tumpukan mayat ketika mereka lari mengejar orang yang cuba menyelamatkan diri dengan sia-sia.
Raymond d’Agiles, yang menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri mengatakan: “Di bawah serambi masjid yang melengkung itu, genangan darah dalamnya mencecah lutut dan mencapai tali kekang kuda.”
Aksi pembantaian hanya berhenti beberapa saat saja, yakni ketika pasukan Salib itu berkumpul untuk menyatakan kesyukuran di atas kemenangan mereka. Tapi sebaik saja upacara itu selesai, pembantaian diteruskan dengan lebih ganas lagi.
Seterusnya Michaud berkata: “Semua yang tertangkap yang disisakan dari pembantaian pertama, semua yang telah diselamatkan untuk mendapatkan upeti, dibantai dengan kejam. Orang-orang Islam itu dipaksa terjun dari puncak menara dan bumbung-bumbung rumah, mereka dibakar hidup -hidup , diheret dari tempat persembunyian bawah tanah, diheret ke hadapan umum dan dikurbankan di tiang gantungan.
Air mata wanita, tangisan kanak-kanak, begitu juga pemandangan dari tempat Yesus Kristus memberikan ampun kepada para algojonya, sama sekali tidak dapat meredhakan nafsu membunuh orang-orang yang menang itu. Penyembelihan itu berlangsung selama seminggu. Beberapa orang yang berhasil melarikan diri, dimusnahkan atau dikurangkan bilangannya dengan perhambaan atau kerja paksa yang mengerikan.”
Gustav Le Bon telah mensifatkan penyembelihan kaum Salib Kristian sebagaimana kata-katanya: “Kaum Salib kita yang “bertakwa” itu tidak memadai dengan melakukan berbagai bentuk kezaliman, kerosakan dan penganiayaan, mereka kemudian mengadakan suatu mesyuarat yang memutuskan supaya dibunuh saja semua penduduk Baitul Maqdis yang terdiri dari kaum Muslimin dan bangsa Yahudi serta orang-orang Kristian yang tidak memberikan pertolongan kepada mereka yang jumlah mencapai 60,000 orang. Orang-orang itu telah dibunuh semua dalam masa 8 hari saja termasuk perempuan, kanak-kanak dan orang tua, tidak seorang pun yang terkecuali.
Ahli sejarah Kristian yang lain, Mill, mengatakan: “Ketika itu diputuskan bahawa rasa kasihan tidak boleh diperlihatkan terhadap kaum Muslimin. Orang-orang yang kalah itu diheret ke tempat-tempat umum dan dibunuh. Semua kaum wanita yang sedang menyusu, anak-anak gadis dan anak-anak lelaki dibantai dengan kejam. Tanah padang, jalan-jalan, bahkan tempat-tempat yang tidak berpenghuni di Jerusssalem ditaburi oleh mayat-mayat wanita dan lelaki, dan tubuh kanak-kanak yang koyak-koyak. Tidak ada hati yang lebur dalam keharuan atau yang tergerak untuk berbuat kebajikan melihat peristiwa mengerikan itu.”
Pertanyaan bonus :
Adakah ini “hukum kasih” yang para Kristiani banggakan ?
====
Bagi Islam , perkara tentang aturan perang ini tidak perlu dijelaskan lagi , kerana al-Quran telah menjelaskan segala-galanya tentang aturan perang :
Surah Al-Anfaal.
Silakan ..
Langganan:
Postingan (Atom)
